Tags

, , , , , , , , , , , , , ,

Main Cast : mm…
Other Cast : ng…
Genre : Semi(?) Romance .__.

Terinspirasi dari salah satu scene di Dream High 🙂
Read this first yaa 🙂 –> Dilemma-tic
FF ini kayak sambungan link diatas, nggak terlalu nyambung sih *plak!
Enjoy!

Hope you’ll like it! ^^

@2-5 class, 9am

Suasana kelas masih ramai, guru sejarah kami baru saja keluar dan itu membuat anak-anak kelas menghela nafas lega. Mereka semua merenggangkan badan mereka karena kebosanan mendengar penjelasan dari Oh Songsaengnim yang memang bisa dibilang sangat membosankan.

“Raena-ah, aku ke tempat Nana dulu ya, latihan lagi~ hhehhe..” Aku langsung mengangguk dan Lizzy langsung menuju tempat duduk Nana. Aku melirik ke sebelah kanan tempat dudukku, KyuJoon couple, sedang berdebat tidak penting lagi sepertinya. Aku berdiri dan menghampiri tempat duduk mereka, ke dekat Hyunjoon lebih tepatnya.

“Kyuhyun-ah, aku ingin latihan dengan Hyunjoon, minggir dong~” Kyuhyun mengalihkan perhatiannya padaku. Menatapku dengan tatapan evilnya yang sama sekali tidak mempan itu -__-

“Kalau kalian bernyanyi yang macam-macam, aku habisi kalian!” Kyuhyun menatapku dan Hyunjoon bergantian, lalu meninggalkan kami berdua. Aku melirik Hyunjoon tapi gadis itu hanya mengangkat bahunya tanda tidak peduli dengan Kyuhyun.

“Jadi.. kau benar-benar ingin menyanyikan lagu itu Joonie-ah?” Aku duduk di tempat duduk Kyuhyun tadi, Hyunjoon mengangguk dengan semangat. Sangat yakin dengan lagu yang akan kami bawakan nanti.

Ah! Aku belum mengatakan setelah ini kami akan belajar apa ya? Maaf, hehhe. Kami sedang bersiap-siap untuk praktek, bernyanyi .__. Dan Lee songsaengnim menyuruh kami untuk bernyanyi lagu apa saja secara berpasangan, tentu saja dia yang memilih dan secara acak. Lee songsaengnim bilang, lagu apa saja boleh, kalau ada lagu ciptaan sendiri itu lebih bagus. Haah~ memilih lagu yang sudah ada saja sulit, apalagi buat sendiri -__-

Seperti yang kalian ketahui, aku berpasangan dengan Hyunjoon. Hebatnya, Taemin berpasangan dengan Sungra, Ayako berpasangan dengan Hyukjae, dan Miho berpasangan dengan Mitsujun. Hebat. Jodoh. Buat aku iri setengah mati saja (.__.)

“Rae-ah~ Kau tahu tidak Kyuhyun berpasangan dengan siapa?” Hyunjoon, menyenggol lenganku ketika kami baru saja selesai latihan, suasana kelas sangat ramai dengan suara anak-anak di kelas yang sedang bernyanyi, seperti tempat karaoke gabungan. Aku menggeleng, apa peduliku?

“Ng.. Jongwoon, dan mereka akan menyanyikan lagu ciptaan sendiri, ciptaan Jongwoon, dibantu Kyuhyun sedikit,” Aku menatap Hyunjoon takjub. Laki-laki itu menciptakan lagu? Kemampuannya dibidang musik memang luar biasa.

Aku bertepuk tangan pelan sambil mengucapkan beberapa kata memuji untuk Jongwoon pada Hyunjoon, sekedar ekspresi formalitas atas informasi Hyunjoon tadi. Hyunjoon hanya tersenyum tipis lalu menggenggam tanganku. Oh, dia -termasuk SungMiYa- sudah mengetahui kejadianku bersama Seunghyun beberapa hari yang lalu.

“Makanya aku memilih lagu itu untuk kita nyanyikan, selain untuk kepuasanku, sekalian untuk menghibur dirimu, yaah walaupun tidak sesuai kenyataan sih, hehhehe~” Hyunjoon menyenggol lenganku dengan lengannya, bercanda. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih padanya. Yaah, walaupun sulit, tapi harus tetap dijalani kan?

“Ngomong-ngomong, kenapa Lee songsaengnim tidak adil sekali sih membagi pasangannya? Kyuhyun dipasangkan dengan Jongwoon? Aiya~ mereka bernyanyi solo saja sudah dapat nilai sempurna, apalagi berduet!” Keluh Hyunjoon. Eh iya, benar juga. Mau jadi apa nilai kami kalau mereka berduet? (=,=”)

“Sudahlah~ yang penting Lee songsaeng adalah guru yang memberikan nilai secara adil, ya kan? Ayo latihan lagi Joonie-ah! Fighting!” Aku dan Hyunjoon melanjutkan latihan. Sesekali aku dan Hyunjoon tertawa karena melakukan beberapa gerakan dance di lagu ini. Menyenangkan!

