Tags

,

Cho’s Family Series

Title : With You
sekalian dengerin lagunya deh, With You-nya Chris Brown :3

Ane tahu ini judul bakal nggak nyambung abis-abisan sama ceritanya, tapi.. yaah, gimana yaaah, bingung *eh *dilempar reader pake baju Kyuhyun(?)

Enjoy!

Hope you’ll like it! πŸ™‚

@Hospital, Kyuhyun’s Room

*4pm

“Baby?” Kyuhyun mendongak kaget saat pintu ruangannya terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu, dan menampilkan sosok istrinya yang sedang membawa kantong berisi barang belanjaannya. Raena tersenyum dan menghampiri Kyuhyun yang sudah berdiri untuk memeluk istrinya itu.

“Kau merindukanku ya? Hhehehe~” Kyuhyun mengusap puncak kepala istrinya itu dengan lembut dan sesekali mengecupnya. Agak sulit bagi Kyuhyun untuk memeluk erat istrinya itu karena perut Raena yang buncit -karena hamil- menghalanginya.

“Bukan aku, tapi mereka~” Raena mengendurkan pelukan mereka dan tangannya berganti mengusap perutnya yang buncit itu. Kyuhyun terkekeh geli, kemudian menyejajarkan wajahnya dengan perut istrinya itu.

“Merindukan appa? Kalian pintar~ Baik-baik di dalam sana ya~ Jangan menyusahkan eomma, mengerti?” Kyuhyun mengusap perut Raena dan istrinya itu hanya tersenyum.

Kyuhyun mengajak Raena untuk duduk di sofa ruangan itu dan tidak lupa membawakan belanjaan istrinya, menaruh benda itu di samping sofa mereka.

“Kau habis belanja? Kenapa tidak langsung pulang? Bawa mobil sendiri?” Tanya Kyuhyun langsung. Raena mengerucutkan bibirnya dan menyilangkan tangannya di depan dada, merasa kesal.

“Memangnya aku tidak boleh ke sini?” Kyuhyun menggeleng cepat dan langsung merangkul bahu istrinya itu.

“Bukan begitu, kau kan sedang hamil. Kau tidak bawa mobil sendiri kan?”

“Kau lupa kalau mobilku di bengkel? Aku naik taksi kok,” Raena, dengan manjanya bersandar di dada Kyuhyun. Jari-jarinya memainkan jari-jari Kyuhyun pelan, seperti meneliti setiap inchi permukaan kulit suaminya itu.

“Ara~ yang penting kau tidak apa-apa,” Kyuhyun melirik jam dinding di ruangannya. Sudah saatnya Raena untuk beristirahat setelah berjalan-jalan sendirian tanpa ditemani olehnya. Kyuhyun bertanya dengan Raena apakah wanita itu ingin pulang, dan dijawab dengan anggukan manja oleh istrinya itu.

“Baiklah, aku beritahu Nana dulu kalau aku pulang duluan, kau turunlah ke bawah, ke pintu utama,” Raena mengangguk mengerti. Setelah mengambil barang belanjaannya, Raena keluar ruangan Kyuhyun sedangkan Kyuhyun melepas jasnya dan langsung menuju ruangan Nana, dokter umum sepertinya.

*****

“Bagaimana?” Raena dan Kyuhyun berdiri berdampingan di muka pintu keluar utama rumah sakit. Kyuhyun hanya nyengir tidak enak kepada istrinya. Hari itu hujan, deras dan Kyuhyun tidak meletakkan mobilnya di parkiran khususnya yang teduh tetapi memarkirkan mobilnya di parkiran umum rumah sakit.

“Sudah tahu punya parkiran khusus, teduh, malah parkir di sana, jauh pula!” Omel Raena. Kyuhyun juga merutuki kebiasaannya yang lupa kalau punya parkiran khusus para dokter dan kepala rumah sakit.

Keduanya terdiam. Sepertinya Raena lupa dengan kekesalannya terhadap Kyuhyun dan berganti dengan menikmati semilir angin yang ditimbulkan oleh hujan itu. Kyuhyun sudah berulang kali menyuruhnya untuk masuk, tapi Raena tetap saja ingin berdiri di depan pintu masuk utama itu.

“Pakai ini, nanti kalian kedinginan,” Kyuhyun menyampirkan jas kasual hitamnya di bahu Raena. Istrinya itu hanya menyuruh Kyuhyun mendekat, lalu memeluk pinggang Kyuhyun dengan erat. Kyuhyun merasa dirinya sangat senang sekarang, kapan lagi istrinya bisa semanja ini kalau tidak sedang hamil?

