Tags

Main Cast : My Son :3 Cho Jinho

Other Cast : Siapa pun yang dia mau(?)

Genre : Jinho bilang yang penting bukan romance sama angst

Rating : Jinho belum ngerti tentang ini, jadi mamanya bilang semua umur aja deh ><

Enjoy!

Hope you’ll like it! ^^

**Cho Jinho**

Halo semua! Aku Jinho, Cho Jinho. Anak pertama dari Cho Kyuhyun appa dan Kim Raena eomma. Keponakan tercinta Ahra ahjumma dan cucu tercinta di seluruh tetua Cho dan keluarga Van Houge. Anak laki-laki yang diidam-idamkan seluruh orang tua yang ada di dunia ini, hehhe. Itu eomma yang bilang loh, bukan aku.

Hari ini aku akan membiarkan kalian mengikuti kegiatanku, hari ini saja. Eomma dan appa bilang, biar aku tidak dikira ‘dingin’, hehhe.

Dimulai dari mana ya?

“Jinho~ Ayo sarapan sayang,” Nah, itu suara eomma. Baiklah, kita mulai dari sarapanku saja ya ^^

Aku pun merapikan seragam sekolahku dan memeriksa kembali buku-buku yang sudah aku masukkan ke tas tadi malam setelah belajar, lalu keluar kamar dan langsung menuju ruang makan.

Di ruang makan, aku melihat appa sedang memeluk eomma yang sedang menata piring makan kami dari belakang, kebiasaan. Saat melihatku yang sudah duduk, appa melepaskan pelukannya dan duduk di sampingku.

“Selamat pagi Captain Cho!” Appa mengacak rambutku.

“Good morning Jinnie~” Eomma mengecup keningku setelah meletakkan sarapan di hadapanku.

Yeah, aku cinta mereka berdua.

**Cho Jinho**

Β Sekarang aku sudah di sekolah. Appa yang mengantarku tadi. Suasana sekolah sama saja setiap hari, ramai dan menyenangkan. Oh iya, aku baru kelas 2 sekolah dasar. Aku juga satu sekolah dengan Jungho hyung, tapi dia sudah tingkat akhir dan mau melanjutkan ke sekolah menengah pertama.

“Pagi Jinho-ah!”

“Jinho-ah! Pagii~”

“Oppa~ selamat pagi~”

“Oppa~ aku buatkan bekal untukmu~” Oh oke, jangan terkejut dengan semua ini. Aku terkenal di sekolah ini, dan aku sudah terbiasa dengan ini semua. Kata appa, aku ini tampan sepertinya, makanya banyak wanita yang menyukaiku. Ini, ada teman sekelasku -yeoja- yang selalu memberikan bekal. Aku pernah menolak bekalnya secara kasar, soalnya eomma sudah membuatkan untukku, tapi kata eomma tidak baik seperti itu. Kalau tidak mau, tolak baik-baik. Kalau mau, ucapkan terima kasih.

“Mianhae.. Aku sudah bawa dari rumah Youngsun-ah, hhehe..” Dan aku pun meninggalkannya masuk kelas saat Youngsun -yang menawarkan bekal tadi- masih terbengong-bengong menatapku. Aku heran, ada apa dengan mereka saat melihatku? Ah, abaikan.

Aku duduk di barisan depan dengan temanku, namanya Jung Wo Jung. Bisa dibilang kami ini berteman baik karena hobinya dan hobiku sama, mengumpulkan game, hhhahahaha.

Yoon songsaengnim masuk ke kelas kami, dia adalah guru matematika. Yoon songsaengnim juga dekat dengan eomma, karena eomma sering dipanggil ke sekolah. Bukan, bukan karena aku nakal atau berulah kok. Eomma sering dipanggil untuk mengambil piagam atau hadiah-hadiah lain dari lomba-lomba yang aku menangkan. Aku pintar? Begitulah, hhehe.

Kami bersenang-senang hari ini. Pelajaran matematika itu tidak menyeramkan kok. Yoon songsaengnim membuatnya menjadi menyenangkan, bahkan bisa membuat kami sekelas ketagihan. Benar kata appa, pelajaran itu harus dinikmati, bukan dirutuki. Appa daebak!

Nah, sekarang waktunya istirahat. Aku dan Wo Jung -seperti biasa- makan bekal yang kami bawa di kelas. Memang banyak anak-anak lain yang makan di luar, tapi lebih enak makan di dalam kelas, lebih tertata.