Kami menunggu untuk dipanggil ke ruangan pengambilan nilai musik. Kami berlatih di kelas karena kalau sudah masuk ruangan itu, tidak ada yang boleh berlatih lagi, lalu tempat duduk kami juga akan diacak ketika di ruangan itu. Lee songsaengnim memang suka mengacak-acak sepertinya.

Setelah kami berdua rasa cukup latihannya, asisten Lee songsaengnim tiba-tiba masuk kelas dan mengomando kami untuk segera ke ruang pengambilan nilai musik. Dengan tertib, kami menuju ruang itu, masih dengan pasangan masing-masing. Aku jadi gugup sendiri.

*****

@School’s Noraebang(?)

Dongho, si ketua kelas, membuka pintu itu dengan perlahan. Lee songsaengnim sudah duduk di samping sebuah tape besar dan keyboard spesial miliknya sendiri. Kami membungkuk bersamaan dan langsung mencari tempat duduk yang sudah ditempeli oleh nama-nama kami. Mungkin fungsi pengacakan tempat duduk di ruangan ini untuk menghindari kami berlatih lagi.

Karena jumlah murid kelas kami ada 27, jadi ada tiga baris dan sembilan kolom kursi. Cukup.

Aku menemukan tempat dudukku, bila dihitung dari kanan, berada dibaris kedua dan kolom kedua. Sebelum duduk, aku melihat dulu siapa yang berada di sebelah kanan dan kiriku. Di sebelah kiri ternyata Shin Dongho, ketua kelas rewel tapi lucu itu. Di sebelah kananku.. aah.. Kim Jongwoon. Kenapa harus dia?

“Raena-ah..” Aku mendongak dan langsung duduk saat suara itu memanggilku. Suara Jongwoon. Aku hanya tersenyum seperti biasa dan dia juga membalasnya. Jongwoon langsung duduk dan membuka selembar kertas, sepertinya itu lagu yang dibicarakan oleh Hyunjoon tadi.

Emm.. tidak sopan sih, tapi aku berusaha mengintip -melirik tepatnya- apa isi lagu itu. Habisnya, aku penasaran sekali dengan apa yang akan mereka -dia dan Kyuhyun- nyanyikan.

Tuk!

Sial, aku ketahuan .__. Jongwoon menyentil(?) keningku lumayan kuat. Jongwoon hanya tertawa kecil ketika memergoki tindakanku tadi. Aku.. malu (.__.)

“Ini rahasia, dengarkan saja nanti, mengerti?” Jongwoon mengusap rambutku cepat dan itu cukup untuk membuatku risih. Ini biasa dilakukan oleh- ah sudahlah. Tapi kenapa rasanya hampir sama? Lumayan, lumayan nyaman saat Jongwoon mengusap rambutku tadi. Aiya~

Aku langsung mengalihkan pandanganku ke sekitar. Sekedar untuk mencari letak Hyunjoon dimana dan sekalian memalingkan mukaku yang aku rasa sudah pink(?) ini.

Ah, itu dia Hyunjoon. Jauh sekali dia, diujung sana, baris tiga kolom sembilan. Di sampingnya ada Nana dan di depannya ada Kyuhyun. Cocok, mereka bisa-bisa cekcok lagi (==”)

“Oke, semua sudah lengkap. Pengambilan nilai akan segera dimulai. Ingat, tidak ada yang berlatih selama pengambilan nilai atau nilai kalian dipotong 50%, mengerti anak-anak?”

“Mengerti, songsaengnim~”

“Baiklah, nomor urut pertama, silahkan maju.”

Dongho dan Sunyoung -Luna- pun berdiri dan maju bersamaan. Wajah kami sudah tegang karena Lee songsaengnim itu sangat ketat dalam menilai walaupun suasananya santai.

“Kalian akan menyanyikan lagu…?”

“Just For One Day, songsaengnim~” Dongho menjawab mantap sambil sesekali matanya melihat Hyunjoon. Aish, aku tahu lagu ini untuk siapa sepertinya, menyedihkan sekali pemilihan lagunya.

“Oke, silahkan dimulai,”

Intro lagu pun dimulai, suasana ruangan kami tiba-tiba menjadi.. lebih emosional sepertinya.

Lagu ini sangat mendalam. Bercerita tentang seseorang yang hanya dianggap sahabat oleh orang yang dicintainya. Dan orang itu hanya menginginkan satu hari saja, agar orang yang dicintainya itu juga mencintainya sebagai seorang kekasih, bukan sahabat.

Dongho menyanyikan bagian awal dengan baik, disambung dengan suara Sunyoung yang juga tidak kalah bagus dengan Dongho. Lihat, Dongho menyanyikan lagu ini sambil terus memerhatikan Hyunjoon. Sedih juga.

