Tags

,

Assalamu’alaikum ^^
salam sejahtera buat semuanyaa ๐Ÿ™‚

udah lama nggak ngisi wordpress, bisa-bisa diusir nih #lebay

mau ngisi cerita tentang keluarga nih, yaa campur romance sih, tapi kuatnya tentang keluarga deh kayaknya #authorlinglung

ada satu penjelasan nih ^^

Papa : panggilan yang digunakan keluarga Angel untuk sang kakek yang keturunan Korea asli, Kim Byung Rae, nama Belanda nya Bruno Van Houge

oke, segitu doang penjelasannya, kalo bingung baca Last Wordย yaaa ^^ ini link-nya

Last Word Part 1 ย Last Word Part 2 ย Last Word Part 3 ย Last Word Part 4 #promosi hehhe

semoga nggak terkesan maksa yaaa ><

Enjoy ^^

Hope you’ll like it! ^^

ย  ย  ย Angel Pov

Aku menatap keluar kaca jendela restoran ini, melihat banyak sekali pasangan yang berlalu lalang dengan gembiranya walaupun malam ini dapat dikatakan dingin. Ah iya, aku lupa mengatakan pada kalian kalau aku ini seorang pelayan disebuah restoran di sekitar apartemenku dan apartemen Super Junior. Setidaknya aku tidak berada terlalu jauh dari jangkuan seseorang, dan kalian pasti tahu itu siapa.

Haah.. melihat pasangan-pasangan diluar sana membuat mood-ku turun drastis. Mereka bisa dengan leluasa berjalan-jalan sambil bergandengan tangan kesana-kemari, bisa melihat pasangannya tersenyum atau tertawa, bisa menikmati hari-hari bersama tanpa rasa takut akan stalker ataupun paparazi, dan yang lebih membuat iri adalah pasanganmu tidak perlu memakai masker, kacamata, dan aksesoris hitam lainnya ketika berjalan bersama. Itu terlihat seperti kau sedang berjalan dengan pamanmu yang sedang sakit -___-”

Baiklah, mungkin itu kekurangannya dan aku harus sadar akan hal itu. Itu resikoku memiliki hubungan dengan seorang public figure kan?

Ah iya, beberapa hari lagi dia akan pulang ke Korea. Super Junior M. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya! Dia memang sempat “minggat” dari sana dan mengunjungiku disini. Tapi satu hari saja tidak cukup, aku membutuhkannya disini. Walaupun sudah tinggal lama di Korea, kemampuanku membaca Hangul belum begitu lancar dan aku membutuhkannya untuk menjadi “pemandu” pribadi abadiku disini.

“Angel-ah, ada telepon!” Chaekyo -koki restoran ini dan juga temanku- menghampiriku dan memberikan I-phone-ku. Alice Calling. Aish, perasaanku tidak enak sekarang, tidak biasanya sepupuku satu ini menelepon. Takut orang-orang disekitarku bingung aku berbicara apa nanti, aku meminta izin pada Jinjoo oppa untuk menerima telepon dan langsung menuju dapur.

“Ada apa?” tanyaku dalam Bahasa Belanda. Ya, bahasa kampung halamanku.

“Papa sakit..” jawab Alice pelan, tidak seperti biasanya. Papa sakit? Untuk apa mengabarkannya padaku? Bukankah Papa tidak mau melihatku lagi semenjak Mommy meninggal?

“Papa ingin melihatmu An,” lanjutnya. Aku masih diam, tidak percaya. Seorang Papa yang sangat tegas menarik kata-katanya sendiri untuk tidak mau melihatku lagi, cucunya.

“Please, come back. He needs you An, please..” terdengar suara Alice bergetar diseberang sana. Apa dia menangis? Ratu Batu itu menangis?

“Kembali? Apa diinginkannya dariku? Aku sudah diusir olehnya, Alice..” Jujur saja, mengatakan hal tadi masih menyisakan sakit. Mengusirku tanpa alasan, tidak mau menerima maaf dariku yang waktu itu tidak tahu sama sekali apa salahku, dan kemudian diminta kembali. Menggelikan.

“Angel Kim!” Alice berteriak. Kalau mood-ku sedang biasa saja, mungkin aku akan menjauhkan I-phone ini dari telingaku. Tapi keadaan berbeda, Papa meminta kembali? Mood-ku semakin merosot saja. Baiklah, dengarkan saja apa katanya lalu matikan jika sudah selesai.

“Papa ingin minta maaf padamu! Dia menyesal Angel! Kau harus mengerti!”

Rasa sakit hati, walaupun sudah mendarah daging sampai menembus tulangku, aku bukanlah orang durhaka yang senang memiliki hati sekeras batu.

“Aku akan pulang..”

ย  ย  ย Angel Pov end

ย  ย  ย 

ย  ย  ย Kyuhyun Pov

Aish ayolaaaah! Kenapa tiba-tiba mati seperti ini? Bagaimana aku mau menghubunginya? Bagaimana jika dia menghubungiku? Aish jinja!

