Tags

, , ,

Holaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ^^

saya balik lagi, kali ini bukan dengan KyuAn series kok, ahaahhaha #geje

This is for Aya-chan, pairing with her Monkey :3 dan semuanya Ayako Pov, jadi semoga nggak bingung, oke? 🙂
yang agak gimanaaa gitu sama cerita romance, yaaah harap maklum (_ _) ehehe

genre : romance, friendship(?)

Rating : mollaaaa~ 😛

Enjoy ya reader 🙂

Hope you’ll like it! ^^

—- —- —- —-

“Yak! Satu kali lagi Aya-chan!”

Ckrek

“Oke! Good job! Kerjamu hari ini luar biasa Ayako! Kau sangat mendalami pemotretan hari ini!” Changho oppa -fotografer kami- menepuk pundakku bangga. Aah akhirnya berakhir juga pekerjaanku hari ini. Pemotretan majalah yang melelahkan! Mana temanya sesuai dengan keadaankku pula!

Ah, kenalkan, namaku Masami Ayako dan aku bukan orang Jepang asli. Tahu pernikahan antarnegara? Aku salah satu hasilnya. Sebenarnya aku masih muda, baru saja lulus dari sekolah menengah atas, tapi aku memiliki pekerjaan sampingan. Ya, hobiku dalam bidang modelling membawaku pada suatu agensi majalah untuk dijadikan model mereka. Aku memiliki seseorang, aaah sudahlah.

Aku beristirahat di pojokan ruangan pemotretan. Belum berniat untuk pulang padahal ini masih siang. Aku mengambil handphone-ku dari dalam tas. Tidak ada SMS atau Missed Call sama sekali darinya. Apa dia tidak merindukanku ya?

Ah, ngomong-ngomong soal merindukan seseorang, itu adalah tema pemotretan hari ini. Makanya, aku mendalami sekali. Aku memang sedang merindukan seseorang. Sudah lama, sangat lama kami tidak pernah bertemu. Terakhir hanyalah SMS darinya yang mengabarkan kalau dia akan pulang ke Korea setelah SMTown Paris-nya. Tapi sampai sekarang, tidak ada kabar lagi.

Mendatangi dorm-nya? Itu akan menimbulkan masalah. Mendatangi Sukira? Dia belum menggantikan Yesung oppa. Datang ke kantor SMent? Nanti aku dikira ingin menjadi artis. Ketika jadwalku sekarang kosong karena semua pemotretan sudah aku lakukan, malah jadwalnya yang padat. Saat jadwalku padat, malah jadwalnya semakin padat! Aaaaa ini menyiksaku!

Drrtt.. drrtt..

From : Sungra ^^
Hei, kau ada waktu tidak?
Aku punya ice cream yang kita incar kemarin!
Ke restoran yaa sekarang ^^

Ah iya, daripada aku tersiksa sendiri merindukannya, lebih baik aku ke restoran saja. Suasananya lebih nyaman daripada di sini.

“Changho oppa, aku pulang dulu ya! Semuanya, aku pulang! Annyeonghigaseyo yeorobun!” Kami semua membungkukkan badan, dan setelah itu aku langsung melesat pergi dari sana. Semakin cepat aku sampai di restoran lebih baik daripada Sungra tergoda dengan ice cream bagianku.

***

**Restaurant**

“Ayaaaa~! Ayo cepat! Raena onnie sudah melirik ice cream-mu dari tadi loh!” Sungra menggaetku yang baru masuk menuju dapur mereka. Raena onnie ya? Aduh, aku agak canggung dengannya. Raena onnie itu sahabat seseorang, ya, pacarku. Lee Hyukjae. Mereka sangat dekat, bahkan menurutku kedekatan mereka tidak wajar. Eunhyuk -panggilan Hyukjae- bahkan menjadikan foto mereka berdua sebagai display picture handphone-nya. Aku bahkan meragukan kalau dia memiliki fotoku di handphone-nya satu saja mungkin.