“Haruman, tan haruman
One day, just one day,

Neoye chingu anin neoye namjaro mannassumyon,
I wish we could meet not as friends, but as me as your man,

Sashirujong gatun gon naegen kwanshim eopseo,
Honestly, I’m not interested in friendship,

Just for one day~” Dongho menyanyikannya dengan fasih, tubuhnya melangkah sedikit ke depan dan hampir saja menghampiri Hyunjoon kalau tangannya tidak ditahan Sunyoung yang sedang bernyanyi bagiannya. Untunglah Dongho tidak nekat, karena itu dapat membuat heboh.

Mereka berdua melanjutkan bernyanyi dengan baik. Aku rasa mereka akan dapat nilai yang memuaskan.

All I want is just to be with you~” Saat Sunyoung dan Dongho menyanyikan bagian ini berbarengan, aku mendengar sayup-sayup suara merdu di sebelah kananku. Menyanyikan lagu yang sama dan itu seperti tepat berada di sebelah telingaku. Aigo, tidak apa-apa kan aku berpura-pura tidak tahu? Dari pada nanti aku salah tingkah dan bertemu mata dengannya.

Lagu akhirnya selesai, penampilan mereka juga otomatis selesai. Sempat aku melihat Dongho dan Kyuhyun beradu pandang dan itu sangat mengerikan (=_=”)

“Bagaimana penampilanku tadi? Bagus kan? Aku yakin Hyunjoon akan mengerti maksudku melalui lagu itu! Hhehehe~” Dongho yang sudah duduk kembali di sebelah kiriku senyum-senyum tidak jelas dan sesekali mendongak ke samping belakang untuk melihat Hyunjoon. Aku hanya memberikan tepuk tangan ringan sambil memujinya, tapi berkata tidak untuk statement keduanya .__.

“Penampilan yang baik, Shin Dongho dan Park Sunyoung.” Seisi ruangan bertepuk tangan dan ekspresi Dongho dan juga Sunyoung tersenyum puas. Mereka memang keren tadi.

“Selanjutnya, nomor urut dua silahkan maju,” Nana dan Lizzy pun maju. Aah, kalau tidak salah Lizzy pernah bilang mereka akan menyanyikan lagu Love Love Love. Bagus.

Lee songsaengnim memersilahkan mereka untuk memulai setelah menanyakan apa yang akan mereka nyanyikan. Dan lagu pun dimulai 🙂 Nana dan Lizzy menyanyikannya dengan baik, sangat baik. Kesan ceria dan juga sedikit centil sangat terasa, hhehe. Maklumlah, dua orang ini bersahabat.

“Hanbeon do sarangeul hae bonjeok eobseo jyo
I’ve never experience love before

Ijeneun ara yo,
Now I know,

Naega byeonhan iyu~ geudae rangeol, oo~h”
That the reason I’ve changed is because of you, oo~h-”

Nana menyanyikan bagiannya dengan baik, begitu juga dengan orang di samping kananku ini, Jongwoon. Entah kenapa dia mengikuti Nana dan Lizzy bernyanyi ketika bagian itu, dan aku.. mm.. bukannya terlalu percaya diri atau apa, selalu merasakan Jongwoon bernyanyi pelan sambil melihatku. Siapapun, tolong selamatkan aku .__.

Seisi ruangan bertepuk tangan saat Nana dan Lizzy mengakhiri lagu mereka, Lee songsaengnim juga tersenyum puas setelah memersilahkan mereka duduk.

“Hmm.. nomor urut tiga. Minzy, Chaerin, silahkan.” Wuih, dua rocker ini berduet, pasti sangat keren! :3

“Lagu?”

“Ugly!” Jawab mereka kompak. Seluruh kelas ramai dan ada beberapa yang berdiri, contoh, Taecyeon dan Wooyoung 😀

Intro lagu terdengar dan Chaerin mulai bernyanyi. Masih tenang, karena belum sampai reff lagu ini. Aku jadi tidak sabar untuk ikut bernyanyi! Hhehhe 😀

Saat Minzy mengucapkan kata ‘geotjjimal’, seluruh yeoja di kelas kami berdiri -termasuk aku- dan bernyanyi bersama. Oh, oke, ini benar-benar suasana tempat karaokean! XD

I think I’m ugly
And nobody wants to love me
Just like her I wanna be pretty I wanna be prety
Don’t lie to my face tellin’ me I’m pretty

I think I’m ugly
And nobody wants to love me
Just like her I wanna be pretty I wanna be pretty
Don’t lie to my face ’cause I know I’m ugly!

Kami berteriak kegirangan seperti anak TK yang diajak bernyanyi bersama! Bagaimana tidak, Minzy dan Chaerin sangat menguasai suasana. Lee songsaengnim juga tidak marah. Jadi kami lanjutkan saja XD

Saat lagu berakhir, kami semua langsung kembali ke posisi semula sambil tertawa puas. Lee songsaengnim juga mengacungkan jempolnya pada Minzy dan Chaerin.

“Kau cantik kok,”

“Eh?” Aku menoleh ke kanan dan mendapati Jongwoon sedang tersenyum ke.. arahku .__. Oh, oke, ini sulit.