“Ayooo hiduplaah!” Aku berkali-kali mencoba menghidupkan si Lollipop biru itu, tapi sia-sia saja.

“Waeyo Kyu-ah?” Eunhyuk hyung menghampiriku yang masih sibuk dengan handphone-ku sendiri.

“Mati huh?” katanya dengan nada mengejek. Aku menatapnya dengan tajam, dan yah seperti biasa dia langsung diam.

“Ara.. hobi sekali kau menatapku seperti itu!” Eunhyuk hyung duduk di sampingku. Aku? Tentu saja masih sibuk dengan Lollipop biru itu.

” ‘Baby.. bogoshippoyo.. handphone-ku matii..ottokhe..’ ” He?! Bagaimana dia tahu isi pikiranku?!

“Ya! Aku tidak merindukannya!” Aku melemparkan seluruh bantal yang ada di sofa kearah Eunhyuk hyung, dia? hanya lari sambil terus mengejek. Bagaimana bisa Dancing Monkey itu tahu pikiranku? Dan apa itu, ‘baby’, tahu darimana dia panggilan itu? Aish, aku masih malu.

“Pembohong.” Sungmin hyung langsung duduk di sampingku tanpa melihat kearahku sedikitpun. Padahal dia tadi berbicara padaku kan?

“Maksudmu hyung?” Aku meletakkan Si Biru di meja, sudah tidak ada minat lagi untuk menyentuhnya.

“Iya, kau berbohong jika tidak merindukan baby-mu itu kan?” Sungmin hyung menyalakan tv dan menatapku dengan tatapan yang.. mm.. meremehkan -__-“. Aku hanya menunduk menganggapi pendapatnya itu yang tidak mungkin aku pungkiri lagi. Sudah tentu aku merindukannya.

“Kau tahu itu hyung..” kataku sambil bersender pada sofa dan mata terpejam.

Mm.. aku jelaskan. Kalian sendiri tahu gengsiku ini tinggi, bahkan untuk memberitahukan bahwa aku merindukan Angel saja susahnya setengah mati jika ada member yang lain. Untuk panggilanku pada Angel, aku masih malu untuk memanggilnya dengan panggilan ‘baby’ jika ada member lain.

“Apa susahnya bilang kau merindukannya pada kami? Daripada terus menekan gengsimu itu, lebih baik bercerita kan?” kata Sungmin hyung sambil tersenyum. Dia benar. Jika aku pikir-pikir untuk apa aku gengsi, lagi pula Angel itu milikku yang paling berharga, jadi tidak ada alasan untuk menyembunyikan rasa untuknya.

“Gomawoyo hyung..” Aku tersenyum pada Sungmin hyung yang juga dibalas olehnya. Namun tatapan Sungmin hyung beralih ke Si Biru, aku pun mengikuti pandangannya.

“Mati?” Tunjuknya pada Si Biru. Aku hanya bisa mengangguk pasrah. Si Biru sepertinya harus diberi perawatan khusus setelah ini.

“Ini,” Sungmin hyung menyodorkan handphone-nya padaku. Ah, aku tahu maksudnya.

“Ani hyung, tidak usah. Angel pasti tahu jika aku merindukannya sekarang..” Sungmin hyung pun hanya tersenyum dan menyimpan kembali handphone-nya. Tidak ada pembicaraan setelah itu, Sungmin hyung pasti tahu aku sedang ingin memikirkan Angel. Dia terus menonton televisi sementara aku menyenderkan kepalaku di sofa dan memejamkan mata, tersenyum.

“Kyuhyun-ah!” Aku mendengar Ryeowook berteriak memanggil namaku dari arah dapur sambil setengah berlari. Saat tiba di sofa tempatku duduk dia langsung menyodorkan handphone-nya. He? Ada apa?

“Ini Angel!”

ย  ย  ย Kyuhyun Pov end

ย  ย  ย 

ย  ย  ย Author Pov

“Ini Angel!” Tanpa dikomando lagi Kyuhyun langsung meraih handphone itu bahkan Ryeowook hampir jatuh karena terkejut. Sungmin yang melihat kecepatan Kyuhyun mengambil handphone itu hanya tertawa. Setelah mengambil handphone itu, Kyuhyun langsung lari menuju kamarnya dan menutupnya rapat.

Blam!

“Hyung..” Ryeowook yang masih terkejut menatap Sungmin yang sedang menahan tawa. Setelah beberapa menit Sungmin baru berhenti tertawa dan menatap Ryeowook.

“Itu akan terjadi jika kau sedang sangat merindukan seseorang Wookie-ah.”

***Kyuhyun’s Room***

“Babyyy..” Kyuhyun mengeluarkan senjatanya, manja. #janganmuntah

“Kyu-ah, handphone-mu kenapa? Rusak?”

“Hmm.. Rusak. Ada apa baby?”

“aku akan ke Taiwan besok..”

“Jinja?! Kapan kau sampai? Aku akan menjemputmu!”

“Mungkin jam 12 siang, tidak usah, aku bisa sendiri. Ada yang ingin aku bicarakan padamu boo..”

