Tags

, ,

annyeoong 🙂

ff Last Word balik lagi nih..hahhaha 😀 ada yang nunggu?

langsung aja deh, enjoy it chingu~ 🙂

“Saranghae”

Ya! Kau sudah mengatakannya sekarang. Sebenarnya aku sangat malu! Entah apa jawaban dari Angel nanti aku sangat ingin tau tapi aku malu! Aku melihat wajahnya, dia menatapku tidak percaya, tapi ekspresinya itu kembali berubah.

“Ah! Ne!” teriaknya.

Ha?! Apa? Dia.. jugaa..

“Ne oppa! Kau tau saja kalau aku.. hei hei oppa! Ya! Kau kenapa? Aku belum selesai bicara!” Angel tidak dapat melanjutkan omongannya tadi. Aku senang! Jadi aku memeluknya.

“Oppaaa…lepaas..” dia berusaha mendorong tubuhku yang memeluknya. Aku pun melepaskan pelukanku dengan heran.

“Wae? Ada apa? Kau ini…kita kan sedang bahagia!”

Aku melihat tampang kebingungan itu lagi. Ha! Mau berapa kali lagi dia ingin menampakkan wajah bingungnya itu padaku! Aku juga ikut bingung!

“kita? Bahagia? Oppa! Aku tadi belum selesai bicara!”

“lalu? Kau tadi bilang ‘ne’ kan?” Tanyaku bingung, arah pembicaraan ini semakin tidak jelas!

“Ah ne! aku bilang ‘ne’ tadi, kau juga bilang ‘saranghae’ kan tadi?” tanyanya kembali, aku hanya mengangguk mendengar pertanyaanya. Aku masih bingung, kenapa pernyataan cintaku jadi serumit ini?

“kau akan memberitahukanku artinya ‘saranghae’ kan? Makannya aku jawab ‘ne’ oppa!” dia berkata itu sambil tersenyum, tapi tidak dengan ku.

Aku baru ingat, aku memang sengaja tidak memberitahukannya! Babo!

“Ya! Oppa! Apa artinyaa…jebaal..aku sudah penasaran tingkat akut niih” rengeknya dengan wajah aegyo-nya itu.

Aiish..ottokhe? aku harus bagaimana?! Semua keberanian yang aku kumpulkan sudah aku keluarkan untuk mengucapkan satu kata tadi! Bagaimana bisa aku mengeluarkan kata-kata lagi kalau keadaanya sudah seperti ini! Aku malu lagi!

Kyuhyun pov end

Angel pov

Kyuhyun oppa sepertinya sedang berpikir keras, apa arti ‘saranghae’ itu begitu berat ya?

“Oppaa… masih sadar?” kataku seraya melambaikan tangan di depan mukanya.

“BABO!”

“MWO?!” Apa?! Dia meneriakiku lagi?! Ada apa dengan dia ini ha?!

“Ya! Cho Kyuhyun! Kau ini kenapa ha?!”

Baiklah! Kesabaranku sudah habis dengan orang ini. Dia pikir aku ini patung yang hanya akan diam jika terus diteriaki dan diperintah?!

Aku berjalan cepat menuju pintu. Aish dikunci! Aku pun kembali kehadapannya dengan tangan terbuka didepan dadanya.

“Kunci! Aku minta kunci Mr. Cho yang terhormat!”

Dengan cepat dia menyodorkan kunci ketanganku dengan memalingkan muka dariku.

Aku langsung menuju pintu lagi, dan ketika pintu itu terbuka..

BRUK!

“aaww..sakiiiit… Shindong hyung! Cepat menyingkir dari atas tubuhkuu!”

Aku melihat Shindong oppa yang langsung menyingkir dari tubuh Ryeowook oppa. Mereka semua langsung berdiri.

“Ya! Ada apa ini?” Aku yang masih emosi dan sekarang bercampur bingung hanya menatap mereka satu persatu. Leeteuk oppa hanya meringis sambil tersenyum karena tadi ditimpa oleh Donghae oppa.

“Kami… hanya sedang…sedang..ngg..” Leeteuk oppa terlihat bingung. Dia hanya menggaruk-garuk kepalanya yang terlihat tidak gatal.

“Sedang menguping”

Semua mata oppadeul mengarah pada Kibum oppa yang menjawab dengan entengnya tadi. Menguping?

“Ya! Oppadeul! jangan buat aku semakin bingung! Daripada kalian menguping atau apalah itu lebih baik kalian mengurus dongsaeng kalian. Permisi oppadeul” aku pun berlalu dihadapan mereka. Aku pun segera masuk ke kamarku. Agak kasar memang, tapi mau bagaimana lagi, aku bingung. Cho Kyuhyun itu! Seenaknya saja dia!

