Tags

ini dari sudut pandang Kyuhyun yaa.. hehhe
pendek kok, nggak panjang-panjang ^^

Enjoy!

Hope you’ll like it!

“Angel-ah.. waeyo? daritadi kau mengeratkan pelukanku terus?” Aku memerhatikan wajah Angel dengan seksama. Walau tidak terlalu jelas, aku bingung dengan raut wajahnya sekarang, terlihat bahagia, tapi kenapa melamun? seperti orang kehabisan kata-kata saja.

“Angel-aah.. Baby.. are you okay?” Akhirnya Angel menengadahkan kepalanya. Matanya coklat terang indahnya itu kini bertemu dengan mataku. Tidak lupa senyum yang sangat aku sukai itu tersungging manis dari bibirnya. Itu membuatku mengeratkan pelukanku di pinggangnya dari belakang, hobiku jika sedang tidak ada member lain. *gengsi*

“I’m okay,” jawab Angel sambil tersenyum. Aku jadi penasaran, apa yang dipikirkannya saat ini? Setelah menerima sms tadi -yang tidak aku ketahui isinya- dia menjadi seperti ini. Melamun bahagia.

“Jinjayo? Daritadi kau melamun, apa yang kau pikirkan? Apa ada hubungannya dengan SMS yang kau terima tadi? Dari siapa itu? Apa isinya?” Angel kembali menatap pemandangan yang terhampar di depan balkon apartemennya sambil menghela nafas. Helaan lega.

“Menikah..” Angel berkata pelan, dan aku sedikit terkejut mendengarnya. Hei, apa yang sedang aku peluk ini Angel-ku? Sejak kapan dia suka mulai membicarakan sesuatu yang sangat serius kalau bukan aku yang memulainya?

“Mwo? Ada apa dengan kata ‘menikah’? Penasaran, aku tanyakan saja. Siapa tahu dia ingin mengajakku menikah, hahha 😀

“Sahabatku sudah menikah, Kyu.” Yaah.. pupus harapanku -_-”

“Lalu? Kenapa kau melamun? Kau terlihat bahagia, tapi kau melamun seperti ini daritadi,” Aku membalikkan tubuhnya agar menghadapku, lalu aku menempelkan kedua tanganku di pipinya. Aah.. tahaaan.. jangan ciuum.. jangan ciuuumm.. ><

“Aku.. teringat kisah mereka berdua..” Angel menggenggam tanganku lalu melepaskan tanganku dari pipinya perlahan. Tiba-tiba Angel memelukku pelan dan seperti tenggelam dalam tubuhku, sangat nyaman. Aku balas memeluknya. Untuk informasi saja, sangat susah untuk bermanja-manja dengannya. Dia ini moody sekali.

“Jadi seperti ini ya rasanya?” Angel mendekatkan telinganya di dadaku, dan ‘blush!’ dia berhasil membuatku gugup dan pipiku sedikit memerah sepertinya sekarang.

“Ra.. rasa apa baby?” Aku bertanya gugup. Jantungku seperti sedang berlari, sedangkan nafasku seperti sedang terkena traffic jam!

“Mendengar detak jantung orang yang kau cintai masih ada, rasanya bisa setenang ini ternyata..” Angel semakin mengeratkan pelukannya padaku. Okay, aku butuh tabung oksigen sekarang!

“Yaah.. walaupun detak jantungmu tidak karuan! Hhaha..” Angel tertawa dalam pelukanku dan masih menempelkan telinganya di dekat dadaku, letak jantungku berada. Aish, aku tambah malu dibuatnya -___-

“Memangnya apa isi SMS sahabatmu itu sampai kau seperti ini?” Aku masih heran saja. Ini kejadian langka! Aku senang? Tentu saja! Sepertinya aku harus berterima kasih pada sahabatnya itu.

“Dia bilang, menikah adalah hal yang terindah di dunia, kita bisa menjadi orang pertama yang dilihat oleh orang yang kita cintai itu pagi hari. Kita bisa menjadi orang pertama yang selalu menjaga orang yang kita cintai. Kita akan merasa tenang jika bisa merasakan detak jantung orang yang kita cintai, itu menandakan kita akan selalu bersamanya..” Angel berbicara panjang kali ini.

Memikirkan apa yang dikatakan Angel tadi. Aku jadi ingin melakukan semuanya, bersamanya. Melihatnya bangun dipagi hari, menjaganya, selalu berada didekatnya, memiliki anak darinya, dan jantung ini, berdetak di tempat yang sama.

“Intinya baby?” Aku sengaja menggodanya sambil sedikit menggelitik lehernya. Aku tahu apa makna dari ucapannya itu. Simpel saja. Dia mencintaiku, ah tidak, sangat mencintaiku dan ingin terus bersamaku ^^

“Geliiii..” Angel melepas pelukannya dan menahan tanganku agar tidak melanjutkan menggelitik lehernya. Lucu sekali! Bagaimana kalau aku teruskan saja? hahha..

“Intinyaaaa baby-ku sayaaang..” Angel terus menghindar. Agak susah karena aku masih menahan tubuhnya.

“Aku mencintaimu!” dan sebuah ciuman singkat tepat dipipiku dari Angel dan dia langsung melesat masuk. Aaaaaaa! Akhirnya dia mengatakannya secara jelas! Yes! Goda lagi aah.. (~^.^)~

“Babyy.. katakan sekali lagiii! dan jangan di pipi!”

“Tidak mauuu!!” Angel terus saja berlari menghindariku sambil memegang kedua pipinya itu. Aku yakin, pipinya sudah sangat merah pasti.

Kalian tahu? Dipikiranku hanya ada satu. Menikah dengan yeoja yang bisa membuatku mau bermanja-manja dengannya, hahha.. *sonyangaraaang*

Angel Kim, kau akan kuikat. Tidak boleh ada yang memilikinya selain aku. Hanya aku yang boleh membuat pipinya bersemu merah karena malu. Hanya aku yang boleh menyematkan cincin pada jari manisnya. Hanya aku yang akan mengucapkan janji setia padanya. Aku berjanji, hal itu akan terjadi suatu hari. Dan jika itu terjadi, akan aku jadikan hari terindah yang pernah ada dimuka bumi ini. Angel-ah, Baby, I Love You ^^

***

Maaf, geje malem-malem..hehhe ^^

Advertisements