word count : 194w

Ng… kemaren nggak ikut .__. hari-12 nih~ entah ini jelas atau nggak *melayang*

Enjoy!

* * * * *

Merindukanmu itu seru!

Sangat seru!

Ketika aku merindukanmu, aku pasti makan makanan kesukaanmu walaupun rasanya asin dan terlalu kental. Makananmu itu susah dicari, kalaupun mudah pasti harus melalui perjuangan yang panjang. Di situlah letak serunya, aku bisa merasakan makanan favoritmu saat kau tidak ada sebagai pengobat rindu, biasanya kan kita makan itu bersama.

Ketika aku merindukanmu, aku pasti jalan-jalan ke tempat favoritmu. Walaupun sepi dan jarang sekali didatangi oleh masyarakat sekitar tempat tinggal kita, tapi aku sangat senang mengunjunginya. Nah, bagian terserunya adalah ketika aku mengunjunginya malam hari sambil membawa beberapa mainan untuk mencari makananmu itu. Semua orang akan mengikutiku berlari-lari membawa lentera api besar sampai mereka capek, hihi.

Ketika aku merindukanmu, aku akan menyalakan lentera-lentera rumah kita. Uh, itu sangat romantis! Hehe. Setelah itu, kita akan menari sampai pagi, sampai aku seperti tidak merasakan kakiku lagi. Setelah itu, kita banyak uang!

Sekarang, aku merindukanmu. Sangat merindukanmu, suamiku. Kenapa kau mati duluan? Di sini tidak enak. Aku ingin makan itu lagi. Makan itu lagi.

“Dia mengamuk!”

“Ikat tangannya!”

“Jangan sampai dia makan tangannya sendiri lagi!”

“Jangan sampai dia lari lagi!”

Haah, suamiku. Aku rinduuuuu sekali padamu. Kenapa kau biarkan aku hidup sendirian di sini? Tempat serba putih ini tidak menyenangkan.

* * * * *

Advertisements