Tags

, , , ,

Main Cast : Lee Taemin/Lee Sungra

Minor Cast : Park Jungsoo/Go Miho, Cho Kyuhyun/Kim Raena, other

Rate : PG-15 (soalnya udah pada nikah+punya anak #maksudnyaapa)

Genre : Family, Romance

Enjoy!

Hope you’ll like it 🙂

@Lee’s House

*6am

Aku mengerjapkan kedua mataku, masih berat sekali untuk dibuka padahal ini sudah jam enam pagi. Aku menggeliat di atas kasur empuk king size ini untuk menemukan kenyamanan untuk tidur kembali, tapi ketika aku memalingkan wajahku ke kanan, malah wajah imut seseorang yang aku dapati. Suamiku, Lee Taemin.

Aku memerhatikan setiap detil di wajahnya yang masih imut walaupun sudah berumur 24 tahun. Putih, tampan, sempurna, itu yang terlukis dari wajahnya, yaah walaupun aku tidak mungkin mengatakan ini secara langsung padanya. Namun ada yang berbeda, di bawah matanya sedikit hitam karena terlalu banyak bekerja. Itulah alasan kami tergolong keluarga kaya, dia bekerja keras di perusahaan Siwon oppa. Walaupun hanya duduk di dalam ruangan, tapi matanya yang harus menatap laporan dari kantornya yang setiap hari masuk dan dia periksa itulah yang membuatnya kelelahan seperti ini.

Aku segera bangun dari kasur itu, perlahan karena takut akan mengganggu istirahatnya. Dia sedang mendapat jatah libur karena kerjanya yang luar biasa, jadi aku tidak ingin merusak ‘acara’nya ini.

“Hmm.. masak apa ya?” Aku memeriksa isi kulkas dan berkeliling dapur untuk menemukan ide yang pas untuk dimasak pagi ini. Sekalian ingin membuat energy Taemin kembali lagi.

“Bagaimana kalau bubur saja Ra-ah?” Aku terlonjak kaget saat ada tangan lembut namun kokoh yang menghentikan kegiatanku mengobrak-abrik kulkas dengan back hugnya.

“Ah.. eh.. Min-ah? Kau sudah bangun rupanya, mau bubur?” Aku berusaha mengendalikan diri agar tidak terlihat salah tingkah gara-gara dia. Aku pun menutup kulkas dan beralih ke lemari penyimpanan bubur instan, tapi aku tidak bisa bergerak, Taemin masih memelukku -__-

“Mowning kiss duluu~”

PLETAK!

“Ya! Sejak kapan kita punya morning kiss hah?!” Aku menyingkirkan tangannya dari pinggangku dan tidak menghiraukan rutukannya gara-gara aku memukul kepalanya. Pasti otaknya sudah ketularan Hyukjae oppa (“-_-)

“Duduklah, sebentar lagi bubur ini jadi Min-ah..” Taemin dengan patuh duduk ruang makan kami, tidak lupa dengan remote tivi di genggamannya. Hobi Taemin, makan sambil nonton karena di ruang makan kami ada televisi.

“Ra-ah~ Ppaliwa~” tanpa diteriaki seperti itupun aku sudah berada di hadapanmu Lee Taemin -__-“

Hari ini, tidak seperti biasanya kami makan berdampingan, minat menontonku timbul lagi akhir-akhir ini karena keseringan menunggui Taemin pulang malam hari sambil nonton televisi. Pagi ini kami menonton siaran berita, membosankan.

Tiba-tiba Taemin menghentikan kegiatan makannya, matanya fokus menatap televisi. Aku mengikuti apa yang dilakukannya, apa yang menarik? Hanya iklan. Eh, tunggu.. iklan ini.. iklan susu untuk ibu hamil .__. Iklan berikutnya, iklan bedak tabur untuk bayi dan iklan susu untuk bayi dan balita. Aah.. aku tahu isi pikiran namja di sampingku ini.

“Ra-ah..” Taemin memanggiku pelan, aku menoleh dan tidak mendapati wajahnya menatapku. Taemin masih melihat televisi yang telah menampilkan siaran berita kembali.

