word count : 277w

yang kedua, ini gombal nggak ya? ini geje nggak ya? bismillaaah~~

Enjoy! ^^

* * * * *

Kau adalah wanita terindah dalam hidupku.

Tentunya setelah ibuku, hehe.

Aku tidak akan malu mengatakan di hadapan seluruh makhluk di muka bumi ini bahwa aku adalah laki-laki paling beruntung di dunia karena memilikimu. Kau bahkan tidak pernah protes dengan tingkah berlebihanku saat mencintaimu, karena kau tahu hal itu akan sangat percuma. Aku terlalu bahagia sampai aku tidak bisa berhenti berpikir tentang cara-cara membahagiakanmu.

Kenapa aku mencintaimu? Alasan aku mengatakan kau wanita terindah? Itu… memang tidak ada. Tapi aku punya alasan atas kekagumanku padamu. Bukan kagum pada kecantikanmu, atau kepintaranmu.

Aku kagum padamu, saat banyak wanita memperindah dan mempertajam mata mereka dengan segala macam benda dunia, sedangkan kau sibuk memperindah dan mempertajam hatimu. Hatimu begitu peka dengan keadaan sekitar, cantik.

Banyak laki-laki yang menyiapkan segala macam bentuk lamaran untuk melamar gadis yang mereka cintai. Mulai dari memilih tempat yang romantis, cincin yang manis, sampai jas yang keren dan terkesan mahal.

Aku tidak perlu melakukan hal itu, karena yang kau butuhkan hanya kemantapanku untuk bersamamu. Bukan karena kasihan, bukan karena hal lain, tapi karena aku mencintaimu dan siap menerima kekuranganmu.

“Menikahlah denganku.”

“Lagi?” kau tertawa, lalu berusaha bangkit dari kasur setelah beberapa kali kau meraba-raba pinggirannya.

“Sayang, bisa tolong ambilkan tongkatku? Aku lupa menaruhnya di samping kasur semalam.”

“Kan ada aku.” aku lalu langsung berdiri di hadapanmu, menggapai tanganmu lalu bersama-sama menuju dapur.

“Kenapa kau suka sekali mengajakku menikah? Dasar, ada-ada saja.” dia sudah hapal dapur kami. Dimana letak panci, kompor, minyak, dan bahan-bahan lain. Istriku hebat.

“Karena kau membuatku jatuh cinta setiap hari, hehe.”

Walau matamu tidak seindah wanita lain, tidak sehebat wanita lain, tapi hatimu lebih dari apapun. Makanya, aku tidak pernah ragu untuk berkata ‘menikahlah denganku’ padamu.

* * * * *

Advertisements