“Hmm.. baiklah kalau begitu.. kabari aku ya..”

“Ya sudah, sampai jumpa besok. Jangan lupa istirahat. Saranghae..”

Klik!

Belum sempat Kyuhyun membalas, Angel sudah memutuskan sambungan teleponnya dan itu cukup membuat Kyuhyun mengernyit heran. Masih banyak hal yang ingin ditanyakan oleh Kyuhyun, termasuk apa yang ingin dibicarakan oleh Angel padanya.

Tapi pikiran Kyuhyun langsung melayang pada sosok Angel yang akan segera ditangkap oleh matanya besok siang. Senyum bahagia tidak dapat ditahan lagi. Terang saja, orang yang hampir selalu dipeluknya setiap hari ketika berada di Korea akan datang besok. Siapa yang tidak bahagia? ^^

ย  ย  ย Author Pov end

ย  ย  ย 

ย  ย  ย Angel Pov

Aku langsung memutuskan sambungan telepon tadi. Aku tidak ingin dia bertanya macam-macam. Bukannya mau menyembunyikan kepergianku, justru aku kesana ingin mengatakan secara langsung rencana kepulanganku ke Belanda lusanya nanti.

Haah.. masih berat rasanya. Walaupun aku memutuskan untuk pergi selama dua minggu, entah kenapa rasanya berat sekali dan seperti aku tidak akan pernah kembali lagi kesini, Korea. Aku jadi ingat percakapanku dengan Alice tadi di restoran.

ย  *Flashback

“Aku akan pulang..”

“Oh baguslah. Kau tahu? Papa ingin kita berkumpul lagi seperti dulu.. mm.. yaa seperti sebelum Mommy dan Daddy-mu –“

“Jangan diteruskan!”

“Ah, sorry An, sorry.. Mm.. bagaimana dengan lusa? Zidane akan mengurus semua keperluanmu.. Dia sedang ada di Taiwan sekarang.. Kau ingin dia menjemputmu ke Korea atau bagaimana, An?”

“Aku akan ke Taiwan! Katakan pada Zidane aku akan ke Taiwan besok, dan jangan lupa suruh Zidane untuk menjemputku di bandara jam 12 siang..”

As your wish dear.. Zidane akan mengerti jika yang memintanya itu kau, The Boss Angel.. hhaha..”

“Whatever Stinky Alice! Aku rasa julukan itu tidak cocok lagi untukku, aku mandiri sekarang..”

“Damn! I know that! Stop calling me Stinky Alice! Uh, berbicara denganmu bisa menambah kerutan di dahiku!”

“Uu.. Calm down Alice Van Houge! Sudahlah, hentikan pembicaraan tidak jelas ini. Sampaikan saja salamku untuk Papa.. You know, I miss him..”

“Good, bersiaplah. Aku sudah menyuruh Regina untuk menghubungi Zidane. Akan aku sampaikan, tenang saja.. Ah iya, sudah dulu ya, meneleponmu menyedot banyak biaya!”

“Oke.. Aku juga harus menyiapkan segalanya disini.. bye..”

“Bye.. Ah wait! Sebelum sampai, perbaiki dulu aksen Belanda-mu itu! Aku seperti sedang berbicara dengan orang Korea yang berbahasa Belanda! Hhahha..”

“I’ll try Stink! Byeee…”

Klik

ย  *Flashback endย 

Baiklah, memang pembicaraan yang tidak penting, tapi saat Alice mengatakan bahwa kakekku ingin berkumpul seperti dulu aku sempat berpikir bahwa aku tidak bisa kembali lagi kesini.

Apa Kyuhyun akan mengizinkanku untuk pergi? Belanda, itu sangat jauh. Ah tidak! Kyuhyun pasti mengizinkan, dia pasti mengerti, dua minggu tidak akan lama, aku yakin dia mengizinkanku pergi.

Aku pun segera menyiapkan semuanya, pakaian dan segala macam barang yang kira-kira aku butuhkan. Tidak begitu banyak, barang-barangku juga masih ada di Belanda. Lebih baik setelah ini istirahat dan menyiapkan tenaga untuk perjalanan jauh.

Papa, I miss you.

***next day, Taiwan***

Aku sudah sampai di Taiwan, tepat jam 12 siang. Untungnya aku langsung melihat Zidane yang melambai-lambai seperti sedang melihat artis. Haah, tidak berubah juga dia. Aku hanya tersenyum saat dia berlari menghampiriku dan memelukku, setengah mengangkatku karena tubuhku yang tidak terlalu tinggi ini.

“Hei Little An!” Ucapnya sambil mengacak rambutku setelah melepaskan pelukannya yang sangat kuat tadi. Aku masih saja tersenyum sambil mengangguk, aku tidak menyangka aku sangat merindukan keluargaku sampai seperti ini. Rasanya sangat menyenangkan jika mengetahui besok kau akan berkumpul lagi bersama mereka setelah bertahun-tahun pergi dan berkeliling dunia hanya untuk menghilang dari hadapan Papa.