“Kau kenal istri Eunhyuk hyung kan?” aku pun mengangguk dan menyuapkan sedikit bubur kemulutku. Sepertinya pembicaraan ini agak berat.

“Memangnya ada apa dengan Ayako, Min-ah?” kali ini Taemin beralih menatapku setelah mematikan(?) tivi, suasana di ruang makan ini jadi serius sekali ._.

“Kau tahu kalau Hyunjoon noona sedang hamil enam bulan kan?” Lah? Kenapa Hyunjoon onnie? Hyunjoon onnie kan istrinya Changmin oppa, tadi dia bertanya tentang istrinya Eunhyuk oppa yang jelas-jelas namanya Ayako. Jadi bingung.

“Ayako juga, maksudku bukan enam bulan, tapi baru satu bulan..” eh?

“Maksudmu?”

“Ayako juga hamil, kata Eunhyuk hyung kemarin usia kandungan Ayako sudah satu bulan,” Wah, aku baru tahu kalau Ayako menyusul Hyunjoon onnie. Mau melahirkan bersama ya? Eh, beda bulan tapi ya?

“Miho noona juga sudah punya dua anak, Jungho 10 tahun dan Jungmi masih tiga tahun kan? Lalu Raena noona sudah punya Jinho, umur Jinho enam tahun kan?” aaah aku semakin mengerti. Kali ini suara Taemin seperti orang yang putus asa. Aku jadi tidak tega sendiri mendengarnya.

“Iya, memangnya kenapa Min-ah?” pura-pura tidak mengerti sajalah. Aku malu kalau harus menebak langsung.

“Ng.. itu.. kita.. kapan Ra-ah?” oke, pertanyaan ini cukup membuat wajahku memerah seperti tomat! Aigo~ dia benar-benar menanyakan hal ini >///<

“Kapan apanya?”

“Aish jinja! Kapan kita punya anak Ra-ah?!” Taemin mengguncang bahuku kuat seakan-akan dia adalah orang yang frustasi. Untung saja aku tidak sedang memakan bubur tadi, kalau tidak, wajahnya sudah penuh semburan bubur sekarang.

“Aaah mianhae Ra-ah..” kesadarannya seperti kembali dan dia berhenti mengguncang bahuku. Aku hanya mengangguk dan memberikannya air putih, mungkin dia butuh itu. Aku memaklumi tindakannya tadi. Usia pernikahan kami sudah mau memasuki tahun kedua dan kami belum mencoba untuk menghadirkan ‘anggota baru’ di rumah besar ini. Bukannya tidak mau, hanya saja kami sama-sama sibuk, siapa yang mau mengurus anak kami nanti?

Ah aku belum menyebutkan kalau aku ini editor di sebuah majalah ya? Memang kerjaku tidak sampai larut malam, tapi kan tetap saja sibuk T_T

“Mau bagaimana lagi Min-ah, kita berdua sibuk, aku tidak mau yang mengurus anakku nanti orang lain, jadi aku pikir sekarang belum waktunya, aku juga.. belum siap..” aku menundukkan kepalaku, merasa bersalah padanya.

“Arasseo~ Mianhae..” Taemin mengelus(?) rambutku lembut sementara tangan satunya lagi menggenggam tanganku erat. Aku tersenyum karena perlakuannya ini, senyum yang ia tunjukkan mengurangi rasa bersalahku.

“Aku hanya iri Ra-ah..” tatapan mata Taemin kembali lesu, dia melepas genggaman tangannya dari tanganku. Taemin menopang dagunya dengan kedua tangan di atas meja makan. Aku pun mengikuti kegiatannya itu, berniat untuk mendengar ceritanya kali ini.

“Aku pernah melihat Changmin dan Hyunjoon keluar dari sebuah klinik, sepertinya habis periksa kandungan Hyunjoon. Changmin hyung terlihat sangat gagah waktu itu, dia menggandeng Hyunjoon ketika berjalan dan sesekali mengusap perut Hyunjoon. Ketika akan masuk mobil, Changmin hyung dengan sigap membukakan pintu.. aku juga ingin melindungimu seperti itu Ra-ah..”

