Tags

,

assalamu’alaikum ^^
salam sejahtera buat semuanyaaaaa ๐Ÿ™‚

Mmm.. sebenernya nggak yakin sih mau ngelanjutin ff ini, soalnya ff KyuAn itu berdasarkan keadaan asli seorang Cho Kyuhyun, yaah walaupun nggak terlalu ngikutin kegiatan dia sih tapi rasanya ada yang kurang kalo nggak sesuai #bingung

nah, karena sekarang kurang tau kegiatan si BooGyu gimana, jadi mian banget kalo part ini kurang mengena di hati para penontonย reader sekalian m(_ _)m *bow .. maklum, ane bukan pengikut setia Kyuhyun #plak!

oke, enjoy!

Hope you’ll like it! ^^

**3 Juni 2011**ย 

ย  ย  ย Angel Pov

Tidak ada kata tidak bahagia jika kau sudah berkumpul bersama keluargamu. Aah.. aku sangat merindukan suasana ini. Meskipun hanya ada kami berlima disini. Hanya ada Papa, aku, Zidane, Alice, dan Regina. Pagi ini kami sarapan bersama, seperti biasa Alice yang memasak pasta karena kebanyakan dari mereka tidak bisa makan sayuran, sedangkan aku hanya bisa masak sayuran walaupun aku bukan vegetarian.

Sudah 10 hari aku disini, dan aku sangat bersyukur kesehatan Papa semakin membaik. Papa sering mengajakku bercerita dan mengajakku jalan-jalan di sekitar rumah. Jangan tanya apakah hubunganku dengan Papa canggung atau tidak, kami bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

Sebenarnya beberapa hari ini, keadaanku bisa dikatakan “tidak baik-baik saja”. Zidane sering menyebutku ‘Si Pura-pura Hidup’. Apa aku terlihat begitu ya? Aku rasa biasa saja.

“Ah, aku dan Regina berangkat dulu. Aku harus mengumpulkan berkas-berkas kantor dengan cepat hari ini! Byebye!” Alice langsung menciumi pipi Papa dan aku, sedangkan Zidane hanya mendapat lemparan kunci mobil sebelum mereka berdua benar-benar pergi dengan mobil satunya lagi.

“Bersihkan mobil itu!” kata Alice cepat dan langsung pergi mengantar Regina ke sekolah.

Papa hanya tertawa pelan melihat kelakuan kakak beradik yang tidak pernah akur itu, walaupun sebenarnya mereka berdua -Alice and Zidane- sangat memperhatikan keadaan masing-masing.

Setelah selesai sarapan, aku membereskan ruang makan yang dibantu oleh Zidane.

“Tidak ingin melakukan kegiatan wajibmu huh?” Zidane menyenggol lenganku. Aku mengernyit heran, kegiatan wajib?

“Jangan pura-pura lupa.. memandangi laptop setiap hari dengan pandangan kosong, kemudian mematikan laptop, lalu membukanya lagi, mematikannya lagi, dan terakhir kau menangis! Huh, kau pikir aku tidak tahu?” oceh Zidane panjang lebar sambil mencuci piring. Hei! Kenapa dia tahu?

“Kau tahu? Kau seperti kehilangan nyawamu! Ergh.. agak berlebihan memang aku mengatakannya, tapi memang terlihat seperti itu!” Zidane berbicara dengan lantang, sampai-sampai air cucian bercipratan kemana-mana. Aku memandangnya tidak percaya. Selama ini Zidane mengawasi terus ya?

“Kau.. tahu itu..” Aku berhenti mencuci piring dan memutuskan untuk kembali ke kamar. Mendengar ocehan Zidane lebih lama bisa membuatku merasa seperti benar-benar mayat hidup.

***Angel’s Room***

Aku memilih untuk berbaring di kasurku. Menelungkupkan wajahku pada bantal putih besar, biar saja aku susah bernafas, toh selama ini juga aku bernafas dengan tidak benar. Gara-gara memikirkan satu orang saja sudah seperti ini. Aku lemah sekali.

Benar kata Zidane. Mungkin aku sudah keterlaluan dengan memantau kegiatan Kyuhyun di laptop berhari-hari tanpa mau bertanya langsung pada Kyuhyun atau oppadeul lainnya. Ya, aku me-nonaktif-kan seluruh media komunikasiku. Sebenarnya keinginan untuk menghubungi Kyuhyun lagi itu sangat besar, tapi selama beberapa hari aku memantau kegiatannya dari fandom di twitter, dia terlihat sangat bahagia. Wajahnya tidak menampakkan kesedihan sama sekali. Itu yang membuatku tidak mau menghubunginya.

