Tags

haloooo…

mm.. sebenernya lagi nggak mood buat posting, tapi apa daya, nggak ada tempat mengadu (?)

maaf yaa kalo gaje, atau gimanaa gitu.. hhehe ^^

ini cuma Angel Pov kok, dan bisa dianggap ficlet. aku bikin side story, yaa karena yang ini cuma selingan.. hehhe ^^

***Rotterdam, Holland***

@night, Van Houge’s house

Aku baru saja sampai, pukul 11.30 malam waktu setempat. Setelah keluar dari kawasan Bandara Zestienhoven tadi, Zidane langsung membawaku ke rumah Papa dan ternyata Papa sudah tertidur. Alice yang sengaja menginap di rumah Papa menyambut kami, apalagi Zidane yang sudah lama tidak pulang karena mengurusi pekerjaannya di Taiwan. Regina -adik Alice dan Zidane- memelukku erat.

“Kami merindukanmu..” ucapnya padaku. Regina melepaskan pelukannya, kemudian digantikan oleh Alice.

“Kau kembali.. Papa sangat merindukanmu An..” Alice melepas pelukannya dan mengusap pipiku pelan. Zidane merangkul kami bertiga.

“Ya ampun, kita seperti Telletubies ya.. hhaha..” Zidane mencairkan suasana dengan suara tawanya yang khas. Kami pun ikut tertawa karenanya.

“An, istirahatlah dulu.. Kamarmu tetap berada di sana, tidak berubah sama sekali..” Alice tersenyum. Aku hanya mengangguk dan pergi menuju kamarku dulu.

Klek.

Kesan pertama aku melihat kamarku ini, masih sama. Dinding yang dilukiskan pemandangan hamparan bunga tulip tidak pudar sama sekali. Langit-langit kamar yang berlukiskan awan juga masih seindah dulu. Entah kenapa, kamar ini seperti menarikku untuk selalu berada di dalamnya, seperti tidak ingin aku menjauh.

Aku berjalan menuju jendela kamarku. Membukanya perlahan dan membiarkan angin malam kota Rotterdam menerpa wajahku. Kebun kecil bunga tulipku dulu sudah tumbuh besar dan subur sekarang, walaupun sudah malam keindahannya bisa menyedot perhatianku lebih dalam. Aku mengambil kursi kayu yang ada dan memilih untuk duduk dekat jendela, memandang keluar.

Ingatanku melayang pada kejadian tadi siang. Aku dan Kyuhyun bertengkar. Mengingat hal itu membuatku berpikiran macam-macam.

Aku benci pada diriku sendiri karena terlalu mencintainya

Banyak hal yang aku rasakan saat menjadi miliknya. Banyak juga hal-hal yang aku benci darinya. Sialnya, aku menyukai semuanya dan terkadang aku merutuki diriku sendiri kenapa tindakan dan pikiranku tidak sejalan.

Aku benci pekerjaannya yang menggunung, sedangkan aku hanya bisa berdiam diri dan aku bohong jika aku hanya merindukannya sedikit

Aku tidak ingin kehilangannya. Aku tidak suka dia berada jauh dariku. Aku tidak suka jika dia tidak mengucapkan panggilan kesayangannya untukku secara langsung. Aku tidak suka melihat wajah sembabnya karena sakit.

Bedanya, caraku merindukannya. Dia hanya cukup menerima kabarku, sedangkan aku.. harus melihatnya secara langsung. Aku bosan jika harus melihat foto-fotonya dari sebuah web ataupun twitter. Aku bosan memantau kegiatannya dari fandom karena dia tidak sempat memberi kabar. Aku mencintainya secara langsung.