“Aku juga pernah tidak sengaja melihat Raena noona, waktu itu dia sedang menunggui Jinho pulang sekolah. Ketika Jinho melihat eommanya, Jinho langsung memeluk Raena noona dengan senyum yang manis, lalu Kyuhyun hyung muncul dari dalam mobilnya sambil menunjukkan sebuah mainan, wajah Jinho semakin lucu.. aku juga ingin memberikan hadiah dan kejutan pada anakku seperti itu..”

“Kemarin Miho noona dan anaknya yang berumur tiga tahun itu mengunjungi Jungsoo hyung di kantor. Wajah Jungsoo hyung langsung sumringah saat menggendong anaknya itu, ditambah lagi anaknya mengucapkan kata ‘appa’ pada Jungsoo hyung, bahagianya bukan main.. aku jadi iri Ra-ah.. aku juga ingin di panggil ‘appa’..”

Mendengar ceritanya ini, aku jadi sangat merasa bersalah padanya. Istri macam apa yang tidak siap punya anak padahal sudah menikah? Aish, aku harus bagaimana?

Dia ingin melindungiku seperti yang dilakukan oleh Changmin oppa pada Hyunjoon onnie? Tidak bisa, aku saja tidak sedang hamil. Dia ingin memberikan hadiah seperti yang dilakukan Kyuhyun oppa pada Jinho? Dia ingin dipanggil ‘appa’ seperti Leeteuk oppa? Hmm.. sepertinya bisa. Baiklah, cara itu saja!

“Mm.. Min-ah, aku ada ide!” Taemin langsung menatapku dengan tatapan sumringah. Matanya berbinar-binar seperti anak kecil yang sedang melihat mainan yang diincarnya. Oke, aku tahu isi pikiran mesum suamiku ini, lebih baik aku langsung katakan saja sebelum dia berpikiran yang macam-macam.

“Bagaimana kalau kita pinjam anak Miho onnie saja? Jungmi saja, kan masih tiga tahun Min-ah, otthe?” Ya, aku berencana untuk ‘meminjam’ anak Miho onnie, untuk mewujudkan ‘impian’ Taemin sekalian berlatih menjadi eomma yang baik sebelum aku memutuskan ingin memiliki anak dalam waktu dekat atau tidak.

“Ah! Ide bagus! Sekalian kau berlatih menjadi seorang eomma!” Kami berdua pun melakukan high-five dengan sangat semangat. Oke, saatnya meminta izin.

***

@Park’s House

11am

Aku dan Taemin sudah sampai di depan pagar rumah keluarga Park. Rumah yang bergaya mediteran ini begitu indah dan rapi. Ini dikarenakan Miho onnie yang rajin merawat rumahnya sendiri sekalipun tukang kebun dan pelayan mereka ada banyak.

Taemin turun dari mobil dan menghampiri bel rumah ini. Tumben pagar tinggi rumah ini tertutup, apa butik Miho onnie sedang tutup ya?

“Annyeong.. Taemin di sini~”

“Ah, Tuan Lee? Tunggu sebentar..”

“Kamsahamnida Yang ahjumma..” Taemin pun masuk kembali ke mobil kami. Yang ahjumma –kepala pelayan di rumah ini- memang sudah mengenal kami. Beliau mengenal Taemin karena rekan kerja Jungsoo oppa, dan beliau mengenalku karena aku sering membantu Miho onnie dibutik kalau sedang tidak ada pekerjaan atau bosan.

Tidak perlu menunggu lama, pagar tinggi rumah itu secara canggih bergeser ala pintu tradisional rumah-rumah di Jepang, otomatis. Terkejut? Aku tidak.

Mobil Ferrari merah milik Jungsoo oppa dan Audi hitam milik Miho onnie yang bertengger(?) di halaman luas rumah ini memantapkan niatku untuk meminjam Jungmi hari ini, mereka berdua ada di rumah.

Taemin memarkir Ford kami tepat di depan pintu utama rumah ini. Taemin menyerahkan kunci mobil pada Jang ahjussi untuk diparkirkan. Yang ahjumma telah menyambut kami dengan senyum ramahnya dan memersilahkan kami untuk langsung menuju ruang tamu utama.