Mungkin, dengan tidak adanya aku, dia bisa lebih bahagia.

Tok tok tok

“Angel.. buka pintunya..” Itu suara tegas milik Papa. Aku langsung bangkit dan mengatur nafas karena daritadi aku menahan nafasku. Dengan cepat aku meraih ganggang pintu dan dengan langkah yang masih tegap Papa memasuki kamarku.

“Ada apa denganmu? Apa kau sakit? Hari ini sudah pagi tapi kau belum membuka jendelamu Angel..” kata Papa sambil membuka jendela kamarku yang langsung disambut oleh pemandangan kebun bunga tulipku.

“Padahal pemandangannya seindah ini..” Papa duduk di kursi yang memang tidak pernah aku pindahkan dari samping jendela agar mudah melihat pemandangannya. Aku masih terdiam menanggapi kata-kata Papa. Pikiranku masih melayang pada kenyataan bahwa Kyuhyun -sangat- baik-baik saja walaupun tanpa aku.

“.. tapi kau malah bersedih,” lanjut Papa. Aku hanya tersenyum tipis sambil menghampiri Papa dan duduk dipinggiran kasurku yang memang berhadapan dengan kursi itu.

“Kau sangat mencintainya Angel?” pertanyaan itu sukses membuatku terkejut setengah mati. Siapa yang dimaksud Papa? Papa kan tidak tahu kalau aku memiliki.. ehm.. pacar.

“Mencintai siapa Papa?” kataku tenang. Berusaha agar suara parauku karena habis menahan tangis -lagi- tidak terdengar jelas oleh Papa.

“Cho Kyuhyun, member Boy Band yang bernama Super Junior. Penyanyi yang sudah membuat uri-Angel bersedih..” aku semakin terkejut sekarang. Papa menggunakan Bahasa Korea?!

“Papa, kau –“

“Panggil aku kakek!” potongnya cepat. Aku hanya mengangguk saking terkejutnya, ah bukan hanya terkejut, tapi aku juga senang. Itu tandanya aku dapat mengobati sedikit kerinduanku akan Korea, selain dia tentunya.

“Kakek, darimana kakek tahu?” jujur saja aku penasaran. Tidak mungkin kan kakekku ini membaca pikiran. Apalagi kakek menyebutkan namanya secara lengkap. Dan dari yang aku tahu, kakek sedikit sensitif dengan orang-orang Korea yang bermarga selain “Kim” yang dekat denganku. Kurang tahu apa alasannya.

“Kau sangat merindukannya?” kakek tidak menjawab pertanyaanku, malah dia bertanya balik dan pertanyaan itu terasa sangat menyesakkan. Aku memang merindukannya, tapi dia tidak, kurasa.

Sebagai jawaban aku hanya mengangguk pelan. Menunduk untuk menyembunyikan semua kesedihan yang mungkin akan sangat terpampang di wajahku. Aku tidak mau kalau kakek sampai tahu ada sedikit lingkaran hitam di mataku karena tidak bisa tidur dan kebanyakan menangis, walaupun sebentar.

“Aah.. marga Kim milikmu mungkin akan hilang kalau bersamanya ya.. Kalian juga tidak cocok kan? Kau akan bahagia di sini tanpa dirinya, dan carilah laki-laki lain, bagaimana kalau kau meninggalka–“

“Tidak mau! Aku tidak mau!” aku langsung memotong perkataan kakek. Maafkan untuk ketidaksopananku, tapi kalau disuruh untuk meninggalkannya aku tidak sanggup. Wajahku langsung mendongak menghadap kakek yang masih dengan santainya memandangi kebun tulip kecilku, tersenyum?

Kakek bangkit dari duduknya, masih dengan senyumannya dan duduk di sampingku. Beliau membelai rambutku pelan, dengan rasa sayang yang mungkin tidak bisa aku deskripsikan.

“Pulanglah, ke Seoul..”

ย  ย  ย Angel Pov end

ย  ย  ย Kyuhyun Pov

@Super Junior’s Dorm

Sepuluh hari tanpa kabar, sepuluh hari tidak melihat wajahnya secara langsung, sepuluh hari tidak mendengar suaranya, sepuluh hari tidak merasakan aroma tubuh dan rambutnya dalam pelukanku, itu semua cukup untuk membuatku gila.

Kami sudah berada di Seoul sekarang. Bersiap-siap untuk album kelima kami dan akan berangkat ke Indonesia besok. Antara semangat dan tidak. Semangat karena ini pertama kalinya kami datang ke Indonesia, dan tentu saja ini adalah momen yang kami tunggu-tunggu untuk bertemu ELF di sana. Tapi semangat itu sedikit terusik, bukan karena jauh, tapi aku ingat Angel. Masakannya, aksennya yang masih kaku saat berbicara bahasa korea, rambut hitamnya, semakin membuatku merindukannya.