“Kau cantik. Setidaknya itu yang mataku lihat dan otakku pikir.” Aku hanya menggaruk kepalaku dan sama sekali tidak gatal. Aku.. salah tingkah ya? Atau canggung? Atau ada nama lain dari tindakanku yang tidak tahu harus bertindak apa? Kenapa aku bingung sendiri? (=_=)

“Oh, eh.. ehehehhe~ gomawoyo, Jongwoon-ah~ ehehehe,” Aku hanya bisa tertawa canggung -atau bingung atau salah tingkah atau apalah itu namanya- di hadapan Jongwoon. Mau sampai kapan laki-laki ini membuatku.. mm.. apa ya?

“Nomor urut empat. Taecyeon, Wooyoung.” Dua orang yang dipanggil itu pun maju dengan percaya diri. Aku penasaran dengan apa yang akan mereka tampilkan, mengingat dua orang ini sangat suka bercanda. Jangan-jangan mereka akan menyanyi Rokkugo? Hhehe~

“Kalian berdua, apa yang akan kalian nyanyikan?” Lee songsaengnim yang sudah tahu watak kocak Taecyeon dan Wooyoung bertanya dengan nada curiga.

“Without you! Yeah!” Taecyeon menjawab dengan semangat dan Lee songsaengnim tersenyum. Lagu yang bagus mungkin menurutnya, tapi bagiku tidak. Oh ayolah~ siapa yang tidak tahu tentang lagu itu?

“Mulailah,”

Suara dentingan piano pun terdengar setelah suara petir buatan. Aku melirik sekitar, kalau saja ada yang punya alat penyumpal telinga atau headphone beserta iPod-nya untuk mengalihkan pendengaranku dari lagu ini.

I’m gonna get stronger,” Oh tidak, Taecyeon sudah mulai.

“Geurae, heyeojin gedeo joha eochapi eonjen gan neowa
Fine, breaking up is better

Ireon iri isseosseul geogatae neon bun myeonghi iraesseul geogatae
You were going to do this anyway, this was going to happen between us anyway

Geureol ba eya charari jigeumin ge naji gipi sarang hage dwego naseo alji
This is better, better than falling deeper in love anyway

Anheun geol da haengeuro saeng gakhae geuraeseo, I’m okay”
I think of it as fortunate, that’s why I’m okay

Aku menutup telingaku. Aku tidak mau mendengar lagu ini. Aku tidak mau. Maaf jika terkesan tidak sopan, tapi aku benar-benar tidak akan tahan mendengar lagu ini. Aku menekan tangan-tanganku di telinga. Suara nyanyian Taecyeon dan Wooyoung tetap terdengar walaupun sayup-sayup. Aku tidak tahu apa yang dinyanyikan oleh Wooyoung sekarang, yang jelas dia sedang berusaha melepas mic dari ganggangnya.

“Raena-ah? Ada apa?” Tangan Jongwoon menarik tanganku sehingga terdengarlah semua. Lagu itu, reff itu, sial.

“I’m gonna be ok! Gonna be ok! I’ll be ok! Gonna be ok!

Baby without you~! baby without you~!” Wooyoung melepas mic itu dan bernyanyi seperti seorang pro di hadapan kami. Semua murid ikut bernyanyi. Gonna be okay, huh?

“Neo eobshi meojige, eobshi meojige, deo meojige, eobshi meojige
Without you, I’ll be cooler, more cooler

Ireonal geoya, without you, saragal geoya, without you.”
I’m going to stand up, without you, I’ll live on, without you

Raena, apa kau bisa seperti lagu itu? Going to stand up? I’ll live on? Mustahil. Aku akan kembali menutup telingaku saat sebuah tangan menyentuh pipiku. Tangan Jongwoon.

“Kau, kenapa menangis?”

“Eh?” Aku buru-buru mengusap kedua mataku dan pipiku yang masih sedikit basah. Kenapa aku tidak tahu kalau aku menangis hah? Bikin malu saja!

Jongwoon menahan tanganku dan malah menghadapkan wajahku dengan wajahnya. Perlahan, tangannya yang menempel dikedua pipiku itu mengusap airmata yang masih tersisa.

“Nanti ceritakan padaku apa yang kau pikirkan, ya?” Setelah itu, Jongwoon melepaskan tangannya dari pipiku dan kembali menikmati nyanyian Taecyeon dan Wooyoung. Aku terkesiap dengan tindakannya ini. Dia begitu lembut, bahkan dengan tatapan mata yang lumayan tajam itu, bisa menimbulkan kehangatan di sini, hatiku. Ini.. pasti permainan perasaan, hanya permainan.

Tepuk tangan riuh kembali terdengar saat Taecyeon dan Wooyoung menyelesaikan ‘aksi panggung’ mereka. Dua laki-laki itu membungkuk dan mengangkat mic mereka tinggi-tinggi seperti artis yang baru saja menyelesaikan sebuah konser.

“Nomor urut lima, Miho dan Matsujun. Silahkan,” Saat mereka berdua maju, seisi ruangan bersiul -atau menyoraki sambil menggoda- pada pasangan ini. Aku paling penasaran dengan lagu apa yang akan mereka nyanyikan, mengingat pasangan ini sangat.. romantis, mungkin.

