Tags

, ,

Haloooooooo ^^

ng… readers, ada yang nungguin lanjutan Keep It kah? ๐Ÿ˜ฎ

maaf banget lanjutannya lama~ dan… ini… nggak panjang, sama sekali nggak panjang, drable kayaknya .__.

maaf banget yaa kawan-kawan semuaaa ><

tugas saya numpuk, sama ide yang numpuk tapi waktu buka laptop itu jarang banget bisanya, harap maklum dan mohon maaf sekali lagi yaaaa ><

langsung yaa~ ini semua dari Kyun’s pov kok~ tanggal ‘adegan'(?) nya hari ini, sehari sebelum SuShow4 ^^

Enjoy! ^^

*****

โ€œYa! Ya! Kenapa kau mengulang kesalahan dibagian itu lagi?!โ€ Eunhyuk hyung memukul kepalaku kuat dan kembali mempraktekkan bagaimana gerakan yang benar. Aku melihat jam tanganku, jam satu malam? Aish, aku ingin ke rumah sakit jam 12 tadi!

โ€œHyung, boleh aku keluar? Sebentar saja.โ€ Aku menatap mata Leeteuk hyung memohon. Sudah dua minggu lebih aku tidak mengunjunginya di rumah sakit dan tidak mendapat kabar apa-apa dari teman-teman terdekatnya.

โ€œSebentar lagi, bagaimana? Kau tahu kan, Super Show kali ini harusโ€”โ€œ

โ€œMengerti. Harus sempurna. Baiklah, tidak jadi.โ€ Tidak bisa ke sana lagi. Sungmin hyung menepuk bahuku kuat sambil tersenyum. Dia mengajakku lagi untuk melakukan gerakan dengan baik bersama member lainnya.

Besok malam, akan jadi awal untuk mempersembahkan semua yang terbaik untuk penggemar kami. Mengadakan kembali Super Show adalah hal yang kami tunggu-tunggu. Siapa yang tidak senang bertemu dan bisa berinteraksi dengan para fans yang selalu mendukung dengan sepenuh hati?

Sekarang pikiranku tertuju dengan satu orang. Sudah dua minggu aku tidak menjenguknya di rumah sakit. Memang keadaannya waktu itu sudah membaik, walaupun belum bangun, tapi sebagai kekasihnya tentu saja keinginan untuk selalu memantaunya itu sangat kuat.

โ€œKyuhyun-ah, terakhir kali kau menjenguknya dia sudah baikan, kan? Tenanglah. Sekarang fokus, sebentar lagi selesai.โ€ Kali ini Shindong hyung yang angkat bicara. Mungkin dia juga sudah jengah melihatku yang melakukan gerakan dengan baik tapi tidak ada perasaan sama sekali.

โ€œHyung, sebentar saja~ tolonglah~โ€ aku menatap mereka penuh harap sekarang. Hei, kapan seorang Kyuhyun Super Junior memohon sampai bisa dikatakan memelas seperti ini?

Leeteuk hyung menghela nafas, tangannya berada di depan dada dan sesekali melihat ke anggota yang lain, meminta pendapat mungkin.

โ€œSebentar saja. Setelah itu langsung kembali ke asrama, mengerti?โ€

*****

Lorong rumah sakit ini sepi. Tentu saja, sudah lewat tengah malam mana ada orang yang menjenguk. Jangan heran kenapa aku bisa masuk rumah sakit ini sesuka hatiku, aku sudah merayu habis-habisan para perawat di sini dengan bayaran tanda tangan dan album gratis kami. Untuk status Raena, aku katakan bahwa dia adalah sepupuku, aku tidak peduli mereka mau percaya atau tidak.

Ini dia ruangannya, kamar VIP di lantai lima rumah sakit ini. Aku mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut, tapi sama sekali tidak bisa terbuka. Tidak seperti biasanya, kenapa dikunci?

โ€œMaaf, permisi.โ€ Aku menahan tangan salah satu suster yang โ€“untungnya ada- yang lewat. Aku tidak punya waktu untuk mengurusi wajahnya yang terkejut atau kagum atau terpesona atau apalah itu yang ia tujukan padaku. Ruangan Raena sangat lengang jika dilihat dari luar, dan itu tidak seperti biasanya.

โ€œI-iya. Ada apa, tuan?โ€

โ€œBisa kau carikan kunci cadangan untuk kamar rawat ini?โ€ suster itu menengok papan nomor yang melekat di pintu dan kembali beralih menatapku.

โ€œPasien yang bernama Kim Raena?โ€ aku mengangguk. Sial, firasatku tidak baik.

โ€œAh, kemarin lusa Nona Kim sudah keluar dari ruangan ini.โ€

โ€œKeluar?โ€

โ€œIya, tuan. Kesehatan Nona Kim sudah sangat baik, maka dari itu dia diizinkan pulang.โ€ Suster itu tersenyum dan kemudian pamit untuk menuju ruangan lain.

โ€œKeluar?โ€ Dengan siapa?

*****

Aku memutuskan untuk ke apartemen Raena, mungkin saja Yena atau Charin yang membawanya pulang. Tapi, kenapa mereka tidak memberitahuku? Bukannya mereka sudah berjanji akan terus memberitahuku tentang keadaan Raena?

โ€œRaena?โ€ keadaan apartemen ini kosong, gelap, bahkan ketika aku nyalakan lampunya apartemen ini seperti tidak ada apa-apa.

Dengan cepat aku menuju kamar Raena, mungkin saja gadis itu sedang tertidur dan dengan begitu aku bisa bernafas lega di sampingnya, kembali menemaninya tidur seperti biasa.

โ€œRaena?โ€ tidak ada. Kamarnya juga kosong, sangat kosong. Foto yang harusnya ada di atas meja di samping kasurnya tidak ada. Saat aku membuka lemari pakaiannya pun hampir sama, hanya tertinggal โ€“sangat- sedikit pakaiannya. Saat aku memeriksa kamar mandi, tidak ada handuk atau ikat rambutnya seperti biasa yang dia lakukan.

Aku memutuskan untuk menghubungi Yena dan Charin. Yena, dengan suara parau karena terpaksa bangun tidur pun mengatakan kalau Raena masih di rumah sakit. Begitu juga Charin, untunglah dia belum tidur, jadi bisa aku tanyakan lebih banyak padanya.

โ€œRin-ah, kau yakin dia belum keluar rumah sakit?โ€

โ€œTentu saja. Tiga hari yang lalu aku masih menyuapinya bubur. Dia juga bilang kalau dia ingin pulang pasti meminta kami yang menjemputnya kok.โ€

Tiga hari yang lalu? Dia pulang kemarin lusa, berarti dua hari yang lalu.

โ€œRin-ah, siapa yang menjaga Raena besoknya?โ€

โ€œLoh? Bukannya kau yang menjaganya? Aku dan Yena tidak ke rumah sakit waktu itu. Raena mengirimi kami SMS kalau kau yang akan menjaganya. Kau ini bagaimana?โ€

Aku segera memutuskan sambungan telepon. Aku yang menjaga Raena? Tidak mungkin! Aku sibuk dengan persiapan Super Show, tidak bisa menjenguknya bahkan sampai dua minggu!

โ€œDia, di mana?โ€

TBC…

gimana? pendek ya? .__.

semoga berkenan ><

sekali lagi mohon maaf ya kawan-kawaaan, terima kasiih ><

Advertisements