Aku dan Taemin duduk di ruang tamu utama itu. Kalau kalian pertama kali ke sini, mungkin akan mengira kalau ini adalah istana. Keluarga Park ini menyewa desainer interior(?) terbaik di Seoul untuk rumah mereka.

“Sungra?” Aku dan Taemin menolehkan kepala ke atas, terlihat Miho onnie yang sedang menggendong Jungmi turun dari tangga. Pakaian Miho onnie terlihat sangat santai, seperti ingin pergi ke pantai saja.

“Tumben tiba-tiba ke rumah, waeyo?” Miho onnie duduk dihadapan kami sambil memangku Jungmi, anak perempuan itu malah asyik memainkan ujung rambut eomma-nya.

“Kami ingin meminjam Jungmi, kami ingin merawatnya setidaknya sehari saja onnie, boleh tidak?” tanpa basa-basi lagi aku mengutarakan maksud kedatangan kami. Asal kalian tahu saja, wajah Taemin sudah harap-harap cemas sekarang. Aku jadi bingung, dia ini ingin sekali punya anak ya?

“Mwoya? Ahahhahahaha.. kalian ini ada-ada saja! Meminjam Jungmi untuk kalian jadikan ‘anak’ kalian huh? Shireo!” mendengar itu, Taemin langsung muram. Aku juga kecewa, kesempatan kami hilang.

“Lagi pula, kami ini ingin berlibur ke Bali. Kau tidak lihat pakaianku?” Aku dan Taemin meneliti tampilan Miho onnie yang memang sangat santai, berbeda dari kesehariannya yang tidak lepas dari Alexander McQueen ataupun Dolce and Gabbana-nya. (author ngarang bebas)

“Yo! Taeminnie!” sekali lagi kami mendongakkan kepala ke atas, ke arah tangga tempat Jungsoo oppa baru saja turun bersama Jungho dibelakangnya yang sedang asyik mendengarkan lagu melalui headphone  eksklusif GD&TOP di video Knock Out.

“Kami akan pergi ke Bali, kalian mau ikut?” Jungsoo oppa mengambil tempat di samping istrinya dan bergantian memangku Jungmi, sedangkan Jungho duduk di sebelah Miho onnie. Oke, aku seperti sedang melihat potret keluarga bahagia di hadapanku saat ini -__-

“Jungsoo-ah, mereka bilang ingin meminjam Jungmi sebagai anak sehari loh..” Miho onnie merapatkan duduknya dengan Jungsoo oppa dan melingkarkan tangannya di leher Jungsoo oppa. Alis Jungsoo oppa bertaut ketika mendengar omongan Miho onnie, mungkin dia bingung.

“Oh tidak bisa, kami akan liburan ke Bali, jadi harus lengkap. Lagi pula.. kenapa tidak buat langsung saja? Hhehe..”

Sial -__-“

“Iya, kenapa tidak buat sendiri saja he? Hhehhe..” Miho onnie pun menimpali apa yang dikatakan oleh Jungsoo oppa. Pasangan yang kompak menyangkut hal ini.

“Aigo~ lihat itu, muka mereka memerah! Hhahhahahaha” kami jadi bahan ledekaaaaaaann!! T^T

“Aah.. yasudahlah hyung, kami pulang dulu. Selamat berlibur!” Aku mengikuti Taemin berdiri dan membungkuk ke arah pasangan itu.

Jang ahjussi sudah menunggu kami di pintu rumah ini dengan mobil kami yang sudah terparkir di depan pintu. Taemin langsung meraih kunci yang diberikan oleh Jang ahjussi lalu kami melambaikan tangan ke arah keluarga besar Park itu.

“Jangan lupa oleh-oleh ya onnie, oppa!” aku pun masuk ke mobil dan langsung pulang. Gagal deh .__.

@Babtol

Aku dan Taemin memutuskan untuk makan siang di restoran sederhana ini. Selain karena kami kenal dengan pemiliknya, lidah kami juga sudah pas dengan makanan di sini.