Aku benci ketika Kyuhyun menyentuhku, itu akan membuatku tambah menderita karena merindukannya

Alasan kenapa aku tidak mau disentuh lama-lama oleh Kyuhyun bukanlah takut dia tergoda. Aku hanya tidak ingin menyiksa diriku sendiri dengan membiasakan tubuhku dipeluk lama-lama olehnya. Berada dipelukannya, aku dapat merasakan detak jantungnya dan naik turun dadanya ketika bernafas, dan aku pastikan jika terlalu lama akan membuatku kecanduan.

Ketika tangannya berada di pipiku, dan matanya menatap mataku, suhu tubuhku yang lumayan dingin ini akan menjadi hangat. Tapi aku tidak berani menatap matanya terlalu lama, takut, aku takut dia muncul dimimpiku dan itu cukup membuatku menderita.

Aku benci nada manjanya dari telepon, itu membuatku ingin menangis dan lari memeluknya

Panggilan sayangnya padaku tergolong umum, hanya ‘Baby’. Banyak pasangan kekasih lain yang juga menggunakannya. Tapi caranya memanggilku seperti itu, nada manjanya ketika menyebutkan panggilan itu, membuatku semakin bergantung padanya, entah karena apa.

Mendengarnya memanggilku seperti itu secara tidak langsung, tanpa dia ketahui aku menangis. Aku rasa, itu airmata karena terlalu menderita merindukan sosoknya.

Aku benci dia dikelilingi banyak wanita yang bersinar, sedangkan aku hanya gadis biasa.

Skandal-skandal mengenai Kyuhyun dengan si A, si B, dan lain-lain sudah menjadi makananku sehari-hari. Melihat foto-fotonya yang sedang berjalan berdua dengan si A, melihat tangannya yang menggenggam tangan si B ketika bernyanyi, dan masih banyak lagi.

Aku sama sekali tidak menganggap itu benar. Aku tidak mau bertengkar dengan Kyuhyun hanya gara-gara berita yang sudah jelas tidak benar bagiku. Namun, kedekatannya dengan wanita itu, membuat keyakinanku pada Kyuhyun sedikit mengendur. Wanita itu sempurna. Wanita itu hebat. Aku?

Aku benci jika harus mengatakan “Saranghae” padanya

“Saranghae” atau “I love you”, bagiku kata-kata itu tidak cukup untuk mengungkapkan perasaanku padanya. Jika ada ungkapan cinta tertinggi di dunia ini selain itu, aku bersumpah akan memberanikan diri untuk mengucapkannya pada Kyuhyun.

Aku benci untuk ragu padamu

Pertengkaran tadi siang, semoga tidak berdampak buruk bagi keyakinanku padanya. Aku tidak pernah berpikiran untuk melenyapkannya dari hidupku.

“An, kau menangis?” Zidane menghampiriku dan berhasil membuyarkan lamunanku. Ternyata aku menangis ya? Cengeng sekali.

“Aniyo.. ah, tidak.. hanya –“

“Merindukannya?” potong Zidane. Zidane mengusap rambutku lembut. Aku berusaha untuk mengusap airmataku dan sialnya tidak berhasil.

“Kalian bertengkar sebelum kau pergi, apa tidak apa-apa?” Zidane menyamakan tingginya denganku yang sedang duduk di kursi. Pandanganku kosong ketika menatap Zidane. Tidak apa-apa? Fisikku tidak apa-apa, tapi hatiku.. entah seperti apa sekarang.

Zidane memelukku yang masih duduk di kursi, dan membiarkanku membasahi punggung bajunya karena menangis. Menangis dalam diam, kebiasaanku.

Satu lagi, sebenci apapun aku pada tindakannya, itu semua tidak akan pernah mengalahkan keteguhanku untuk bertahan mencintainya, Cho Kyuhyun.

****

huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa T_T

maaf yaaa kalo ada yg baca postingan ini, gak jelas, gak nyambung, ngalor ngidul, galau setengah jadi -____-“

tiba-tiba lagi pengen aja buat ini.. huhuhuuu

maaf semuanyaaaaaa (v_v)

kamsahamnidaaa ^^

Advertisements