“Aaah aku merindukanmu! Kau hobi sekali berkeliling, kami sampai bingung mau menghubungimu dimana! Uncle Ruben yang ada di Indonesia yang memberitahu kami kau ada di Korea!” Ocehnya panjang lebar. Zidane adalah kakak sepupuku, lebih tepatnya kakak dari Alice. Dia bekerja di Taiwan dan sangat sukses memimpin perusahaan lampunya.

“Yeah, sekarang aku sudah dihadapanmu kan Mr. Big? Kau tidak malu dilihat orang banyak karena berbicara dengan bahasa lain apa? Kau tidak ingin mengajakku masuk ke mobilmu itu? Aku lelah..” kataku dengan nada bercanda dan memasang wajah memelas. Tawa Zidane yang khas terdengar dan langsung saja dia mengambil koperku dan menarik tanganku untuk masuk ke mobilnya.

***Zidane’s Car***

“Bosan keliling dunia huh?” kata Zidane yang sudah memasang sabuk pengamannya.

“Tidak, aku hanya senang berada di Korea..” jawabku sambil mengambil I-phone di dalam tas ku.

“Ada yang menarik perhatianmu? Atau kau sudah jatuh cinta dengan seseorang disana? hhaha..” Aku hanya tersenyum menanggapinya, aku yakin pipiku pasti sudah merah sekarang. Jatuh cinta? Aku rasa kata kecanduan akan orang itu lebih tepat untukku.

“Ah, aku anggap itu sebagai jawaban iya. Sekarang kita mau kemana?” Zidane sudah siap memegang kemudi dan aku pun menunjukkan I-phone-ku, tanda ingin menelepon. Zidane mengangguk paham dan kembali bersender.

Kami masih di bandara karena aku ingin langsung menuju dorm Super Junior M hari ini dan aku belum tahu alamat mereka, jadi aku ingin menelepon Ryeowook oppa untuk menannyakannya.

“Yoboseyo oppa..”

“Yoboseyo Angel-ah! Kau sudah sampai?” terdengar suara riang dari Ryeowook oppa, aaah aku juga merindukan mereka. Tapi kenapa bising sekali? Seperti suara gerombolan orang-orang yang sedang sibuk diseberang sana.

“Oppa, tolong kirimkan alamat dorm kalian padaku, aku akan kesana sekarang..” Aku mengacuhkan suara-suara itu, yang penting aku ingin bertemu secepatnya dengan Kyuhyun agar bisa membicarakan tentang kepergianku ini.

“Ah, ne. Akan aku kirimkan Angel-ah.. Hati-hati di jalan!”

“Gomawo oppa, bye..”

Klik!

Aku menoleh menghadap Zidane yang sedang menatapku kebingungan. Ah aku tahu, dia pasti bingung aku bicara bahasa apa tadi.

“Itu bahasa Korea, kau ini bagaimana, itu saja tidak tahu!” Aku menyenggol lengannya dan Zidane hanya membulatkan mulutnya tanda mengerti.

“Aku hanya mengerti bahasa Taiwan, Angel..” kata Zidane sambil menggerakkan badannya ke kanan dan kiri, sepertinya dia sudah capek.

Drrtt..drrtt..

Ah, ini dia alamat mereka! Aku langsung menyenggol lengan Zidane lagi yang hendak bersender dan menunjukkan alamat mereka dari I-phone-ku. Zidane sepertinya sangat tahu alamat ini, tampak dari tindakannya yang sangat cepat dalam menancapkan gasnya. Semoga lancar ^^

ย  ย  ย Angel Pov end

ย 

ย  ย  ย Kyuhyun Pov

“Ya! Balon itu harusnya disana Henry-ah!”

“Wookie-ah! Bagaimana kuenya?”

“Ya! Cho Kyuhyun! Kau juga ikut bekerja! Yang datang ini kekasihmu!” Teriak Donghae hyung. Aku hanya nyengir tidak jelas. Aku hanya ingin menyambut Angel dengan pesta kecil-kecilan. Sebenarnya ini ide Henry dan Zhoumi hyung yang belum pernah melihat Angel. Aku setuju-setuju saja dengan ide mereka, memang wanita spesial harus disambut dengan cara yang spesial kan? hhehe.

“Araa.. mana lagi yang harus aku bantu hyung?” Aku menghampiri Sungmin hyung yang sedang menyiapkan kertas-kertas yang bertuliskan “Welcome” bersama Siwon hyung dan Zhoumi hyung.

“Hampir selesai Kyu-ah, kau tenang saja, sekarang aturlah ekspresimu itu! Kau seperti anak kecil yang akan diberi hadiah! Hhahha..” kata Siwon hyung sambil menepuk pundakku.

“Araa.. Tenang saja, aku ini selalu terlihat tampan!” Aku menepuk dadaku sendiri. Aaah.. sebenarnya aku gugup bukan main. Ini pertama kalinya aku menyiapkan hal-hal seperti ini, dan juga Angel tadi menelepon Ryeowook untuk menanyakan alamat kami dan akan segera ke sini. Aaa! Kenapa aku sangat gugup?!

