Tags

assalamu’alaikum ^^

balik lagi sama cerita geje, setelah semalem buat cerita nggak nyambung hari ini juga mau buat cerita yang geje lagi, huehehehe ><

Ini lanjutan yang “Someday, I promise” itu, hehe

Oke deh, ini dari sudut pandang Kyuhyun lagi yaa ^^

Enjoy!

Hope you’ll like it!

***

“Berhentilah mengejarku atau aku akan memberikan PSP-mu pada tanah!” Aku langsung berhenti mengejarnya ketika ancaman itu keluar. Aku tidak ingin terjadi apa-apa pada ‘baby’ kedua-ku itu, kedua? tentu saja! Angel sudah menggeser posisi PSP kesayanganku! Hhaha..

“Araaa..” Aku pun duduk di sofa yang menghadap langsung pada TV flat milik Angel. Ini sudah seperti apartemenku sendiri, karena apa? Aku dan Angel membelinya secara patungan. Sebenarnya aku ingin semuanya aku yang tanggung, tapi Angel terlalu risih. Jadi, setelah melewati perdebatan panjang yang ujung-ujungnya ditengahi oleh Teuki hyung, kami pun patungan ^^

“Baby, aku lapaaarr..” kataku sambil merebahkan diri di sofa empuk ini, tapi belum sempat aku ingin berbaring di sofa ini Angel sudah duduk duluan.

“Aku jugaa..” Angel memegangi perutnya dan pipinya masih memerah. Lihat itu, lucu sekali! Seperti anak kecil!

“Aaah.. My Angel ini bisa masak tidak yaaa?” Aku merebahkan diri di pangkuannya. Wajahnya yang putih itu langsung blushing lagi! Hhahaha..

Ptak!

“Tentu saja aku bisa!” Another cute face! Wajah cemberutnya itu sangat menggemaskan >< Aigoo bisa apa aku tanpa kehadirannya sehari saja? Aku sudah kecanduan dirinya! (lebaayy)

“Jinjayo? Kalau begitu buatkan aku sesuatuuu.. kau tidak ingin aku kurus kan?” Aku mencubit perut Angel, titik geli lainnya. Angel langsung menahan tanganku, lebih tepatnya lagi mengunci kedua tanganku dengan kuat. Ah, aku lupa, dia ini karateka -___-“

Aku berhenti menggelitiknya, tapi yang terlihat malah wajah muramnya sekarang setelah aku memintanya untuk membuatkan makanan. Apa ada yang salah?

“Ada apa?” Aku langsung bangkit dari pangkuannya dan duduk dekat dengannya. Seperti biasa, kalau wajahnya sudah nampak membingungkan bagiku, langsung saja aku sentuh pipinya dan memalingkannya agar menghadapku. kacau bahasanyaΒ 

“Aku..” Angel semakin terlihat bingung. Aku menatapnya tajam agar dia mau bicara.

“Araseo, berhenti menatapku seperti itu.” Angel melepaskan tanganku dari pipinya dan beralih menatap kolong meja sambil memainkan kakinya.

“Aku hanya bisa masak masakan Indonesia..” dia menghela nafas pelan. Masakan Indonesia? Aku pernah dengar kalau makanannya enak-enak juga, jadi tidak masalah.

“Dan aku hanya bisa –“

“Buatkan saja..” Aku memotong bicaranya agar dia tidak membantah, aku sudah lapar.. hehe

“Tapi..”

“Buatkan saja baby.. akan aku makan apapun yang kau buat! Janji!” Aku membentuk tanda ‘V’ dengan tanganku. Dia menatapku tidak percaya.

“Tapi nanti kau –“

“Ayolaaaaaaaahh..” rengekku padanya. Aku lapar Angel Kim-ku sayaaangg T^T

“Haah.. baiklah, tapi janji kan?” Angel mengacungkan kelingkingnya padaku, langsung saja aku menggamitnya dengan kelingkingku, dan dengan sengaja aku langsung menariknya dan..

