Tags

,

Kami bersiap-siap untuk pulang. Dari hotel tempat kami menginap, kami akan ke bandara sebentar lagi, tapi sebelum itu kami jalan-jalan sebentar sekedar untuk kenang-kenangan berada di Paris.

“Hyung! Gomawo untuk yang kemarin! Hhehe..” dengan riang Taemin memamerkan handphone-nya dan Key hanya menggelengkan kepalanya. Mungkin anak itu sudah tidak tahu harus bagaimana menghadapi Taemin yang mood-nya bisa berubah drastis seperti itu.

“Hyung, kau dapat darimana nomornya?” dengan semangat Taemin bertanya denganku. Bingung menjawabnya, aku pura-pura tidak mendengar saja ah. Tapi gara-gara anak ini membututiku terus, aku yang tadinya ingin menghubungi Angel tidak jadi melakukannya. Nanti dia mendengar bagaimana?

***

Kami sudah berada di bandara. Semuanya sudah berkumpul untuk menunggu keberangkatan yang sebentar lagi. Aku memutuskan untuk pergi ke toilet untuk menghubungi Angel kalau sebentarlagi aku akan pulang. Kalau disini jam empat sore, berarti disana sekitar jam 8 atau 9 malam kan? Dia belum tidur aku rasa.

Tuut.. tuut..

Lama aku menunggunya menjawab telepon dariku, bahkan dia tidak menjawabnya. Aku mencoba sampai tiga kali pun belum juga dijawabnya. Semoga yang kali ini dijawab, soalnya sebentar lagi kami akan berangkat.

“Ng..?” He? Hanya ‘ng?” Apa dia sudah tidur dan terbangun gara-gara aku?

“Baby, waeyo?” Aku khawatir, dia itu jadwal tidurnya jam 10 malam. Dan lagi, suaranya terdengar serak. Ada apa?

“Ani..”

“Kau tidak apa-apa?”

“Ne..”

“Jinja?”

“Ng..”

“Angel-ah, kau sakit?”

“…”

“Angel-ah?”

“…”

“Baby kau masih disana kan?!”

“…”

“Angel-ah?! Jawab aku!”

Brak!

Tuut.. tuut..

Mwo? Kenapa sambungannya putus? Ada apa dengannya?

“Kyu, ayo! Sudah saatnya berangkat! Kita pulang!” Sungmin hyung menarikku dari dalam toilet dalam keadaan masih kebingungan.

Ada apa dengannya?

TBC..

— — — — — — —

mianhae *bow* u_u

Advertisements