“Kyu-ah, Angel tadi menelepon lagi, katanya sekitar 15 menit lagi dia akan sampai..” Ryeowook menghampiriku yang berdiri dekat pintu saking gugupnya. Aku pun menoleh kearahnya yang berdiri di belakangku dengan muka masih terlihat gugup. Saat itu juga aku melihat semua persiapan sudah selesai, cantik.

“Aah baiklah, kita harus siap-siap sekarang! Kita harus terlihat tampan! Tamu kita ini cantiknya tidak bisa ditolerir! Hhhaha..” Setelah Eunhyuk hyung berkata seperti itu, semua member kecuali aku langsung memasuki kamar masing-masing. Aku? Masih mematung di depan pintu -__-

“Ya! Kau itu kekasihnya, setidaknya berpenampilanlah yang lebih baik! Jangan kau andalkan kaos V-neck mu itu saja!” Eunhyuk hyung yang sudah rapi mendorongku kekamar. Haah, kalau soal wanita dia cepat sekali, sepertinya dia tidak peduli bahwa yang akan datang itu pacar dari dongsaengnya sendiri.

15 minutes left

Semua member sudah siap. Kalian tahu? Mereka seperti ingin menyambut kedatangan presiden saja. Apalagi Eunhyuk hyung, memang pakaiannya santai, tapi sangat rapi, berbeda sekali dengan kesehariannya. Aku? Tentu saja tidak kalah dengan mereka semua. Aku memakai pakaian yang sangat disukai Angel jika aku memakainya, mm.. kemeja putih, jas hitam, celana hitam, dan rambutku yang sedikit acak-acakan.

Ting Tong

Deg!

Itu pasti Angel-ku! Tanpa aba-aba lagi aku langsung membuka pintu lebar-lebar dan pemandangan yang aku dapat adalah dia tengah berdiri bersama seorang laki-laki asing yang tidak aku ketahui. Senyumku menghilang ketika melihat mereka berdiri dengan jarak yang sangat dekat, namun para member lain sudah memulai aksinya, mereka meniup terompet kecil yang sudah disiapkan dan Eunhyuk hyung langsung menyingkirkan tubuhku ke samping dan langsung memeluk Angel erat. Hei! Dia milikku!

Aku langsung melepas paksa pelukan Eunhyuk hyung dan langsung menarik Angel ke kamarku. Meninggalkan laki-laki asing tadi yang terbengong-bengong melihat tingkah kami. Enak saja, dia ini milikku.

Kyuhyun Pov end

Author Pov

Zidane masih terpaku di depan pintu. Matanya tidak lepas dari pemandangan sebuah ruangan yang seperti tempat ulang tahun anak TK dengan tujuh pria yang memegang terompet kecil. Eunhyuk yang tadi memeluk Angel yang otomatis berada dihadapan Zidane juga terdiam, besar sekali orang ini, pikirnya.

“Zidane?” Zhoumi memecah keheningan dengan menghampiri Zidane. Zidane yang merasa mengenal Zhoumi pun tersenyum lebar sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Zhoumi, tanda persahabatan.

“Kau mengenalnya?” Tanya Henry. Zhoumi dan Zidane mengangguk berbarengan.

“Dia temanku. Zidane, kenalkan, ini adalah teman-teman satu grupku yang pernah aku ceritakan padamu, semuanya, ini Zidane.” Zidane pun membungkuk sebagai tanda perkenalan dan setelah itu mereka larut dalam obrolan yang santai, karena Zidane mahir berbahasa Mandarin. Dari obrolan itu mereka semua tahu bahwa Angel adalah sepupu Zidane, dan meminta maaf karena sepertinya Kyuhyun sudah salah paham, terlihat dari tatapannya menurut Zidane.

“Hyung, tadi itu benar pacarnya Kyuhyun hyung?” tanya Henry pada Eunhyuk yang duduk di sampingnya. Eunhyuk tersenyum penuh arti pada Henry.

“Aku ingatkan saja, jangan sekali-sekali mencoba untuk mendekati Angel, atau semua barang berhargamu hancur oleh Kyuhyun..” Henry langsung manyun mendengarnya.

“Haah, aku memilih barang berhargaku daripada harus merebut pacar hyung-ku sendiri..” kata Henry sambil memerhatikan member lain yang masih asyik berbicara dengan Zidane. Eunhyuk yang mendengar jawaban Henry hanya tertawa ringan.

“Kau tahu? Gadis itu tidak akan mau berpaling dan tidak akan pernah berpaling dari Kyuhyun, kurasa..”

Author Pov end

Kyuhyun Pov

Aku mengunci pintu kamarku dan menatap Angel yang sepertinya masih bingung. Aku menatapnya meminta penjelasan lebih lanjut tentang laki-laki asing yang berdiri sangat dekat dengannya tadi. Angel tampaknya mengerti dan langsung tersenyum sambil berjalan pelan kearahku. Aish, ini kelemahanku!

