Tags

“Dua tahun ya?” Harin menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Heechul. Mereka sedang berada di ruang tunggu Super Junior dan Heechul langsung menarik Harin ke pojok ruangan tersebut untuk berbicara berdua. Mengenai wajib militernya.

“Ng.. Dua tahun, dan hari ini adalah performance terakhirku.” Heechul menghela nafas pelan, berharap gadis di hadapannya ini tidak menangis. Harin memang cengeng dan Heechul tidak suka melihat orang menangis, apalagi gadisnya.

Harin mendongakkan kepalanya dan menatap mata Heechul. Tidak ada tanda-tanda dia akan menangis, Harin justru tersenyum lebar.

“Jangan kaku seperti ini. Seperti bukan kau saja,” Harin memukul bahu Heechul kuat dan itu membuat Heechul lega. Setidaknya gadis ini bisa memberinya kekuatan.

“Aku kan hanya memastikan kau akan merindukanku atau tidak. Kalau iya berarti aku harus siap-siap repot dengan segala macam surat dan makanan yang kau sampaikan kan?”

“Eiy~ Bukannya kau yang akan merindukanku? Tidak ada gadis sepertiku di tempatmu nanti, babo~”

“Tentu saja! Mana ada gadis di sana!” Heechul mendorong wajah Harin dengan jarinya.

“Hei Shin Harin, ada pesan untukku? Apa kau tidak sedih aku akan pergi? Kau kan biasa mengikutiku setiap hari..”

“Oke~ Aku tidak akan bersedih-sedih seperti menganggapmu akan mati..”

“He?”

“Tapi, tolong kembalilah secepatnya~” Heechul tersenyum sembari mengangguk mantap. Kali ini, gadisnya yang childish sudah berubah menjadi sedikit lebih dewasa dan bisa memberinya satu kekuatan.

“Kim Heechul, semangat!”

Advertisements