Tiba-tiba Kyuhyun teringat suatu kejadian. Kejadian yang tidak mungkin dilupakannya sekalipun itu sudah enam tahun lebih berlalu. Saat hujan, di depan sebuah pintu, dan ciuman manis mereka.

“Baby, kau ingat sesuatu ketika melihat hujan ini?” Raena mendongak, melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun penuh tanya. Sesaat kemudian wanita itu menggeleng pelan.

“Apa? Banyak sekali yang aku lalui ketika hujan, tidak mungkin aku harus mengingat semuanya kan, boo~” Kyuhyun mencubit pipi Raena pelan, sedikit kesal karena Raena -mungkin- tidak mengingat kejadian penting yang pernah mereka alami saat hujan seperti ini.

“Kau benar tidak mengingatnya?” Raena kembali menggeleng, Kyuhyun mengembungkan pipinya dan itu membuat Raena tersenyum geli. Raena menangkupkan kedua tangannya di pipi Kyuhyun, membuat wajah tampan laki-laki yang sudah menjadi suaminya selama enam tahun lebih itu menghadap wajahnya.

“Apa sangat penting? Kalau sangat penting, coba ingatkan aku, mungkin aku hanya lupa boo~” Kyuhyun memutar matanya. Mencari cara untuk mengingatkan istrinya tentang momen penting mereka tanpa harus menceritakan kejadian itu panjang lebar.

“Aaah~ Mengingatkanmu? Baiklah~ Kau yang meminta ya~” Kyuhyun menunjukkan evil smirk yang dimilikinya, dan perasaan Raena langsung berubah tidak baik saat itu juga.

Kyuhyun melepaskan jas hitamnya dari bahu Raena, lalu menarik pinggang Raena mendekat -walau tidak terlalu dekat- dengannya dan menutupi kepala mereka dengan jas itu.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan wajah Raena yang sudah memerah. Sepertinya sampai sini usaha Kyuhyun berhasil.

“Masih belum ingat?”

“A.. Itu.. Aku i–“

“I love you~” Kyuhyun memotong ucapan Raena. Mengucapkan kembali apa yang pernah dia ucapkan pada Raena enam -atau tujuh- tahun yang lalu. Di depan gedung kampus Raena. Hujan. Dan beberapa siswa yang menyoraki tingkah Kyuhyun dengan jeritan-jeritan iri.

“Saranghae~” Raena tidak berani menatap mata Kyuhyun yang sedari tadi menatapnya hangat. Kyuhyun benar-benar mempraktekkan apa yang dilakukannya dulu untuk mengikat Raena, dan ekspresi Raena juga masih sama seperti dulu.

“Sudah enam tahun lebih berlalu, dan ekspresimu ketika aku melakukan ini lagi masih sama. Lihat, mukamu merah baby~” Raena memukul lengan Kyuhyun pelan, dan mereka pun tertawa bersama, masih di bawah jas Kyuhyun itu.

“Ah, ada satu lagi yang terlupa!” Kyuhyun menunjukkan wajah cemasnya yang dibuat-buat, tentu saja Raena tidak tahu dan itu membuatnya ikut cemas.

“Memangnya apa yang–” Kyuhyun membungkam kalimat Raena dengan bibirnya. Tidak peduli dengan beberapa pasien yang melintas yang menyoraki mereka berdua karena merasa tebakan mereka tentang apa yang dilakukan oleh pasangan itu benar.

Kyuhyun melepaskan bibirnya setelah merasa cukup membuat istrinya itu terkejut sekaligus malu. Raena berusaha untuk mengatur ekspresinya yang tidak karuan, antara ingin tersenyum atau kesal.

“Rasanya masih sama, hehhe~” Mau tidak mau, Raena tertawa pelan mendengar apa yang Kyuhyun katakan. Rasa malunya sudah terganti dengan rasa senang karena Kyuhyun masih mengingat detail momen penting mereka.

“I love you. Saranghaeyo,”

“Me too, na do saranghae~”

Kyuhyun melepaskan jasnya, kemudian menyentuh pipi istrinya dengan lembut.

“Pertahankan ekspresimu saat aku melakukan yang seperti tadi. Baik itu 10 tahun lagi, 50 tahun lagi, selamanya. Oke?” Raena mengangguk. Lagi-lagi mereka berpelukan dan tanpa disadari, Raena menitikkan airmata.

Tuhan, semoga cinta ini selalu bertahan. Kami tidak meminta yang abadi karena tidak ada yang abadi. Kami hanya ingin cinta ini bertahan sampai maut yang memisahkan kami. Sampai saat itu, bahagiakanlah kami, selamanya.

— — — — — —

Advertisements