“Mereka itu bagaimana sih? Buat langsung saja? Memangnya bisa langsung jadi begitu? Aish!” Aku mengaduk-aduk jus-ku tak beraturan. Kesal dengan saran Jungsoo oppa yang tidak masuk akal untuk kami yang hanya ingin mencoba merawat anak kecil sehari.

“Sudahlah, jadi bagaimana? Apa kita mengadopsi anak saja? Kita bisa cari di panti asuhan kalau kau mau..”

“Aku tidak mau, walaupun aku belum siap punya anak bukan berarti aku mau mengadopsi anak Min-ah..” Taemin hanya mengangguk pelan. Aku memikirkan lagi apa yang harus aku lakukan agar keinginan Taemin terwujud walau hanya satu hari. Anak siapa lagi ya?

Aku memandang ke arah luar jendela kaca restoran ini, banyak mobil berlalu-lalang dan para pejalan kaki. Tepat saat aku ingin memalingkan wajah, sebuah mobil Audi putih melaju dengan kecepatan sedang di jalan. Itu mobil Raena onnie. Hmm.. :7

“Min-ah! Ayo cepat habiskan makananmu! Kita harus ke rumah Kyuhyun oppa!”

***

@Cho’s House

Kami langsung memasuki halaman luas rumah sederhana ini karena pagarnya belum ditutup, mungkin Raena onnie baru saja sampai.

Jangan membayangkan rumah keluarga Cho ini seperti rumah mewah Jungsoo oppa dan Miho onnie. Rumah ini lebih sederhana karena masih menggunakan kayu, yaah kayu dari pohon Jati terbaik sih .__.

Jung ahjussi menyapa kami ketika kami melewati kumpulan tumbuhan pakis cantik yang sedang dirawatnya. Mungkin rumah ini tidak ada banyak pelayan seperti rumah Miho onnie, tapi tukang kebunnya.. banyak.

“Raena baru saja sampai dari menjemput Jinho sekolah, kalian langsung masuk saja..” kami pun membungkuk ke arah Jung ahjussi dan langsung masuk ke rumah ini. Tidak ada panggilan ‘tuan’ ataupun ‘nyonya’ di sini, jadi jangan heran kalau Jung ahjussi hanya menggunakan nama saat memanggil pemilik rumah ini.

Tanpa mengucapkan salam(?) ataupun meminta izin untuk masuk rumah ini, aku dan Taemin langsung duduk di ruang tamu dan menyantap kue yang bertebaran(?) di sana.

“Eomma~! Ada pencuri kue!” Yak! Aish! Anak ini -__-

Perkenalkan, Jinho. Cho Jinho. Anak ini tidak berbeda dari appa-nya, Cho Kyuhyun oppa. Hobi game, agak cerewet, hobi mengejekku dan Taemin, dan terkadang berkata-kata bijak seperti orang dewasa padahal baru berumur enam tahun. Aku sendiri ragu ingin meminjam Jinho, selain meminta izin pada appa-nya susah, Jinho ini paling tidak suka berpisah dari Raena onnie .__.

“Jinnie~ tidak boleh seperti itu,”

“Jangan panggil aku ‘Jinnie’ di depan orang lain eomma!” akhirnya Raena onnie keluar dari dapurnya, mungkin sedang membuatkan Jinho makanan. Tunggu, ‘Jinnie’? Untuk anak laki-laki itu terlalu imut.

“Waah pengantin baru rupanya, hehhe..” pengantin baru apanya -_-

Raena onnie duduk di hadapan kami berdua, masih lengkap dengan apronnya, aneh. Taemin sudah pergi entah kemana, mengikuti Jinho main perang-perangan mungkin.

“Onnie..”

“Ne?”

“Pinjam Jinho~”

Hening. Tidak ada jawaban apa-apa dari Raena onnie. Dia hanya menatapku tidak percaya.

“Jinho-ah~ oddiga? Kemari sebentar sayang..” dan tidak butuh waktu lama Jinho yang entah darimana langsung menuju ibunya dan duduk rapat di sebelah Raena onnie yang disusul oleh Taemin duduk di sebelahku. Baju rapi Taemin tadi pagi berubah kusut, mereka main apa sih?