“Baiklah, silahkan dimulai. Lagu ini bagus, coba kalian memakai ekspresi nanti, bagaimana?” Sebelum mulai, Lee songsaengnim memberikan arahan pada pasangan itu untuk ‘mengeluarkan’ arti dari lagu itu melalui ekspresi. Miho dan Matsujun mengangguk setuju dan saling memberikan semangat.

Jujur saja, ingin mencari penyumbat telinga. Kenapa aku harus mendengar lagu yang ‘menohok’ dua kali?

Tanganku sudah bersiap -lagi- saat intro lagu ‘I Can’t Send You Away Even If I Die’ terdengar dan Matsujun mulai bernyanyi sambil menatap Miho sendu. Maaf Miho, aku tidak mau mendengar lagu itu. Sekali lagi, maaf.

“Kau tidak akan bisa menikmati lagu kalau tidak mendengarnya,” Jongwoon menarik kedua tanganku dan menggenggamnya dalam satu tangan, seperti diborgol olehnya.

“Aku memang tidak mau mendengar lagu ini, Jongwoon-ah.” Aku berusaha untuk melepaskan kedua tanganku dari genggamannya dan itu sedikit berhasil, satu tanganku lepas dan tinggal satu tangan lagi yang masih digenggamnya dengan kuat.

Miho dan Matsujun sudah sampai pada reff dan menyanyikannya dengan sangat baik. Aku hanya bisa menunduk dan menahan airmataku yang sudah keluar tanpa komando lagi. Jongwoon sepertinya tahu, dia menggenggam tanganku dengan kuat. Seperti mengalirkan satu kekuatan agar aku tidak menangis.

“Aku memang tidak tahu kenapa kau dari tadi menangis, tapi aku mohon berhentilah menangis,”

“Hibur aku, Jongwoon-ah~”

“Eh? Apa?” Jongwoon mungkin terkejut kenapa tiba-tiba nada bicaraku jadi manja begini, tapi daripada aku menangis tidak jelas dan nanti Dongho melihat -lalu bercerita dengan anak-anak sekelas- lebih baik aku minta tolong Jongwoon untuk membuatku berhenti menangis.

“Apa sajaaa~ hibur akuuu~” Salahku sendiri kenapa tadi sempat melirik ekspresi Miho ketika menyanyikan bagiannya, terlihat sangat menderita dan itu bagaikan gambaran diriku saat ini.

“Jugeodo mot bonae, jeong mallo mot bonae, naega eotteohke neol bonae
I can’t let you go, even if I die, I really can’t let you go, How am I suppose to let you go?

Garyeo geodeun tteonaryeo geodeun nae gaseum gochyeo nae”
I can’t let you go, Whether you go or leave, fix my heart

“Aaaaaaaaaaaaaa~~ Jongwoon-aaah~ Bagaimana ini… Aku tidak bisa berhenti menangiiis~” Miho dan Matsujun menyanyikan bagian-bagian akhir itu dengan nada yang saaangat terdengar menderita, dan aku mendengarnya, juga merasakannya T_T

“Apeuji anhke na saragal surado itge
If you can’t fix it so that I won’t be in pain

Andwin damyeon eochapi mossal geo
I wouldn’t be able to live anyway

Jugeodo mot bonae”
I can’t let you go, even if I die

“Ma-maaf Raena-ah, aku tidak tahu harus berbuat apa,” Suara Jongwoon memang pelan, tapi terdengar sangat panik saat airmataku tidak kunjung berhenti. Aku juga bingung kenapa bisa menangis sebanyak ini, apa kantung airmataku sedang bocor?

Suara tangisanku untungnya tersamarkan oleh suara tepuk tangan anak-anak kelas kami yang membahana, ada beberapa yang berdiri, mungkin karena sangat menghayati penampilan mereka berdua.

“Penampilan yang sangat baik Miho, Matsujun, silahkan duduk. Next!” Jongwoon masih berusaha menghapus airmataku dan saat itulah aku bisa melihat wajahnya yang sedang khawatir.

“Sudah baikan? Aku hanya bisa melakukan ini, maaf.” Aku mengangguk kecil dan mencoba untuk tersenyum padanya. Jongwoon menggaruk kepalanya dan tersenyum kikuk padaku, wae?

“Dari semua ekspresimu, aku lebih suka kau tersenyum seperti itu, pertahankan,” Aku mengangguk lagi dan kali ini dengan senyum yang lebih lebar :3

“Aha! Listen guys, my first love story, hyehehehe,” Aku langsung menoleh lagi ke depan dan benar saja, tadi itu suara Hyukjae. Dan apa-apaan itu?! Gee?! Pantas saja satu ruangan ini tertawa, Ayako pasti menahan malu saja (=_=”)

“My Angel! And my girl! My sunshine!” Hyukjae, dengan gaya centilnya menunjuk-nunjuk Ayako yang berusaha memalingkan wajahnya dari kami, huahahahahhahaha XD

Kebanyakan dari kami bernyanyi, apalagi yang perempuan. Aku juga ikut bernyanyi sampai-sampai Dongho ikutan!