“Aniyo! Sungra yang daritadi mencoba memakan punyamu Aya-chan!” Seperti biasanya, mereka berdua ini tidak bisa diam. Sebenarnya Raena onnie hanya menggoda Sungra, katanya sih hobi melihat pipi Sungra yang chubby kalau sedang kesal dan akan mencari kesempatan untuk mencubitnya, sepertinya itu derita anak tunggal ya, hhehe.

Hmm.. aku mengenal Raena onnie dari Sungra karena mereka bekerja di tempat yang sama, setelah itu aku baru mengetahui dari Eunhyuk. Aku juga mengenal Hyunjoon onnie, si penjaga kasir pintar biologi. Aku juga mengenal Chaekyo onnie, koki terhebat dan tercantik di Korea Selatan menurutku, hhehe.

“Aya-chan duduk di sini saja bersama Sungra, aku harus melanjutkan pekerjaan. Selamat menikmati ice cream kalian..” Raena onnie melangkah keluar dapur dengan senyumnya. Sekarang aku berdua dengan Sungra sedang menatap ice cream impian kami yang sudah sangat lama diincar. Tidak begitu istimewa, hanya saja ice cream ini langka. Chaekyo onnie yang masih sibuk memasak hanya menatap kami dengan tatapan anak-hilang-mana-ini?-. Untunglah Chaekyo onnie bukan penggemar makanan manis.

“Kau tahu? Raena onnie yang mendapatkan ini!” dengan santainya Sungra memasukkan ice cream bagiannya ke dalam mulut. Kok aku jadi tidak enak ya? Selama ini aku agak menjauhi Raena onnie karena.. yaah.. cemburu padanya, tapi selama ini dia bersikap baik padaku. Apa aku terlalu berlebihan ya?

“Ya! Makanlah ice cream-mu Aya! Nanti aku yang habiskan looh..hhehe..” Sungra membuyarkan lamunanku. Aku hanya tersenyum, semoga tidak terlihat terlalu memaksa. Apa mereka memang hanya bersahabat ya? Tapi kenapa perilaku Eunhyuk berbeda dengannya. Bilangnya ‘oppa-dongsaeng’, tapi kenapa dia terkadang lebih perhatian dengan Raena onnie? Aish, sudahlah.

Drrtt.. drrtt..

Aku menghentikan kegiatanku mengobrol dengan Sungra sambil makan ice cream karena ada SMS masuk.

From : Hyukkie monkey ^^
Malam ini ada waktu?
Datanglah ke dorm jam 8 malam ^^
Saranghae Aya~

Aku tidak bisa menahan senyumku. Akhir-akhir ini dia lebih sering mengucapkan ‘Saranghae’ untukku. Lebih sering? Iya, dulu dia mungkin akan sangat sulit mengucapkan kata ‘Saranghae’. Tapi tunggu, dia ada waktu! Akhirnyaaa~ ><

To : Hyukkie monkey ^^
Ada kok ^^
baiklah, aku akan datang
Na do~

“Dari siapa Aya-chan? Kau senyum-senyum sendiri daritadi! Menyeramkan! Hahha!” Sungra tertawa dengan mulut yang masih penuh dengan ice cream. Aku pun mencoleknya wajahnya dengan sisa ice cream-ku yang memang sudah habis. Jadilah kami berperang ice cream sekarang! Biarlah, aku sedang senang sekarang! Hehhe..

“Sungra, onnie bisa pinjam Ayako? Ada yang ingin onnie bicarakan..” Raena onnie tiba-tiba muncul dari balik pintu dapur. Sungra sepertinya merasa heran dengan ini, tapi memberikan isyarat padanya agar membiarkan aku berbicara berdua dengan Raena onnie.

