Well…

Tags

Well,

Here I am,

Salah satu sifat manusia yang sangat sulit untuk dihilangkan adalah keinginan untuk memiliki apa yang bukan miliknya.

Ironically, it happens to me.

Sebagai seorang yang teerkadang terlalu mudah percaya dengan orang lain, saya sering terjebak dengan pemikiran konyol dan bodoh terhadap orang tersebut.

Soal hati, misalnya.

Oh believe me, fall in love with the wrong person is not good for your inner piece.

It’s better for you to protect your own heart, or you gonna end-up like me.

I’m falling, and forget to pack my parachute.

End with a heart-wrenching ‘BAM!’

Well, still got a lot of work to do, no time for a cry-baby damsel.

Dudu~

Advertisements

Halo!

Hayoo siapa yang masih ngunjungin website ini? Haha.
Sebelumnya saya minta maaf dulu, terutama buat diri sendiri, soalnya sudah ngulur-ngulur waktu untuk balik nulis lagi, padahal ide udah numpuk, hmm.
Semua tulisan saya selama ini pendek-pendek, dan itupun saya tulis di notebook pribadi. Saya lebih suka tulis tangan sekarang, haha.

Kalau ada yang bertanya, mau nulis lagi nggak?

Mungkin jawabannya, iya.

Soalnya saya udah kangen banget nulis. Jadi, doain aja ya, saya nggak males lagi, hehe.

Terima kasih atas dukungannya, pengunjung semua, yang masih ngintipin website ini, hihi.

Much love, xx

Sonya

Pororo and Krong [1]

Tags

, ,


images

 

 

Ah, malam hari di musim dingin.

Salju yang turun perlahan, mantel hangat, taman bermain, boneka Krong di tangan kiri, dan genggaman hangat tangan seorang ibu di tangan—o? Di mana ibu?

“Eomma~?”

Seorang anak kecil laki-laki celingukan di antara ramainya pengunjung taman bermain malam itu. Topi rajut putihnya sampai terjatuh karena dia berlarian tidak tentu arah, tentu saja untuk mencari ibunya. Beberapa orang sudah menanyakan di mana ibunya berada, tapi tentu saja dia tidak mau menjawab. Bukankah seharusnya anak itu yang bertanya pada mereka? Dasar orang-orang aneh. Continue reading

A Chance

Tags

,

tumblr_md6i6qDxhC1rdbk4fo1_500

“Hmm..”

Udara pagi..atau mungkin harus aku sebut udara subuh hari ini, sangat menyenangkan. Sangat, sangat, sangat menyenangkan. Setidaknya aku tidak menyesal sama sekali sudah bangun sangat pagi hari ini, atau mungkin bisa dibilang aku tidak bisa tidur dari semalam karena terlalu gugup untuk menghadapi hari ini.

Aku sering ke pantai ini, dari dulu sampai sekarang. Entah itu hanya sekedar bermain dengan anak-anak sekitar atau hanya memandangi apa yang bisa aku pandang.

Hari ini aku sendirian ke sini. Ibu sedang tidak enak badan dan sebenarnya tidak mengizinkanku untuk pergi hari ini, tapi Ibu mana yang bisa tahan dengan aegyo gadis sepertiku? Hehe. Kecuali satu orang, sih.

Continue reading