“Eotteoke hajyo? (eotteok hajyo?)”
How did this happen? (How did it happen?)

Deollineun maeum (Deollineun mameunyo)
My beating heart (My beating heart)

Dugeun dugeun dugeun dugeun!
Thump, thump, thump, thump!

Dugeun dugeungeoryeo bamen jamdo mot irujyo”
It just thuds and thuds, I can’t even sleep

Aku bernyanyi bersama.. Jongwoon. Kami mempraktekkan setiap gerakan yang kami tahu di video lagu itu. Termasuk waktu ‘dugeun dugeun dugeun’ itu :3

Kelas kami semakin ramai saat Hyukjae benar-benar mempraktekkan gerakan saat ‘gee gee gee gee gee’, dan  itu sangat mirip dengan aslinya, aku kira monyet ini hanya bisa break dance, ternyata centil juga. Kasihan Ayako tapi XD

Penampilan mereka akhirnya selesai juga. Sudah cukup perutku menahan sakit karena kebanyakan tertawa oleh tingkah Hyukjae yang tidak sinkron dengan Ayako. Bagaimana bisa lagu perempuan dinyanyikan dengan sangat centil oleh seorang laki-laki penggemar rap? Hhahahha 😀

Lee songsaengnim juga masih tertawa, yaah walaupun masih dengan gaya anggunnya tapi tetap saja aku melihat dia menyeka sedikit airmatanya yang keluar gara-gara kebanyakan tertawa.

“Setelah ini giliranmu kan? Semangat!” Jongwoon mengacak rambutku dan mau tidak mau aku juga ikut semangat karenanya.

“Selanjutnya, Hyunjoon dan Raena, silahkan.” Aku menghembuskan nafas dengan kuat untuk menghilangkan rasa gugup sebelum berdiri. Jongwoon lagi-lagi menggenggam tanganku sampai pada akhirnya aku berdiri dan genggamannya perlahan mengendur seiring aku menjauh dari tempatnya.

“Hmm.. lagunya masih baru, silahkan.” Aku dan Hyunjoon mengangguk mantap. Sempat aku lihat Hyunjoon menyeringai ke arah Kyuhyun. Pertanda tidak baik -__-

Saat intro lagu, benar saja, Kyuhyun membulatkan matanya tidak percaya dan Hyunjoon hanya tersenyum penuh kemenangan. Aku memilih untuk memejamkan mata saja. Membayangkan seseorang yang dengan kejam meninggalkanku walaupun tidak sejahat yang ada dilagu ini, dan aku masih menyayangi orang itu. Oh, oke, berhenti membicarakannya dulu.

Saat bagian ‘good bye baby good bye’ dan seterusnya, aku dan Hyunjoon melakukan gerakan dance dari lagu itu dan membuat anak-anak di ruangan ini bertepuk tangan senang.

“Nae ireumeun Qiannie-ga aninde,”
My name isn’t Qiannie,

Aku menoleh cepat ke arah Hyunjoon yang masih dengan santai menyanyikan bagiannya. Terkejut. Tentu saja! Sejak kapan nama dilirik lagu ini berubah? Hyunjoon benar-benar berniat ‘perang’ dengan Kyuhyun sepertinya (—,—“)

Kami bernyanyi seperti tidak ada beban, malah seperti melepas beban. Menyanyikan lagu ini sambil melakukan beberapa gerakan dancenya bahkan tidak membuatku capek sedikit pun. Hyunjoon juga seperti itu, bahkan bagian rap yang seharusnya bagianku -menggantikan Hyunjoon yang susah mengucapkannya dengan cepat- dinyanyikannya tanpa salah sedikitpun. Kyuhyun pun menganga tidak percaya dengan pemandangan Hyunjoon yang tidak seperti biasanya yang dia lihat. Tidak ikut-ikutan ah.

Pada saat hampir sampai akhir lagu pandanganku tidak sengaja bertemu dengan mata Jongwoon. Dia menatapku seperti orang yang kebingungan, atau penasaran? Entahlah, pandangan itu sangat menyelidik bagiku.

Geureoni yeogi kkaji hagi neoye shoneun ije kkeut nan geoya
But we’re done right here. Your show is now over

Baby good bye! Good bye!” Sentuhan terakhir, aku menyanyikan(?) nada tinggi pada kata ‘good bye’ dan itu juga penuh penekanan. Maaf, terbawa perasaan yang tidak menentu.

Tepuk tangan menyambut kami saat lagu ini benar-benar berakhir, Lee songsaengnim juga bertepuk tangan dan itu membuatku dan Hyunjoon menghela nafas lega. Pertanda nilai baik 🙂

Saat aku kembali ke tempat dudukku, lagi-lagi Jongwoon melihat ke arahku dengan pandangan menyelidik. Tentu saja aku merasa -sedikit- risih jika terus-terusan ditatap seperti itu.