“Kau sudah bilang ke Raena noona Ra-ah? Apa katanya? Boleh?” bisik Taemin padaku. Aku hanya mengangkat kedua bahuku, tanda tidak tahu.

“Jinnie~ kau mau ikut Sungra ahjumma dan Taemin ahjussi tidak?” Langsung ditanya begitu mana mau Jinho-nya onnie! T_T

Jinho tidak mengeluarkan ekspresi apapun, selain gelengan kepalanya. Tuh kan, mana mau dia lepas dari eomma kesayangannya itu.

“Tapi Taemin ahjussi punya banyak game untukmu loh, di rumah mereka juga ada komik yang baaanyak sekali, bagaimana?” eh? Raena onnie membujuk Jinho?

“Eomma mengusirku?”

“Tidak mungkin eomma mengusir anak kesayangan eomma ini~ Eomma hanya ingin kau membantu pasangan baru di depan kita ini, kau suka membantu orang seperti appa kan Jinho-ah?” rayuan bagus! Jinho itu memang sangat terobsesi dengan appa-nya sendiri yang seorang dokter terkenal, dan Jinho hanya tahu kalau seorang dokter itu suka menolong orang. *nggak kebayang*

Belum tahu evil appa-nya saja (“-_-)

“Apa yang bisa aku bantu eomma?”

“Jadi anak mereka untuk beberapa hari, otthe?”

“MWO?!”

***

Aku tidak menyangka Raena onnie akan meminjamkan Jinho untuk dua hari, padahal aku hanya bilang ingin meminjam Jinho tanpa embel-embel apapun. Taemin juga sepertinya senang sekali, karena mendapat ‘anak dadakan’ hari ini. Sekarang aku tidak mau membayangkan bagaimana cara Raena onnie memberi pengertian pada Kyuhyun oppa, menyeramkan.

“Jinho-ah, kau mau kemana? Mau jalan-jalan?” Taemin berusaha mencairkan suasana yang masih canggung ini. Raena onnie ‘meminjamkan’ Jinho selama dua hari pada kami, yang berarti besok malam harus ‘dikembalikan’, makanya Jinho masih cemberut.

“Pulang ke rumahmu saja hyung~” aah perlu kalian tahu, Jinho memanggil Taemin dengan sebutan ‘hyung’, sedangkan aku, ‘ahjumma’, apa aku telihat setua itu? -____-“

“Okay Captain Cho!”

***

@Lee’s House

“Jinho-ah, coba panggil aku appa!” tanpa ekspresi Jinho menggeleng. Saat ini kami sedang makan malam bersama di rumah dan aku yang memasak. Taemin dengan girangnya meminta Jinho untuk memanggilnya ‘appa’ padahal sudah tahu Jinho itu ‘penggemar berat’ appa-nya, Kyuhyun oppa.

“Yaaah~ tolonglaah, selama kau tinggal bersama kami saja.. Aku sebagai appamu, dan istriku ini sebagai eommamu, otthe? Yayaya~” Taemin memasang jurus puppy eyes-nya pada Jinho, yang aku yakin akan menjadi bahan ejekan Jinho.

“Hyung menyuruhku memanggil hyung ‘appa’? Benahi dulu ekspresi hyung itu..” ucap Jinho sambil menyeruput susunya sampai habis. Setelah itu dia langsung turun dari tempat duduknya dan masuk ke kamar yang sudah disiapkan untuknya.

Aku melihat Taemin yang masih makan dengan lahap setelah ‘ditolak’ mentah-mentah tadi. Apa dia tidak sedih?

“Besok, kita jalan-jalan sepuasnya Ra-ah! Akan aku buat anak itu bertekuk lutut pada kita! Hahahha,”

To Be Continued :p

saya balik lagi dengan ff gaje :3

mencoba memakai beberapa merk, harapannya sih nggak kelihatan terlalu gimana gitu >< soalnya ceritanya disini semua dari kalangan ‘atas’ XD

mohon kritik dan saran, jika ada kesamaan harap dilaporkan pada pihak berwajib, saya(?) hehhehe.. kidding~

Advertisements