Chu~

“Semangat sebelum memasak baby..” Evil smirk aku keluarkan agar dia tidak berontak, tapi tetap saja. Tanganku menjadi korban cubitannya, padahal kan cuma di pipi πŸ˜₯

“Diam di tempat, jangan banyak tanya, tunggu sampai aku selesai memasak, dan kau harus memakannya. Araseo?” Aku hanya mengangguk paham sambil tersenyum jahil kearahnya. Ada ekspresi malu dan juga kesal dari raut wajahnya, hhaha..

*****

Aku sudah siap di meja makan. Piring yang sudah berisi nasi, sendok, garpu, gelas yang terisi air, lengkap! Tinggal menunggu masakan Angel-ku ^^

Kalian tahu? Bau masakannya saja sudah sangat harum. Walaupun aku belum pernah mencicipi masakan Indonesia, aku yakin pasti akan enak sekali!

“Boo.. tutup matamuuu!” Perintah Angel dari arah dapur. Aku menurut saja, ini pasti kejutan.

Bau sedap dari masakan itu semakin mendekat. Hampir saja aku membuka mata kalau tidak aku tahan. Habis, aku sudah lapar.

“Oke, hitungan ketiga kau boleh membuka matamu. Ingat! Harus dimakan! Itu janjimu boo..” ujar Angel sambil mecubit pipiku pelan. Aku mengangguk saja, toh aku akan menghabiskan makanan ini karena sudah pasti enak, dan yang memasak calon istriku sendiri ini. (ngarep)

“Hana..

Dul..

Set! Taraaaa..”

“HUH?!”

Aku menatap wajah Angel yang hanya cengar-cengir dengan tidak percaya. Bagaimana bisa.. akuu.. memakan.. ini?!

dan ini?!

“Kau pasti tidak mau memakannya kan boo?” Angel menundukkan kepalanya, ia terlihat sangat sedih. Aah, apa yang aku lakukan? Aku mau melanggar janjiku? Andwae! Aku akan menepatinya! Mana tega aku melihat baby-ku menangis.

“Aniyo.. mana mungkin aku tidak mau memakannya baby, aku akan memakannya!” Aku berdiri dari dudukku dan menarik sebuah kursi di samping kursiku untuknya duduk. Setelah duduk, aku menyodorkan sumpit padanya. Dia sempat heran dengan perlakuanku ini, ah iya, pasti tidak tahu tujuanku ya?

“Tapi suapi aku. hehe” Angel akhirnya tersenyum mendengar perkataanku tadi. Diambilnya sumpit dari tanganku, dan langsung saja menyuapiku dengan berbagai macam sayuran yang dia masak tadi.

Apa yang lebih enak dari masakan kelas atas atau bintang lima di dunia ini? Masakanmu. Sebenci apapun aku dengan sayuran, jika itu kau yang membuatnya, akan aku nobatkan diriku sendiri sebagai laki-laki terbodoh di dunia jika tidak memakannya. Karena aku tahu, kau membuatnya bukan hanya dengan keahlianmu, tapi juga hatimu. Keinginanmu agar aku selalu sehat dan menjaga pola makan tercicip dari masakanmu. Aah.. apa lagi yang harus aku cari di dunia ini? Kau kan sudah bersamaku ^^

***

Hhehhehehe ><

maaaaaaf kalo gejenya sangat terasa dan kesan maksanya benar-benar terasa! ><

nggak tau deh kenapa mau bikin yang kayak gini.. huahahaha

hmm.. mungkin untuk KyuAn akan dibuat kayak series gitu, tapi kayak oneshot. mm.. gimana ya ngomongnya, ceritanya oneshot, tapi nyambung disetiap seriesnya nanti ^^ (reader: sonya bahasanya kacau) miaan πŸ˜€

oke deh, kritik dan saran selalu dinanti ^^

thanks banget udah mau baca trus komen ya chinguu *bow*

wassalamu’alaikum ^^

Advertisements