“Jongwoon-ah, ada apa? Ada yang salah?” Jongwoon hanya menggeleng dan tiba-tiba mengeluarkan sapu tangannya.

“Sepertinya kau sangat bersemangat saat bernyanyi tadi sampai berkeringat seperti ini,” Dengan hati-hati Jongwoon mengusap keringat di keningku. Tidak lupa dengan senyumnya itu yang mungkin sudah mulai menjadi favoritku. Ah, tidak juga mungkin.

“Kalian berdua ini dari tadi membuatku iri!” Tiba-tiba Dongho menyeletuk dan itu membuat Jongwoon menghentikan kegiatannya. Aku kembali meluruskan posisi dudukku dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Kentara sekali saling sukanya,” Gumam Dongho yang terdengar olehku.

“Apa?”

“Ani~ Perhatikan saja pasangan di depan!” Cis, dasar ketua imut! Main rahasia-rahasiaan pula.

Aku melihat ke depan dan ternyata Taemin dan Sungra sudah berada di sana. Bagaimana bisa aku tidak menyadari mereka dipanggil tadi? .__.

Sepertinya Lee songsaengnim sudah memersilahkan mereka untuk bernyanyi, terbukti dari intro lagu yang sudah terdengar dan Taemin sudah bersiap dengan micnya.

Taemin mulai bernyanyi dan pandangannya tidak lepas dari Sungra yang -aku rasa dan yakini- berpura-pura bernyanyi sambil menghadap kami. Gugup ya? :3

Lagu Can’t I Love You yang bisa dibilang manis ini sangat menghangatkan suasana. Di tambah lagi Taemin dan Sungra yang menyanyikannya dengan baik. Interaksi mata mereka saat bernyanyi juga sempat membuat anak-anak di kelas bersiul iri. Sesekali Taemin mencubit pipi Sungra pelan dan pipi Sungra langsung memerah. Aaah lucunya :3

Jongwoon menyenggol lenganku pelan dan menegakkan sikap duduknya, mau apa dia?

“Nyanyi bersama? Hampir bagian akhir, lagunya bagus.” Aku hanya mengangguk karena terlalu terbawa suasana lagu ini. Aku tidak begitu hapal lagu ini jadi sekalian saja. Bisa ‘semi berduet’ dengan orang yang suaranya luar biasa bagus kan lumayan untuk pengalaman, hehhe.

“Hangsang gyeoteseo (ni yeopeseo) neol sarang hamyeon andoelgga
Can’t I love you?

Nuguboda neoreul jikigo shipeun mam badajumyeon andoelgga
This heart that wants to protect you more than anyone else

Nae mameul arajwo”
Please understand my heart

Aku berhenti bernyanyi sampai situ. Sebenarnya bagian akhir masih akan diulang, tapi Jongwoon sudah membungkam mulutku terlebih dahulu, bungkamannya seperti ingin menculik anak orang saja.

” Nae mameul arajwo” Ulangnya pelan, walaupun suara Taemin dan Sungra lebih besar tapi tetap saja suara indah milik Jongwoon terdengar olehku.

“Aaa! Berhentilah bersikap romantis! Posisi Hyunjoon jauh pula. Aish kalian membuatku iri setengah mati!” Dongho -lagi dan lagi- berteriak kecil padaku dan Jongwoon dan itu membuat kami -lagi dan lagi- salah tingkah (-__-)

“Sepertinya kalian berdua sedang kasmaran ya?” Lee songsaengnim menggoda Taemin dan Sungra sembari menuliskan nilai di kertasnya. Pasti nilai bagus, interaksinya saja seperti itu.

“Baiklah, selanjutnya. Jongwoon, Kyuhyun.” Jongwoon berdiri tanpa melihatku dan ketika sampai di hadapan Lee songsaengnim dia menyerahkan kertas yang dari tadi di simpannya. Aku melihat Lee songsaengnim mengangguk dan membenarkan letak kacamatanya lalu menuju pianonya. Wah, Lee songsaengnim saja turun tangan? Eh, memang bisa sih kalau itu lagu ciptaan sendiri .__.

Dentingan piano dan perpaduan suara Jongwoon mulai terdengar. Kami -apalagi aku- benar-benar terlarut dengan suasana yang tercipta dari lagu itu. Hebat.

“Ssayuh ganeun shigandeuleun, amado yokshimeul booleuna bwayo
It seems as though the accumulated time is being greedy

Uhjehboda oneul duh appa jingul bomyun.. oh girl”
Seeing as it hurts more today than yesterday.. oh girl

Tenggorokanku seperti tercekat. Kenapa lagu ini seperti benar-benar ditujukan untukku?

“Nareul hyanghan miso ehdo manyang hengbokhal soo ubssuhjin gun
It was after I realized that I couldn’t be totally happy with that smile towards me

Teukbyulhami ubtdaneun gul ara bulin hoo bootuh yutjo baby”
That there was nothing special, baby

Kyuhyun menyanyikan bagiannya, tentu saja dengan suaranya yang luar biasa juga itu. Tapi tetap saja, mendengar suara Jongwoon.. ada sesuatu yang lain. Seperti sesuatu yang sedang menusuk-nusuk dan itu terkesan sangat memaksa.