“Jinho-ah, coba kau lirik pintu itu,” Sela Wo Jung ketika makan. Seperti apa yang dikatakannya, aku melirik di arah pintu masuk kelas kami. Oh, Youngsun lagi. Baiklah, aku jelaskan tentang yeoja itu. Namanya Oh Youngsun, dan hobinya mengintaiku. Setiap pagi saat masuk sekolah, saat istirahat siang, dan saat pulang sekolah, dia pasti ada di sekitarku. Entah ada yang salah denganku atau dengannya, jujur saja aku risih diikuti terus seperti itu. Aku diam saja dan tetap bersikap ramah terhadapnya itu pun karena nasihat eomma. Kalau menurut kalian, ada apa dengannya?

“Biarkan saja, nanti dia bosan sendiri,” Aku kembali makan. Masakan eomma beribu-ribu kali lipat lebih menarik dibanding yeoja itu.

**Cho Jinho**

Waktunya pulaaaang \(^o^)/

Eits! Tunggu dulu! Jangan berpikiran aku ini senang karena tidak menyukai kehidupan sekolah, ckckck.. kalian salah besar. Waktunya pulang, berarti waktunya aku bertemu eomma! Huahahha XD

Aku sudah melihat eomma melambai dari pintu gerbang, dan aku berlari menghampirinya. Eomma berjongkok dan merentangkan kedua tangannya untuk memelukku yang tentu saja aku sambut dengan senang hati, hhehe.

“Bagaimana hari ini sayang?” Aku dan eomma berjalan menuju tempat mobil eomma terparkir sambil bergandengan tangan looh πŸ˜›

“Menyenangkan seperti biasa eomma! Hhehhe..”

**Cho Jinho**

Hari ini kami ke rumah sakit tempat appa bekerja. Ini rumah sakit swasta yang besar dan terkenal, dan ini adalah milik appa. Appa adalah dokter umum, sekaligus pemilik dari rumah sakit ini. Banyak teman-teman appa dan eomma yang bekerja di sini, nanti aku perkenalkan pada kalian πŸ™‚

Tujuan pertama kami, tentu saja ruangan appa. Begitu masuk, appa langsung menyambut kami dan menggendongku. Apa aku ini tidak berat ya? Hhehhe.

“Hei Captain! Ini ada makan siang, ayo makan! Baby, ayo makan!” Appa menyodorkan beberapa kemasan makanan dan aku langsung menyambarnya, lapar, hehhee. Eomma diam saja, hanya duduk dan tidak menyentuh makanannya sama sekali.

Appa mendekati eomma yang duduk di sofa ruangan appa. Aku duduk di tempat duduk kerja appa, lebih baik lanjut makan karena ini masalah orang tua. Aku masih kecil πŸ˜›

“Baby~ waeyo?” Dari sini, aku bisa melihat appa yang merangkul eomma dan tangan satunya lagi mengelus perut eomma. Kenapa perut? Appa ada-ada saja.

“Aku tidak suka makan itu~ Aku mau makan apel! Sekarang!”

“Mwo? Makan siang dulu, nanti aku carikan apelnya, ya?”

“Shireo! Sekarang! Maunya sekarang!”

“Kenapa tidak beli tadi baby~?” Ish! Aku mual kalau appa sudah mulai ‘baby-boo’ dengan eomma -__- mereka seperti pasangan yang baru menikah kemarin saja. Tidak ingat umurku sudah enam tahun lebih ya?

“Mana aku tahuuuuuuu~” eomma menghentakkan kakinya di lantai, seperti anak kecil, tapi aku sayang :3

Tok tok tok

Appa mengalihkan pandangannya ke daun pintu yang diketuk tadi lalu beranjak untuk membukakan pintu.

Perkenalkan, namja keren nan berkarisma yang baru masuk ruangan appa ini adalah Seunghyun hyung, Choi Seunghyun. Dia dan Changmin hyung adalah wakil appa di rumah sakit ini. Bisa dibilang tangan kanan sih. Dia ini keren sekali! Walaupun masih keren appa, tapi karismanya sangat kuat!

Seunghyun hyung adalah dokter hebat setelah appa. Dia dokter anak dan kandungan(?), dia juga dosen terkenal di universitas Kyunghee dan Paran.