Raena onnie mengajakku berbicara di ruang ganti mereka. Aku jadi gugup. Aku selalu berprasangka macam-macam dengan Raena onnie, apa dia tahu? Apa dia akan memarahiku? Ah tidak mungkin, aku yang seharusnya marah, dia merebut perhatian Hyukkie dariku, dan aku adalah pacarnya Hyukkie jadi wajarkan kalau aku marah?

“Aya-chan.. bagaimana kabarmu?” Aku yakin Raena onnie hanya basa-basi. Dia pasti bisa melihat sendirikan kalau keadaanku baik-baik saja?

“Baik-baik saja onnie..” jawabku datar. Aku.. jujur saja agak kesal. Mianhae onnie..

“Mm.. Aish! Aku tidak bisa basa-basi! Kau jangan cemburu dengan kedekatanku dan Hyukkie eh Eunhyuk oppa ya Aya-chaan.. jebaaal.. aku merasa tidak enak denganmu..” Aduh, wajah memelas Raena onnie ini sulit untuk ditolak -__-” Mana tega aku jika wajahnya sudah memelas, seperti anak kecil .__.

“Ah, ehm.. itu.. sebenarnya.. aku.. cemburu..” Kenapa aku yang gugup? Aish, bagaimana sih? Akhirnya aku memilih untuk menatap lantai saja daripada Raena onnie melihat jelas kegugupanku.

“Ayako-chan, lihat aku..” Entah karena apa, aku menurut saja. Pandangan kami bertemu. Tidak ada tatapan yang mengerikan sama sekali, tatapan Raena onnie sangat menenangkan, seakan-akan ingin meyakinkanku akan sesuatu.

“Dengar dan percaya padaku. Seorang Eunhyuk mungkin memperhatikanku, tapi seorang Lee Hyukjae, dia hanya mencintai Masami Ayako..”

***

@night, 8pm

**SJ’s Dorm**

Aku menarik nafas dalam sesaat sebelum memasuki apartemen mereka. Apa yang direncanakan Hyukkie?

Ting Tong

“Kalau kau Ayako, sebutkan nama panggilanmu untukku!” Wajahku hanya begini -___-“. Dia ini.. sejak kapan jadi seperti ini?

“Monyet jelek! Buka pintunyaaa!”

“Kau ini tidak bisa romantis sedikit ya?” Pintu pun terbuka dan menampakkan wajah masam Hyukjae gara-gara aku ejek tadi, lucu sekali! Eh, tunggu dulu, dia tidak mengajakku masuk? Dia malah mengajakku menaiki lift! Mau kemana ini?!

Ting

Hyukjae menarik tanganku untuk langsung keluar dari lift, tapi ternyata kami belum sampai di tempat tujuannya. Kami masih harus menaiki tangga yang lumayan tinggi. Entah mau kemana, yang pasti kakiku sudah sakit karena aku memakai sepatu heels lumayan tinggi. Aish, kalau tahu akan seperti ini lebih baik aku pakai flat shoes saja tadi!

“Lepaskan saja..” Hyukjae berhenti dan menunjuk alas kakiku, yasudahlah, lebih baik lepas daripada kakiku harus lecet atau terkilir.

“Hup!”

“Ya!”

Omo! Omo! Omo! Pipiku aku mohon jangan merah! Aku mohon! Jantungku! Omo~ jantungku! Bisa lebih tenang tidak?! Aah nafasku! Aigo~ kenapa tiba-tiba beginiiiii ><

“Kalau tidak seperti ini, kita akan lama sampainya Aya~” Hyukjae menatapku yang sedang mengatur kelanjutan hidupku. Kalian ingin tahu? Dia menggendongku dengan bride style-nya! Aku sudah seperti putri-putri di negeri dongeng saja kalau seperti ini!

Akhirnya dia mulai menaiki tangga. Entah kenapa waktu seperti berjalan sangat lambat sekarang. Aku senang? Tidak, aku bahagia! Caranya menggendongku, memperhatikanku, dan caranya menyebutkan namaku tadi, apa Hyukkie-ku sudah berubah?