Sungmin hyung terus mengataiku “Mayat hidup” selama Angel pergi, Eunhyuk hyung terus menerus mengeluh karena tidak ada yang bisa dia ajak bermain katanya, Ryeowook juga terus menerus mengecek handphone-nya berharap ada panggilan masuk dari Angel. Aku? Aku sudah berusaha semampuku, tapi hasilnya nihil. Tidak ada yang bisa membantuku menghubunginya. I-phone-nya tidak aktif, handphone-nya satu lagi tidak aktif, e-mail dan segala akun jejaring sosial tidak menampakkan dirinya. Bagaimana aku bertahan?

“Kau hebat ya, bisa dengan mudahnya tersenyum saat sedang bertengkar dengan Angel, sepertinya dia benar-benar tidak berarti di matamu. Bagaimana kalau aku saja yang menggantikan posisimu sebagai pacar Angel? Aku jamin dia bahagia!” Eunhyuk hyung menatap layar laptopnya yang menampilkan hasil jepretan Apple Daily. Aku memang tersenyum, tapi dia tidak tahu itu sangat sulit.

“Profesionalisme, dan satu lagi, dia akan selalu bersamaku,” kataku tenang. Aku yang duduk bersebrangan dengannya, tentu saja sambil menatapnya dingin. Aku ingin dia itu sadar sesadarnya kalau Angel hanya milikku, dongsaengnya sendiri.

“Profesionalisme ya? Cish, alasan klasik..” Eunhyuk hyung mencibir, dan kali ini dia menatap mataku tajam. Tidak seperti biasanya. Tiba-tiba Eunhyuk hyung berdiri dan menghampiriku, masih dengan tatapan tajam matanya. Dia menunduk, menyamakan posisi kepalanya denganku yang sedang duduk ini sambil berbisik.

“Kau pe-cun-dang!”

BRAK!

“Kyu-ah! Hentikan!” Teuki hyung menahan tubuhku, sedangkan Sungmin hyung menahan tanganku yang ย sebentar lagi mengenai rahang Eunhyuk hyung. Eunhyuk hyung sendiri masih terlihat santai setelah aku mengebrak meja tadi, tidak ada pandangan takut sama sekali dari wajahnya, bahkan dia langsung melengos pergi seperti tidak ada apa-apa.

“Aku mohon jangan ada selisih paham diantara kita. Besok kita harus memberikan yang terbaik di Indonesia. Kyuhyun-ah, aku tidak tahu ada apa diantara kalian ketika di Taiwan, tapi aku harap kalian tidak mengacaukan semuanya besok! Segeralah minta maaf,” titah Teuki hyung sambil berlalu. Sungmin hyung menatapku, dia hanya menghembuskan nafas dengan pelan.

“Kontrol emosimu, berbaikanlah dengan Eunhyuk..” Sungmin hyung menepuk pundakku dan mengajakku untuk masuk ke kamar, menenangkan diri.

Pecundang? Apa benar aku seperti itu?

ย  ย  ย Kyuhyun Pov end

**4 Juni 2011**

ย  ย  ย Angel Pov

@Angel’s Apartement -afternoon-

Di sinilah aku sekarang. Baru saja pulang beberapa menit yang lalu, bersama Zidane di sini. Kakek memintanya untuk menemaniku pulang, dan juga sekalian Zidane sabagai pemandunya jika dia akan datang ke sini.

ย ย Flashback

“Pulanglah, ke Seoul..” kakek menatapku hangat, ada keyakinan yang besar di sana. Jujur saja, aku senang karena bisa kembali ke Seoul, tapi percuma, Kyuhun mungkin tidak mengharapkan kehadiranku lagi.

“Kakek hanya ingin kau bahagia, dan kebahagiaanmu ada di sana..” kakek berdiri dari duduknya dan menghampiri jendela. Menghirup udara pagi banyak-banyak sambil tersenyum.

“Kakek tidak suka melihatmu murung, ditambah lagi Zidane menceritakan apa yang terjadi.. sebenarnya kakek marah pada laki-laki itu, dia sudah melarangmu untuk bertemu denganku, membentamu, dan sepertinya ingin menguasaimu secara keseluruhan..” kakek berhenti sejenak, beralih menatapku. Aku bingung kata-kata apa lagi yang akan dikeluarkan oleh kakek, membuat penasaran.

