It’s best to break it up
It’s gonna be better for you, move on

Yang terdengar hanya isakan tangismu. Di tengah rintik hujan yang deras, airmata kesedihanmu tidak bisa disamarkan oleh hujan sekalipun. Menyakitkan, melihat gadis yang kau cintai menangis, menangisi keputusan yang aku sendiri tidak akan mampu menjalankannya. Tapi harus, untuk hidupnya.

      Our love itself brings us pain
And I got nothing, nothing to say

Kelemahan cinta kita, terlalu banyak rintangan. Kau bersamaku, akan menderita. Kau bersamaku, akan menelan resiko realita. Kau bersamaku, akan mudah lelah diterjang derita. Kalau itu semua definisi mencintaimu, aku mundur. Aku memilih tersiksa tanpamu secara bathin daripada harus melihatmu penuh darah. Mati.

     I feel the aching trough my body
     It just takes a bigger part of me

Aku memunggungimu. Bersiap untuk pergi dari hidupmu selamanya. Tangisanmu yang semakin menjadi tidak aku hiraukan. Teriakanmu yang menyatakan ingin ikut denganku sudah bagaikan angin dingin hujan ini. Aku tetap saja melajukan mobilku. Aku tetap saja pergi.

Jangan pikir hanya kau yang menderita. Mendengar tangisanmu, seperti ada tetesan jeruk pada hati ini. Mendengar teriakanmu, lebih menyakitkan dibanding peluru pernah bersarang di tubuhku. Dan melangkahkan kaki untuk meninggalkanmu, lebih dari ledakan bom yang pernah membakar kakiku.

     For your sake, I’ll never look back again

Untuk kehidupanmu, untuk kebahagiaanmu, untuk kebaikanmu, Aku tidak akan kembali. Aku tidak akan kembali sekalipun itu hanya untuk satu detik. Aku hina, aku tidak pantas berada di sampingmu. Meskipun begitu..

DOR! DUAR!

     Those hands that embraced me
     Tell me good bye, tell me good bye

Untuk yang terakhir, tolong, ucapkan ‘Selamat tinggal’ untukku.


Credit :

Big Bang – Tell Me Good Bye

Advertisements