word count : 212w

#15HariNgeblogFF hari kelima, udah pasaran, tapi ya…. enjoy! hihi ^^

* * * * *

“Angga! Sini!”

“Kenapa?” Aku mendekati Rena yang sedang menatap fokus monitor laptopnya. Keningnya berkerut dan baru akan hilang kalau sedang meminum teh lemon yang baru saja sampai di meja kami.

“Lihat.” Rena menunjukkan monitornya dengan raut wajah kesal.

“Semua orang yang aku tawarin diskon baju asli Korea nggak ada yang mau, Ngga!” Rena mengusap-usap wajahnya karena terlalu kesal. Yah, namanya juga awal usaha.

“Terus?”

“Mereka malah nawar balik!”

“Terima?”

“Nggak lah!” Rena kembali meminum teh lemonnya dengan kesal. Aku menatapnya, gadis ini cantik kalau tersenyum, sangat cantik. Kalau melihatnya cemberut seperti ini, otakku tidak bisa berhenti memikirkan berbagai cara agar gadis ini tidak cemberut lagi.

“Belajar terima tawaran dong. Untung-untung bisa jadi teman bisnis.”

“Tawaran mereka itu nggak masuk kriteria, Ngga!”

“Ho, gitu?”

Diam. Katakan?

Belum. Sebentar lagi.

Nah.

“Emang kriteriamu kayak apa?”

“Ya pokoknya yang pas! Harus sesuai gitu! Ih, masa’ ya aku ditawarin gelang imita–”

“Kalau aku nawarin kamu buat jadi milikku, masuk kriteria? Mau terima?” Maaf, memotong omongan.

“Eh?”

“Iya, masuk kriteria pas buat kamu atau nggak?”

“Bentar deh, maksudnya?”

Aku menggenggam tangannya, menatap matanya penuh keyakinan, berdasarkan apa yang aku baca dan film yang pernah aku tonton, ya begini cara yang benar.

“Jadi milikku, mau? Tawaran yang pas dan nggak ada yang lebih bagus dari tawaran ini, iya kan?”

* * * * *

Advertisements