“Dia sepupuku boo.. namanya Zidane. Dia tinggal di Taiwan, makanya aku meminta bantuannya untuk sampai kesini..” kata Angel sambil memelukku erat. Haaah.. yang benar saja, kalau dia sudah melakukan ini aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku pun memeluk tubuhnya yang hanya sebatas daguku itu dengan erat. Wangi rambut dan tubuhnya sudah lama tidak memenuhi rongga hidungku. Aku memejamkan mataku, masih memeluknya dengan erat dan aku hampir saja tidak mau melepaskannya jika Angel tidak melepaskannya duluan. Kebiasaan sekali sih -__-”

“I miss you..” Aku menangkupkan kedua tanganku dipipinya yang lumayan dingin itu. Memberikan senyuman terbaik yang aku miliki untuk gadis dihadapanku ini. Angel juga tersenyum, dan seperti biasa, dia menggenggam tanganku yang masih dipipinya dengan lembut.

“Me too..” dan kebiasaannya satu lagi, langsung melepaskan tanganku dari pipinya. Haaah gadis satu ini memang tidak suka aku menyentuhnya terlalu lama, katanya nanti aku tergoda, hei aku tidak semesum itu ๐Ÿ˜ฆ

“Ada yang ingin aku bicarakan padamu..” Angel menarik tanganku dan memilih untuk duduk dipinggiran kasurku. Kami duduk berhadapan. Dari raut wajahnya, sepertinya hal yang ingin dibicarakan Angel sangat serius.

“Aku.. akan.. mm.. tapi kau harus mengerti ya boo..” membuat penasaran saja. Dia ini, aku pasti mengerti semuanya. Aku pun mengangguk mengiyakan. Yang sekarang aku pikirkan adalah bagaimana pembicaraan ini berakhir dan aku dapat memeluknya lagi. Aku sangat merindukannya.

“Aku.. akan pergi ke Belanda besok, kemarin –”

“Tidak boleh!” Aku memotong kata-kata Angel. Yang benar saja! Belanda? Itu jauh sekali!

“Tapi boo.. aku ingin menemui –”

“Aku bilang tidak boleh!” Aku berdiri dari kasurku dan berdiri menghadap jendela. Tidak! Tidak akan aku biarkan dia pergi sejauh itu!

“Aku ingin menjenguk kakekku boo..” Angel mendekatiku dan menarik lenganku pelan agar menatapnya. Kali ini aku tidak ingin luluh gara-gara tatapannya itu, jadi aku memilih untuk tidak menatapnya, alias mengacuhkannya.

“Boo.. hanya dua minggu..” Angel menggenggam tanganku erat. Aku dapat merasakan keinginan yang kuat dari genggamannya. Tapi tetap saja tidak bisa, dua minggu? Itu lama!

“Kau tadi bilang akan mengerti.. aku mohon..” Angel berbicara dengan pelan. Aku? Masih pada pendirianku, dia tidak boleh pergi jauh dariku.

“Belanda? Dua minggu? Jangan harap aku mengizinkanmu pergi sejauh dan selama itu Angel Kim!” Aku menatapnya. Nada bicaraku tadi sedikit membentak dan aku menyesal karena itu. Mata Angel mulai mengeluarkan airmatanya, sedikit, tapi sangat menyayat melihatnya mengingat akulah yang menyebabkannya menangis.

“Kakek.. kakekku sakit.. dia butuh aku.. hanya dua minggu.. setelah itu aku kembali.. tolong..” Angel melepaskan genggaman tanganya dan menatapku dengan tatapan memohon. Suaranya pun sudah hampir tidak terdengar karena menahan tangis.

Ego. Aku tetap tidak menginginkannya pergi sekalipun aku tahu alasannya apa. Menjenguk kakeknya yang sedang sakit. Itu wajar, tapi jauh. Aku.. aku belum siap memikirkan Angel yang sangat jauh.

“Aku tidak ingin kau pergi jauh.. itu sangat lama baby.. mengerti aku..” Aku menangkupkan tanganku lagi pada pipinya, tapi tiba-tiba ia menepis, pelan.

“Mengerti? Aku sudah mengerti kau berulang-ulang kali!” tangis Angel pun pecah, dan sial! Aku merasa kalau aku adalah laki-laki paling kejam di dunia ketika melihatnya menangis seperti itu dihadapanku.

“Aku tahu! Aku minta maaf untuk itu, tapi yang ini berbeda Angel-ah! Belanda itu jauh!” Aku merutuki kebiasaanku berteriak ketika bersama member lain yang terbawa-bawa saat berbicara dengan Angel tadi. Aku bisa melihat tubuhnya yang menegang dan tangannya yang gemetar menahan takut. Airmatanya tetap mengalir sedikit demi sedikit.

“Berbeda ya..” Angel menatap tepat di mataku dengan tatapannya yang jarang sekali aku lihat, kesal.