“Yap, sudah sampai!” Perlahan Hyukjae menurunkan tubuhku, dan itu rasanya seperti menurunkan kebahagianku. Aku melihat sekeliling, ternyata dia membawaku ke atap apartemen ini ya. Langit malam disertai angin malam yang lumayan dingin menyambutku. Kesialan yang kedua, aku hanya memakai dress sekarang -___-“

“Pakai ini..” Hyukjae memberikanku jaket tebalnya dan dia hanya mengenakan kaos V-neck andalannya.

“Aya~, kita duduk di sana saja,” kembali, Hyukjae menggenggam tanganku erat. Kami mendekati pinggiran atap dan duduk agak jauh dari sana. Hyukjae mengeluarkan sapu tangannya dan membersihkan tempat yang akan aku duduki. Setelah itu, dia mengeluarkan sarung tangannya, memakaikan salah satunya dengan tangan kiriku, dan satunya lagi untuk tangan kananya. Selanjutnya? Aku malu mengatakannyaa.. dia menggenggam tangan kananku dengan tangan kirinya, dan dan memasukkan tangan kami di jaketnya yang aku kenakan. #belibet

“Sayang sekali, bintangnya sedikit..” kata Hyukjae tanpa menoleh padaku. Jujur saja, suasana seperti ini yang aku tunggu-tunggu berdua dengannya. Biarlah bukan di tempat romantis, biarlah bukan di restoran mahal, yang terpenting bersamanya, dengan sikapnya yang aku sukai.

“Bersandarlah..” Hyukjae menepuk-nepuk bahunya, menyuruhku untuk bersandar di sana. Aku pun menurut, karena memang ini yang aku inginkan. Nyaman.

“Aya~”

“Ng?”

“Saranghae..” kata-kata itu menghangatkan hatiku. Aku tidak menyahut, karena sepertinya Hyukjae ingin melanjutkan perkataannya lagi.

“Maafkan aku, selama ini aku membuatmu tidak nyaman bersamaku dengan membahas orang lain..” Hyukjae menghela nafasnya berat. Ternyata membahas ini ya? Tapi, semenjak aku berbicara dengan Raena onnie tadi siang, entah kenapa semua kekesalanku hilang, dan keyakinanku akan perasaan Hyukjae padaku kembali.

“Gwenchana..” jawabku pelan. Hyukjae sedikit terkejut dengan jawabanku. Yang dia tahu, selama ini aku selalu tidak nyaman dengan sikapnya yang itu, membahas Raena onnie.

“Tidak, aku tidak bisa dimaafkan Aya~, aku pasti membuatmu kesal setengah mati selama ini..” suaranya terdengar putus asa. Hyukjae menundukkan kepalanya. Aku kembali ke posisi semula, menegakkan kepalaku dan menangkupkan pipinya dengan tanganku.

“Gwenchana, Lee Hyukjae, aku tidak kesal.. mungkin benar aku kesal, tapi itu dulu.. percaya padaku..” Aku tersenyum tulus agar dia percaya dengan kata-kataku dan dibalas oleh gummy smile-nya yang sangat aku sukai.

“Gomawo..” dengan satu kali tarikan tangannya, dia berhasil memelukku erat. Aku pun membalas pelukannya.

“Kau tahu? Memelukmu seperti memeluk dunia..” ucapnya disela pelukan kami. Ya ampun, gombalannya ini tidak pernah habis ya? Tapi aku suka ^^

“Ah! Kau harus melihat ini!” Hyukjae melepaskan pelukan kami dan merogoh saku celananya, mengambil handphone-miliknya dan dengan bangga menunjukkan sesuatu padaku.

She is mine?” Aku mengeja sebuah nama pada kontak handphone-nya. Aku mengernyit heran, masih belum mengerti dengan maksudnya. Setelah dia menyuruhku untuk memerhatikan lebih detail, barulah aku mengerti. Itu user nameku ternyata, hhehe.