“Kyuhyun-ah, ini laporan hari ini. Changmin juga menitipkan laporannya padaku,” Aku yang masih makan, melihatnya menghampiriku sambil tersenyum dan mengacak rambutku pelan. Dia memang ramah padaku, makanya aku suka, hahahha XD

“Hei jagoan! Apa kabarmu?” Seperti biasa, kalau dia tersenyum karismanya akan bertambah banyak, hhehe.

“Baik dong hyung! Hhehehe..” Aku melanjutkan makanku ketika Seunghyun hyung hendak pergi dari ruangan appa. Mungkin karena tatapan appa padanya yang aku masih bingung apa maksudnya. Sudahlah, makan saja.

“Seung-ah~ Apa yang ada di kantong itu?” Eomma yang tadi duduk langsung menghampiri Seunghyun hyung, dan appa dengan cepat menarik pinggang eomma. Oke, bukan tontonan anak kecil, aku berbalik saja ah makannya.

“Ini? Aku tadi beli apel, ada satu pasien kecilku yang ingin makan apel, hehhe. Waeyo?” Nah ini bedanya. Kalau Seunghyun hyung berbicara dengan appa, nadanya dingin sekali! Kalau berbicara denganku dan eomma, bisa dikatakan sangat lembut loh.

“Aku mau satuuu.. ya ya ya? Boleh yaaa?”

‘Ya! Nanti aku belikan baby~ Tidak usah minta padanyaa~”

“Tidak mauuuu~ Aku mau sekarang boo~”

“Sudahlah, dia maunya sekarang. Ini, aku tahu apa yang kau alami sekarang, makan dengan baik ya..”

“Gomawo Seung-ah~”

Suasana kembali sepi setelah aku dengar suara pintu tertutup, mungkin Seunghyun hyung sudah keluar. Berbalik lagi ah~

Aku melihat eomma yang sedang ‘asik’ makan apel dan appa yang sedang berusaha untuk merebut apel itu dari eomma. Eey tingkah mereka begitu kekanakan (“-_-)

Aku turun dari kursi appa dan menghampiri eomma sambil membawa makananku. Appa menggeser posisinya yang tadi sangat dekat dengan eomma, mengisyaratkan agar aku duduk di antara mereka.

“Aku mau di pangkuan eomma~” Eomma tersenyum dan meletakkan apelnya di atas meja di samping sofa ini, lalu mengangkat tubuhku ke pangkuannya. Tak akan aku biarkan appa menguasai eomma, hhahahahaha πŸ˜€

“Eomma~ makan dulu sedikit, mau yaa~” Eomma tampak berpikir sebentar sebelum menerima suapan dariku. Yey! Aku lebih berbakat membujuk eomma dibanding appa! Hhahha.

“Jinho~ Jangan lama-lama duduknya, kasihan eomma nanti kesakitan,” Aku menurut saja, entah kenapa perkataan appa seperti ada benarnya. Eomma terlihat lebih lesu hari ini walaupun senyumnya tidak pernah hilang. Akhirnya aku duduk di tengah-tengah mereka, masih dengan menyuapi eomma walaupun appa dari tadi sudah mengoceh minta gantian.

“Jinnie-ah, eomma kenyang loh, sudah yaa~” Sekali lagi aku menurut, entah kenapa eomma terlihat tidak suka dengan makanan ini, padahal ini nasi ayamΒ teriyaki kesukaannya.

Bosan juga. Eomma tidak bisa aku ajak bermain, terlihat sedang capek dan matanya juga sayu. Appa malah sibuk dengan laporan yang tadi diberikan Seunghyun hyung. Aku jalan-jalan rumah sakit sajalah.

“Appa, aku jalan-jalan ya,” Appa melepaskan kacamatanya dan berpikir sebentar sebelum mengangguk padaku.

“Jangan keluar linkungan rumah sakit, oke?”

“Oke!”

**Cho Jinho**

Ruangan appa berada di lantai paling atas, lantai dua rumah sakit ini, maka dari itu aku memilih untuk mengitari lantai satu dulu. Hobiku, berputar-putar, hhehehe.

Tiba di lantai satu. Kalau tidak salah lantai satu ini ada ruangan bedah dan penyakit dalam dan penyakit-penyakit berat lainnya, selain kamar-kamar pasien tentunya. Ah iya, aku juga pernah ditunjukkan appa kamar may.. mm.. mayat. Letaknya paling ujung, mau kesana? Tidak usah yaa :3

Ah! Aku sampai di ruang kerja seseorang. Changmin hyung, Shim Changmin. Sayangnya dia tidak bekerja hari ini, istrinya juga, Hyunjoon noona. Hyunjoon noona minggu kemarin melahirkan loh, dapat adik baruu~

Oh iya, aku jelaskan yaa tentang Changmin hyung. Dia itu dokter bedah andalan appa sekaligus tangan kanan appa setelah Seunghyun hyung. Istrinya, Hyunjoon noona juga dokter di sini, tapi ruangannya ada di atas. Dia psikolog di sini.

