word count : 104w

hari-10, sedih kah? seneng kah? nggak tauuuu~~ *kempes(?)

Enjoy! ^^

* * * * *

“Ma, senyum, dong.” Suamiku merangkul lalu mengusap-usap lenganku penuh sayang. Aku hanya menggeleng sebagai respon dari permintaannya tadi.

“Ma, bayi kita kan lucu. Masa’ nggak mau senyum sih?” dia masih bersikeras membujukku untuk tersenyum.

Bagaimana bisa aku tersenyum? Hatiku hancur, sakit.

Suamiku mengusap kepalaku, tangan satunya lagi dia gunakan untuk menggenggam tanganku. Bisa aku rasakan tangannya dingin. Hujan di tempat ini pasti membuatnya kedinginan. Tapi bagaimana dengan bayiku?

“Ma, bayi kita nanti sedih kalau ngeliat mama-nya sedih. Harus ikhlas, Ma.”

Akhirnya, aku paksakan senyum terbentuk di bibirku. Agar bayiku yang lucu dan cantik tidak sedih.

Oh, malaikat kecilku, kenapa kau pergi secepat ini, sayang?

* * * * *

Advertisements