Tags

,

“Pergilah..”

“Apakah harus?”

“Aku tidak membutuhkanmu lagi,”

“Benarkah?”

“Pergi dari hidupku..”

“Kenapa?”

“Lupakan aku,”

“Tidak mau!”

“Berhentilah berada di sekitarku!”

“Aku mohon jangan.. jangan tinggalkan aku..”

“Apalagi yang kau harapkan? Pergilah dari kehidupanku!”

“Kau mencintaiku, katakan kau mencintaiku!”

“Aku tidak mencintaimu! Itu hanya masa lalu! Pergilah!”

“Aku mohon.. jangan lakukan ini padaku! Kau berbohong!”

“Bodoh.. Aku tidak mencintaimu,”

“Kau bohong. Kyu, kau bohong..”

“Lepaskan tanganku!”

“Kyu!”

“Na? Ada apa?” Raena menoleh cepat ke sampingnya, menampilkan wajah Kyuhyun yang khawatir bercampur mengantuk. Kyuhyun duduk dan mengusap keringat yang mengalir dari kening Raena lembut.

“Kau memimpikanku?” Kyuhyun kembali memejamkan matanya, menaruhkan kepalanya di atas bahu Raena.

“Kyu? Kau.. di sini?”

“Aku ingin bertemu denganmu, kau malah tidur. Ya sudah, aku ikut tidur..” Raena meneliti wajah Kyuhyun. Tidak ada yang berubah, tidak ada yang aneh.

“Hei, ada apa? Kau bermimpi? Tentangku? Baby, ayo ceritakan~” Raena tidak menjawab. Raena langsung memeluk Kyuhyun erat, tidak memerdulikan Kyuhyun yang kebingungan.

“Ini nyata. Aku sedang memelukmu. Ini nyata. Nyata.” Gumam Raena. Kyuhyun diam saja, menikmati momen yang -mungkin akan- jarang dia dapatkan sambil memainkan rambut Raena dengan lembut.

“Ada apa?”

“Tidak. Tidak apa-apa..” Raena mengeratkan pelukannya, sampai mereka kembali terlelap. Kyuhyun menahan rasa penasarannya, memilih untuk kembali beristirahat di samping gadis kesayangannya.

Hanya mimpi buruk kan? Atau…

Advertisements