Kenapa mereka bisa berkumpul di sini? Hhehhehe πŸ˜› Itu karena waktu kuliah dulu appa, Changmin hyung, Seunghyun hyung, dan Hyunjoon noona kuliah di universitas yang sama. Eomma juga sih, tapi beda jurusan, eomma orang sastra. Aku diceritakan oleh Changmin hyung soal ini.

Aku kembali berjalan keliling rumah sakit. Sebenarnya ingin saja duduk-duduk di taman, tapi mengingat pengalaman tidak mengenakkan yang terjadi di sana.. Ya! Jangan pasang tampang penasaran dong! Intinya aku tidak suka lagi duduk-duduk di taman rumah sakit kalau sendirian! Tidak mau! Jangan tanya alasan!

Oh oke, lebih baik aku naik lagi dari pada ‘penghuni’ taman itu melihatku.

**Cho Jinho**

Lantai dua. Tempat ruangan appa tadi. Di sini ruangan para dokter yang menangani penyakit ringan, ataupun ruang persalinan dan anak-anak.

Sekarang aku melewati ruangan Hyunjoon noona, tidak ada orang karena kalau suaminya saja tidak masuk karena Hyunjoon noona habis melahirkan, apalagi Hyunjoon noona-nya(?)

“Yo! Jinho-ah!” Aku menoleh dan mendapati pasangan yang waktu itu pernah ‘meminjamku’, ya Taemin hyung dan Sungra noona.

“Jinhooooo~ Aigooo aku merindukanmuu~ Sini sini sini~” Aaaaaaaaaaa! >< Semenjak dia hamil, Sungra noona suka memelukku dan mencubit-cubit pipiku! Kenapa tidak dengan Taemin hyung saja sih?! Kan dia suaminya! Kalau begini sama saja dengan orang-orang di taman! ><

“Ra-ya~ Aku juga ingin dipeluk-peluk begituu~” Taemin hyung menarik-narik lengan baju terusan Sungra noona dengan manja. Sungra noona malah seperti tidak peduli dan dengan seenak perutnya dia menarikku menuju ruangan Seunghyun hyung.

Nasib jadi anak lucu nan tampan, beginilah. :3

**Cho Jinho**

“Kandunganmu baik-baik saja. Kau harus lebih menurut dengan Taemin karena semua sarannya tentang asupan nutrisimu itu benar. Ini masa penting bagi bayi kalian, jadi perhatikan kesehatanmu. Oke?” Aku yang duduk di pangkuan Seunghyun hyung dapat melihat Taemin hyung yang tersenyum penuh kemenangan sedangkan Sungra noona yang hanya mengangguk sambil cemberut. Pasangan muda memang begini ya? Hhehe.

“Lalu kau Taemin, mengertilah keadaan istrimu. Yaaah mungkin kau harus menahan untuk tidak memeluknya selama.. mm.. empat atau lima bulan, hehhehe..” Kali ini nada bicara Seunghyun hyung bisa dibilang nada mengejek. Sekarang gantian, Taemin hyung yang cemberut sambil mengangguk dan Sungra noona yang memeletkan lidahnya pada Taemin hyung. Umur mereka berapa sih ketika menikah? (“-_-)

Seunghyun hyung melanjutkan penjelasannya tentang kesehatan Sungra noona dan apa saja yang harus dilakukan oleh Taemin hyung. Aku masih duduk di pangkuannya sambil menikmati ekspresi-ekspresi aneh, unik, lucu, dan membingungkan dari dua pasien Seunghyun hyung ini, hhahhahaha XD

“Mengerti?” Akhirnya Seunghyun hyung mengakhiri penjelasannya. Taemin hyung dan Sungra noona mengangguk bersamaan tanda mengerti. Mereka ini pintar loh, makanya cepat mengerti dengan penjelasan Seunghyun hyung yang panjang lebar tadi :3

“Gomawoyo hyung, hhehehe.. Kami akan berusaha! Iya kan Ra-ya?”