“Ya! Itu terlalu berlebihan Hyukkie-ah!” Aku memukul lengannya pelan, tapi dia malah semakin tersenyum melihat ekspresiku.

“Tidak akan aku ganti! Ah, ada lagi!” Hyukjae kembali mengutak-atik handphone-nya, setelah itu dia menunjukkannya padaku.

“Tadaaaa!”


Omo! Kapan dia punya foto ini?! Aku saja tidak sadar saat di foto! -___-”

“Ini baru satu, masih baaaaanyak fotomu yang aku ambil secara diam-diam! Hhahha..” Hyukjae tertawa keras. Aish, dia ini merusak suasana saja! Lihat saja, aku sedang apa itu?! Aduuh aku saja lupa!

“Aya~ kita berfoto bersama yaa..” Hyukjae merangkulku. Aku pun sudah bersiap, kapan lagi coba? hehhe..

“Hana.. dul.. cup~”

Aku menoleh ke arah Hyukjae, dan dia bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa tadi. Kalian tahu? Dia mencium pipiku saat difoto ^^

“Lihat, bagus kan?” Hyukjae menunjukkan display picturenya padaku. Foto kami berdua.

“Aiyaya.. Aya~ jangan menangiis, waeyo? Kau tidak suka? Akan aku ganti..” Hyukjae bodoh! Aku terharu, makanya aku menangis..

“Aku senang, babo! Jangan digantii..” Aku merebut handphone-nya dan sesuatu yang tidak diduga terjadi lagi. Hyukjae menahan tanganku, menurunkannya perlahan. Kemudian, aku bisa merasakan nafasnya di wajahku. Semakin dekat, dan yaah.. tidak usah diperjelas.

Dia melakukannya hanya sebentar. Saat perlahan dia menjauhkan wajahnya dariku, senyumnya mengembang yang tentu saja aku juga tersenyum.

“Saranghae..” Hyukjae menatapku tepat di manik mata. Menunjukkan ketulusannya yang terbesar.

“Katakan sekali lagi..” Hyukjae menggeleng, menunjukkan raut wajah sedih, atau apa? Kenapa dia tidak mau mengucapkannya sekali lagi untukku?

“Aku tidak mau mengucapkannya sekali lagi Aya~, aku ingin mengucapkannya berpulu-puluh kali lagi, beratus-ratus kali lagi, berjuta-juta kali lagi, sampai kau merasa bosan untuk mendengarnya, karena aku pastikan padamu, aku tidak akan pernah bosan mengucapkan kata ‘Saranghae’ untukmu.. Aya~ Saranghae..” dan alunan suara lembut Hyukjae menemani malam terindah bagiku, ah ani, bagi kami. Aku rasa, aku juga tidak akan merasakan cukup satu kata ‘Saranghae’ darimu, Lee Hyukjae.

I dont know it is but I love you, I love you, I love you
I dont know what you do but I love you, I love you
Oh baby,
Baby, I dont know what it is but you drive me crazy
And every time I’m around you girl it feels amazing
And I’m on my best behavior,
When I’m with my baby, cause I can’t lose my baby, ooh..
I don’t met a lot girls in my life but they not like you noo
I’ve been with the best and baby you the best of the best you’re the greatest oh hohoo..
I dont know it is but I love you, I love you, I love you
I dont know what you do but I love you, I love you
Oh baby ^^

FIN

Aaaaaaaaaaaaa!!!

FF ini kok bikin aku senyum” sendiri sih?! ._____.v kayaknya bener kata Sungra, saya labil #nangisdipojokan

Anyway, semoga kamu suka FF ini yaa Ayako ^^ gimana picture-nya? suka nggak? mian, onnie masih amatir sama yang namanya edit-mengedit u,u

buat reader sekalian, semoga kalian suka ^^

akhir kata, mohon kritik dan saran kalian melalui kotak komen 🙂

I Love You All! *ciumreader*

Terima Kasiiiiih ^^

Advertisements