“Memang berbeda.. Aku mengerti dengan skandal-skandalmu dengan banyak girl idol, aku mengerti dengan jadwalmu yang tidak bisa ditolerir itu, aku mengerti ketika kau bersama oppadeul harus melaksanakan tur keliling Asia untuk Super Show, aku mengerti ketika kau bersama Super Junior M harus debut lagi dan meninggalkanku selama tiga bulan, aku mengerti ketika kau harus bernyanyi sambil menggenggam tangan gadis itu, aku mengerti ketika kau bilang kita tidak bisa sering keluar bersama karena jadwalmu..tapi kau, tidak maukah kau mengerti dengan keadaan kakekku?” Angel berkata panjang lebar, dan itu sangat menusuk. Semua yang dikatakannya tepat, semua.

“Kau.. tetap tidak boleh pergi..” Entah setan apalagi yang masuk dalam tubuhku sehingga aku berkata seperti itu.

“Aku mohon.. hanya dua minggu Kyu-ah.. hanya dua minggu..” Angel membentuk V pada jarinya, tangannya masih saja gemetaran.

“Tidak akan! Kau tidak boleh pergi! Tidak ada yang harus dibicarakan lagi kan?!” Aku mendekati Angel dan menatapnya dalam. Tapi berbeda dengan Angel, tatapan marah terpancar dari matanya.

“Whatever! I’ll go now! Thanks Mr. Cho!” Angel membentakku dan langsung menuju pintu. Namun dia kembali lagi dan meminta kunci karena tadi aku mengunci pintunya. Seperti dejavu, kami pernah mengalami ini sebelum berpacaran, dengan bodohnya aku berikan kunci itu dan membiarkannya keluar dari kamarku.

Ada yang salah denganku?

Kyuhyun Pov end

Author Pov

Angel langsung keluar dari kamar Kyuhyun dan menghampiri Zidane dan member lain yang bengong menatap Angel, apalagi dengan mata yang masih mengeluarkan airmata. Sebenarnya mereka semua tahu apa yang dibicarakan Kyuhyun dan Angel di dalam kamar, namun mereka memilih diam, memutuskan untuk memberi kesempatan mereka berdua untuk berbicara berdua.

“Zidane! Kita pergi sekarang!” Angel menarik tangan Zidane paksa dan keluar dari dorm tersebut tanpa pamit. Semua member Super Junior M, apalagi Sungmin yang terdekat dengan Kyuhyun dan Ryeowook yang terdekat dengan Angel. Mereka berdua langsung mengambil tindakan. Sungmin, bersama Eunhyuk dan Zhoumi menghampiri Kyuhyun yang masih berada di dalam kamar, sedangkan Ryeowook, Siwon, Henry, dan Donghae mengejar Angel yang sepertinya belum terlalu jauh.

Author Pov end

Kyuhyun Pov

Ada yang salah denganku? Ada! Babo kau Kyuhyun! Babo! Apa yang sudah kau katakan padanya?! Kau membentaknya! Kau melarangnya bertemu dengan kakeknya! Kau melarangnya pergi padahal hanya dua minggu! Dua minggu tidak sebanding dengan penantiannya selama berbulan-bulan menunggumu menyelesaikan pekerjaanmu!

“Aaaaarrggghh!!” Aku menjambak rambutku frustasi. Aku.. Aku harus apa?!

“Kyuhyun-ah!” Sungmin hyung, Eunhyuk hyung, dan Zhoumi hyung masuk ke kamarku. Eunhyuk hyung mencengkram bahuku kuat, sangat kuat.

“Apa yang kau lakukan padanya hah?!” teriak Eunhyuk hyung tepat di mukaku, urat lehernya tampak, menunjukkan kemarahan yang sangat. Sungmin hyung menjauhkannya dariku dibantu oleh Zhoumi hyung.

“Kyu-ah, aku tidak menyangka kau seegois itu! Kami mendengar semuanya, dan tidak ada salahnya sama sekali Angel pergi untuk menjenguk kakeknya Kyu-ah!” Sungmin hyung berdiri dihadapanku. Menatapku dengan penuh kekesalan. Zhoumi hyung masih menenangkan Eunhyuk hyung yang masih marah dan jika dia tidak ditahan mungkin wajahku akan menjadi sasaran pukulannya.

“Aku tahu hyung.. mianhae..” ucapku sambil menunduk. Tidak dapat aku sembunyikan penyesalan ini. Babo!

“Mianhae?! Apa pikiran jernihmu baru datang sekarang hah?!” Eunhyuk hyung sudah bisa mengontrol emosinya walaupun masih dengan nada geram dia berbicara denganku. Pikiran jernih? Baru datang? Dia benar.

“Sekarang lebih baik kau susul Angel, aku yakin dia belum jauh dari sini. Cepatlah!” Zhoumi hyung mendorongku keluar dari kamar. Dengan cepat aku keluar dari pintu dorm namun sempat ditahan oleh Eunhyuk hyung.

“Kau buat dia menangis lagi, aku jamin wajahmu yang tampan itu tidak akan ada yang memujanya lagi!” ucap Eunhyuk hyung pelan. Aku mengangguk pasti dan segera pergi dari dorm dan mengejar Angel. Aku harap masih sempat.