“What if geudehga nal saranghal gutman gatta
What if It seems like you’re going to love me

Jogeum gidarimyun nehgeh ol gutman gattasuh
Because it seems like you’re going to come to me if I wait just a little

Ilun gidehlo naneun geudel dduhnal soo ubjyo
With these anticipations, I can’t leave you

Geuluhkeh shigani ssayuh apeumi dweneun gul jal algo isseumyunsuh oh girl”
Even though I know that as time accumulates, it becomes pain, oh girl

Cukup. Aku tidak berani lagi menatap Jongwoon yang sedang bernyanyi. Dengan penghayatan dan suara seperti itu, dengan tatapan mata yang seperti itu, dengan lirik yang seperti itu, aku sudah cukup mengerti. Kim Jongwoon, kau…

Mereka meneruskan lagu itu sedangkan aku masih sibuk menunduk. Lagu ini cukup untuk membuatku merasa tertekan. Apa sesakit itu menungguku?

“Kau, ada apa? Tidak mau melihat Jongwoon bernyanyi? Aku dengar lagu itu untukmu, benar-benar–”

“Diamlah~” Maafkan aku ketua kelas imut, moodku tidak mengizinkanmu untuk meneruskan kalimatmu. Terlalu beresiko bagi pikiranku.

Seungie-ah, kau membawaku dalam kondisi tersulit, kau tahu?

*****

Saatnya istirahat. Setelah Joo menyelesaikan nyanyian solonya kami semua diperbolehkan istirahat. Aku tidak menunggu Jongwoon lagi walaupun dia sudah mengatakan padaku bahwa akan ada yang disampaikannya. Aku mencari di mana Hyunjoon dan percuma saja karena saat aku bertanya pada Nana yang tadi duduk di sampingnya Hyunjoon sudah diseret oleh Kyuhyun entah kemana.

Aku mencari Miho, dia sudah bersama Matsujun. Aku mencari Ayako, dia sedang bersama Hyukjae ke ruang kesehatan karena memang kesehatannya kurang baik hari ini. Sedangkan Sungra juga menghilang entah kemana bersama Taemin.

“Jong- Jongwoon-ah?” Tanganku ditarik paksa oleh Jongwoon yang datang tiba-tiba dari belakang. Dia membawaku ke kantin, ke salah satu sudut yang jarang di datangi oleh murid-murid lain.

Aku duduk berhadapan dengannya. Aish, ini tidak menguntungkan! Bukannya terlalu percaya diri atau apa, aku tahu apa yang akan dibicarakan Jongwoon dan sebenarnya aku masih malas untuk membahasnya. Alihkan saja.

“Hei! Pengambilan nilai hari ini sangat menyenangkan, ya? Hhhehe~”

“O,” Eh?! Hanya itu?

“Em.. Ah! Taecyeon dan Wooyoung juga bernyanyi sangat keren tadi! Mereka benar-benar–“

“Kau menangis ketika mereka bernyanyi,” Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Aku mati kata di sini, coba lagi?

“Hyukjae! Hhhahhaa~ Dia lucu sekali! Ayako juga tadi–“

“Aku mohon jangan mengalihkan tujuan pembicaraan ini, Raena-ah.” Aku diam. Nada bicara Jongwoon sangat serius dan matanya menatapku tajam. Menyeramkan.

“Eh? Aku tidak–“

“Aku tahu kau mengerti maksud dari laguku dari, iya kan?” Aku menghela nafas panjang. Sepertinya akan percuma untuk mengalihkan perhatian orang fokus macam dia ini.

“Oke, aku menyerah. Maaf, Jongwoon-ah.”

“Jadi?” Eh? Jadi apa pula?

“Jadi.. apa?”

“Kalau aku menunggumu sedikit lagi, apa kau akan menerimaku?” Pertanyaan yang aku hindari. Apa yang harus aku katakan? Aku bahkan tidak pernah memikirkan jawabannya! Apa aku harus bilang ‘iya, aku menerimamu’? Begitu? Gila saja! Mau aku kemanakan perasaannya nanti? Aku.. jujur saja masih mengharapkan Seunghyun untuk kembali walaupun laki-laki itu pasti menolak.

“Raena-ah?” Jongwoon mengibaskan tangannya di hadapan wajahku. Ah, aku melamun ya?

“Mm..”

“Ya?” Wajah Jongwoon menunjukkan rasa penasaran. Ah, baiklah.

“Tergantung usahamu, buat aku melupakan sesuatu. Tidak usah tanya apa itu, jawab saja, apa kau sanggup? Hitung-hitung kau membantuku, bagaimana?” Jongwoong tersenyum lembut dan mengusap kepalaku lembut.

“Apapun itu, aku akan membuatmu melupakannya. Dan selama aku berusaha untuk itu, aku harap kau tetap mengizinkan aku sedekat ini denganmu,”

Continued…

Advertisements