“Jangan dekat-dekat dengankuuuuu~” Aku dan Seunghyun hyung tertawa melihat mereka berdua. Ya, Sungra noona sedang masa-masa ngidam dan ini aneh. Sungra noona tidak mau berdekatan dengan Taemin hyung! Hhahaha XD

“Mungkin anak kalian laki-laki. Mungkin sih. Soalnya kasus Sungra sama seperti Raena dulu waktu hamil Jinho, tapi dia lebih parah darimu loh Sungra,” Eh?!

“Hyung, memangnya eomma kenapa waktu hamil? Eomma sakit? Eomma kesakitan?” Eomma~ .__.

“Aa~ iya! Aku ingat Raena noona waktu itu bagaimana! Aku harus bersyukur Sungra tidak seperti itu!” Taemin hyung menambahkan, dan itu membuatku semakin penasaran.

“Ya! Ya! Jangan membuat Jinho khawatir!” Seunghyun hyung mengusap kepalaku dan Taemin hyung hanya cekikikan, Sungra noona? Main hape -__-

“Jadi? Eomma waktu itu kenapa hyung?” Kali ini nada bicaraku lebih ke arah memelas. Aku ingin tahu bagaimana keadaan eomma dan apa yang terjadi saat eomma mengandung seorang Cho Jinho ini .__.

“Hmm.. tanyakan saja pada appa-mu, oke?” Aku pun mengangguk lemah dan turun dari pangkuan Seunghyun hyung, mengikuti Taemin hyung dan Sungra noona yang akan keluar ruangan.

“Gomawoyo hyung, nanti kami kembali lagi, annyeong~”

**Cho Jinho**

Aku sudah kembali ke ruangan appa. Appa sedang merangkul eomma sambil mengelus perut eomma. Eomma menyadari kehadiranku dan langsung memberi isyarat agar aku mendekat.

“Jinnie-ah~ Eomma mau tanyakan sesuatu padamu, boleh?” Aku hanya mengangguk. Melihat ekspresi eomma dan appa seperti ragu-ragu seperti ini, aku jadi tambah penasaran.

“Mm.. Jinho sayang~ Suka adik kecil kan?” Tanya eomma, sekali lagi aku mengangguk, ini ada apa?

Appa dan eomma saling bertatapan ragu, membiarkan aku penasaran di sini -__-

“Mm… Jinho-ah, kau akan punya adik, mau kan? Tidak bakal cemburu kan?” M-mwo? A-adik?

“Aku..”

“Ya Jinnie-ah?”

“AKU MAUUUUUUUUUU~!” Yes! Yes! Yes! Aku punya adik! Aku punya adik! Hei kalian, aku punya adik kandung loooohh πŸ˜›

Aku memeluk eomma-ku, hhehe tahu saja mereka kalau aku mau adik :3

“Gomawo eomma~” Eomma tersenyum senang dan memelukku sangat erat. Eomma juga mengucapkan terima kasih terus-terusan dari tadi. Eomma bilang dia takut aku akan cemburu dan marah karena mereka tidak bilang-bilang dulu padaku. Untuk apa aku marah? Toh punya adik pasti menyenangkan! ^^

“Appa? Mana terima kasih untuk appa?” Aku menatap appa jengkel. Bukan appa yang susah-susah hamil, kok minta terima kasih sih?

“Memangnya appa yang hamil? Kan eomma yang susah hamilnya! Weeek” Appa mencubit pipiku kuat, langsung saja aku minta perlindungan eomma, hehehe :3

“Kan appa yang buat eomma-mu– AW! Ya! Kenapa kau mencubitku sekuat ini?!” Aneh. Bukannya wajah marah, wajah eomma malah memerah sambil mencubiti appa, memangnya apa yang akan dikatakan appa sih? Kenapa orang dewasa hobi sekali main rahasia-rahasiaan dan membuat anak kecil penasaran? (“-__-)

Nah, sampai di sini saja yaa kalian mengikutiku, hhehe. Aku sedang senang sekarang, dan eomma pasti butuh bantuanku selama mengandung calon adikku. Aku ingin adik laki-laki! Hehhee :3

Salam hangat dari keluarga besar Cho ^^ Annyeong~ :3

FIN

Haloooo eomma-nya Jinho di siniiii >< gimana? udah puas ngikutin anak saya? hhahahaha XD

maaf yaa kalo berantakan, geje, terus pendek-pendek gitu, maklum, Jinho kan masih kecil :3

kritik dan saran selalu ditunggu di kotak komen πŸ˜€

terima kasiiiih ^^

Advertisements