“.. tapi melihat sorot matamu yang kosong itu, kakek tidak tega untuk membiarkanmu berlama-lama di sini..” Airmataku turun. Bukan sedih, aku bahagia. Kakek sangat mengerti, dan itu membuatku senang.

“Maka dari itu pulanglah besok, kakek sudah menyiapkan semuanya.. kau akan pulang bersama Zidane..” Aku mengangguk semangat dan memeluk kakekku dengan erat.

“Gomapsumnida haraboji-ah..” mungkin tidak terdengar jelas karena aku mengucapkannya sambil menangis. Beliau mengusap punggungku penuh sayang.

“Cheonmaneyo Raena-ah..” Aku mendongakkan kepalaku dan menatap kakek bingung. Raena? Nugu?

“Itu nama Korea-mu.. Sama sepertiku yang memiliki kata ‘Rae’ , dan ‘Na’ diambil dari kata ‘Hana’ yang berarti ‘Satu’, karena kau lah satu-satunya yang dimiliki oleh ibu dan ayahmu..” jelas kakek yang membuatku terperangah. Kim Raena, nama yang indah.

“Ah iya, kakek akan segera menemui Cho Kyuhyun itu, akan aku ajak bertanding bernyanyi dia! Hhahaha..” aku pun ikut tertawa. Jiwa muda lelaki tua yang aku panggil Kakek ini tidak pernah padam sekalipun umurnya sudah 67 tahun.

“Jangan terlalu bersemangat! Bisa-bisa gigi kakek lepas semua! Hhaha..” sejenak aku melupakan kesedihanku, kakek adalah orang yang hebat.

ย ย Flashback end

Yaah begitulah. Aku jadi tahu kalau aku punya nama korea, Kim Raena. Agak sedikit canggung ketika menyebutkannya tapi aku harus terbiasa. Angel Kim mungkin terlalu unik jika dipakai di sini.

“Aku mungkin tidak bisa lama disini, tuliskan saja alamat apartemenmu ini agar aku dan kakek bisa mengunjungimu..” Zidane menyerahkan kertas putih dan pulpen padaku. Dengan segera aku menuliskannya dan langsung menyerahkannya pada Zidane. Dia harus kembali ke Taiwan sekarang, mengurusi perusahaannya.

“Hati-hati, seringlah berkunjung oppa!” Aku sedikit nyengir karena Zidane pasti tidak tahu arti dari ‘oppa’, dan benar saja, saat hendak membuka pintu dia langsung berbalik, menampakkan wajah bingungnya.

“Itu artinya ‘kakak’, sudah, hati-hati Mr. Big!” Aku memeluknya erat, saudara sepupu yang sangat berharga bagiku. Dia pun berbalik dan langsung pergi. Aku sendirian lagi.

Hari ini mereka ada di Indonesia. Lebih baik, jangan bertemu dengannya dalam waktu dekat. Aku belum siap. Aku takut aku akan bertindak aneh dengan menendangnya karena kekesalanku masih berbekas sedikit, lalu memeluknya erat karena merindukannya. Memikirkannya saja aku tidak sanggup.

ย  ย  ย Angel Pov end

ย  ย  ย Kyuhyun Pov

@Airplane

Sebentar lagi kami akan sampai di Indonesia. Semua member Super Junior sangat antusias. Sayangnya Donghae hyung sudah duluan dan Siwon hyung tidak ikut karena dramanya.

Mengenai aku dan Eunhyuk hyung, kami berdua sudah damai. Walaupun sedikit susah untuk berbicara dengannya karena dia beranggapan dia yang benar, dan memang dia benar.

Sebenarnya sebelum pergi tadi aku agak kesal. Sungmin hyung tidak mengizinkanku untuk pergi ke apartemen Angel, kegiatanku ketika sampai di Seoul. Aku hanya ingin melepas rindu dengan memeluk bantal miliknya, tapi Sungmin hyung bilang kami harus cepat. Padahal aku mempunyai firasat kalau Angel-ku sudah ada di sana.

“Sebentar lagi kita sampai, bersiaplah..” Teuki hyung menyadarkanku dari lamunan. Rasanya gugup sekali, baru pertama kali kami ke sini, pasti ramai sekali.

Angel, aku mengingatmu dimana-mana. Apa kau juga merasakan yang sama?

To Be Continued…

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

mianhae ๐Ÿ˜ฅ cerita ini kok kayaknya nggak banget :”( #kenapadipublish?!

hhuhuhuhuhuhu :”'(

kehilangan ide, sebenernya ada, tapi tiba-tiba nguap gitu aja ntah kemana ๐Ÿ˜ฅ

mianhae.. jeongmal mianhaeyo yeorobun ๐Ÿ˜ฅ

gomawo :’)

Advertisements