Kyuhyun Pov end

Angel Pov

“Angel-ah!” Aku menoleh sebentar dan mendapati Ryeowook oppa, Siwon oppa, Donghae oppa, dan Henry oppa berlari kearahku. Aku yang baru saja ingin masuk ke dalam mobil yang kebetulan hanya terparkir di pinggir jalan di dekat dorm langsung ditahan oleh Henry dengan mencengkram tanganku pelan.

“Jangan pergi dulu..” ucapnya. Ryeowook oppa, Siwon oppa, dan Donghae oppa pun ikut menghampiriku. Aku menengok ke dalam mobil -Zidane sudah di dalam- dan memberitahu Zidane untuk menunggu sebentar. Rasanya aku ingin segera pergi dari sini.

“Angel-ah, jangan pergi dulu. Kami yakin Kyuhyun tidak bermaksud seperti itu..” Ryeowook oppa angkat bicara, sisanya mengangguk bersamaan.

“Maafkan aku, aku harus pergi sekarang. Maaf aku juga tidak sempat pamit pada kalian semua tadi. Ah, terima kasih atas pesta penyambutan kalian, aku suka. Aku pergi dulu. Annyeonghigaseyo oppadeul..” Aku buru-buru masuk ke dalam mobil dan menyuruh Zidane untuk segera meninggalkan tempat ini.

Kalian tahu? Ada sedikit rasa sakit di sini, hatiku. Tapi aku bingung, kenapa hanya sedikit? Apa aku terlalu.. aah sudahlah!

“Angel-ah!” Aku menoleh kebelakang, karena mobilku sudah berjalan cukup jauh dari tempat tadi. Kyuhyun mengejarku? Apa yang diinginkannya?

Aku segera memalingkan wajahku lagi ke depan. Dapat aku rasakan Zidane sempat menatapku.

“Tidak ingin kembali?” tanyanya khawatir. Zidane terus melirik kaca spion dan memelankan laju mobilnya.

“Jangan diperlambat!” Zidane menurut saja. Dia tahu dan tidak ingin mengambil keputusan akan memukul Kyuhyun karena sudah membuatku menangis, tapi tetap saja, dia menengok kaca spion berulang kali.

“Zidane.. Apa keberangkatannya bisa dipercepat?” aku kembali menggunakan bahasa Belanda agar bisa sedikit melupakan sakit ini.

“Ah, aku kemarin membeli tiket untuk hari ini dan besok untuk berjaga-jaga, tapi –”

“Kita pergi hari ini.” potongku cepat. Lebih cepat aku pergi mungkin Kyuhyun bisa berpikir lebih jernih tanpa aku di sini. Zidane tetap menatap kaca spion dan aku bergantian.

“Sudahlah, aku yakin. Jam berapa keberangkatannya?” Aku menyenggol lengan Zidane untuk mencairkan suasana, panas juga jika harus terjebak dalam suasana tadi. Tapi kenapa airmata ini terus mengalir walaupun sedikit?

“Jam 3 siang ini, kita pulang dulu ke apartemenku untuk mengambil keperluanku, istirahat sebentar lalu baru kita ke bandara,” suara tegas Zidane semakin meyakinkanku untuk pergi. Dan kejadian tadi, membuatku ragu untuk kembali lagi.

Angel Pov end

Kyuhyun Pov

“Angel-ah!” Aku terus mengejar mobil hitam di depanku ini. Ada Angel di dalamnya dan aku tidak ingin kepergiannya diwarnai oleh rasa benci karena sikapku tadi.

“Kyuhyun-ah!” Siwon hyung menahan tanganku untuk terus berlari. Sial! Sekuat apapun aku meronta tetap saja dia yang paling kuat tenaganya. Tubuhku sudah sangat capek untuk mengejarnya, tapi hatiku tidak. Aku ingin minta maaf, aku ingin memeluknya sebelum dia pergi jauh, aku ingin mengucapkan ‘saranghae baby’ sebelum dia pergi.

Tiba-tiba Siwon hyung sudah membopongku dan berlari memasuki kawasan dorm kami lagi.

“Untung saja kita memakai masker dan jaket, setidaknya orang-orang tidak mengenali kita..” katanya disela-sela berlari. Hyungdeul lain mengikutinya dibelakang. Masker? Jaket? Orang-orang sekitar? Aku tidak peduli. Aku ingin menemuinya, meminta maaf, hanya itu, aku tidak peduli yang lain.

Maafkan aku. Aku melanggar apa yang aku janjikan sendiri padamu. Aku melanggar perjanjian kita untuk saling mengerti. Aku sudah menyiksamu secara tidak langsung. Aku mohon, jangan membenciku.. Aku minta maaf, maafkan aku.. aku mencintaimu, maafkan aku..

To Be Continued…ย 

ya! apa-apaan ff ini?! Maaf kalo gaje gapen yaaa -___-”

sempet ilang ide di tengah sama ff ini.. hhehehe

Makasih udah nungguin KyuAn series yaaa ^^

kritik dan saran selalu ditunggu ๐Ÿ™‚

wassalamu’alaikum ^^

Kamsahamnida ^^

Advertisements