Angel pov end

Kyuhyun pov

Mianhae.. Angel-ah, mianhae..

Ucapan tadi bukan untukmu, tapi untukku. Aku terlalu lama berpikir dan pengecut! Aku masih belum berani mengatakannya padamu.

Aku pun menghempaskan tubuhku di kasur, berharap dapat sedikit tenang, tapi aku kembali sadar kalau hyungdeul ku sedang ada di sini.

“Kyu.. gwenchanayo?” Sungmin hyung menghampiriku dengan duduk di pinggir ranjang. Aku hanya diam.

“Kyu.” Panggil Leeteuk hyung.

“Tinggalkan aku sendiri dulu hyung” sahutku tanpa melihat mereka, karena bantal yang aku gunakan untuk menutupi wajahku.

Aku hanya mendengar helaan nafas Leeteuk hyung. Sungmin hyung pun mulai beranjak dari ranjangku.

“Kalau kau seperti ini terus, aku tidak akan melepaskannya lagi”

Ituu… suara Kibum!

Aku langsung menyingkirkan bantal dari wajahku dan berdiri dari kasurku. Darahku serasa memanas mendengarkannya.

“Tidak boleh! Itu tidak akan terjadi Kibum-ah!”

Kibum hanya tersenyum meremehkan, lalu dia berjalan kearahku dan hanya meninggalkan jarak yang sedikit. Matanya menatapku secara tajam. Benar-benar seperti bukan Kibum yang selama ini aku kenal.

“Kita lihat saja, Cho Kyuhyun” katanya tenang. Ia pun berbalik dan meninggalkan kami semua yang masih berada di kamarku.

Semua hyung-ku menatap kepergiannya. Namun mereka semua menyusul Kibum juga untuk keluar.

“Kibum benar Kyu” Sungmin hyung menepuk pundakku lemah, dan langsung menyusul hyung yang lain yang sudah keluar kamar terlebih dahulu, kemudian menutup pintu.

Kyuhyun pov end

Author pov

Ketika Sungmin keluar dari kamar Kyuhyun, semua member pun menghampirinya, termasuk Kibum.

“Sungmin-ah, bagaimana? Bagaimana ekspresinya?” Tanya Heechul.

“Dia..terlihat sangat shock dengan pernyataan Kibum tadi! Benar-benar berbeda dari tampang evil-nya selama ini!” ujar Sungmin sumringah.

“Aigoo.. Uri-Kibum memang aktor paling daebak!” Puji Heechul sambil menepuk bahu Kibum. Kibum pun tersenyum menang.

“Sudah takdirku hyung”

Author pov end

Angel pov

Sudah malam, larut malam malah. Aku sudah tidak nafsu lagi untuk keluar kamar ini hanya sekadar untuk mengisi perutku yang keroncongan. Semuanya terasa tidak berguna.

“Ya! Tugasmu itu masih banyak!

Aku capek! Pijiti aku ketika di dorm! Araseo?”

“Ya! Angel Kim! Kau itu terlalu lama pergi!

Sebagai hukuman, kau pergi belanja sana! Araseo?”

“BABO!”

Kata-kata yang pernah dia ucapkan padaku terkenang lagi. Aku memang tidak ada arti dimatanya. Aku memang bodoh yang mengharapkan dia bisa memerhatikanku sedikit saja. Pada awalnya, memang tidak akan pernah bisa kan?

Tok tok tok

Siapa lagi ini? Tengah malam mengetok pintu orang.

Aku berjalan gontai menuju pintu, berharap itu bukan Kyuhyun.

Ketika pintu terbuka, aku melihat sosok yang aku cintai sekaligus sosok yang sudah membuat hatiku kusut. Aku hendak menutup lagi pintu tetapi dia menahannya dengan kaki.

“Ayo main”

Dia menunjukkan dua PSP miliknya dan langsung menarik tanganku keluar. Aku sempat berontak tapi tenaganya jauh lebih besar.

“Duduk” katanya datar.

Aku hanya menurutinya. Babo! Logika-ku akan cepat lenyap jika berada dekat dengannya!

Dia memberikanku satu PSP miliknya yang sudah menampilkan game yang akan dia mainkan.

“Ini..untuk apa?” aku masih bingung apa tujuannya kali ini.

Dia masih diam, dan mulai melihat PSP miliknya sekilas dan menatapku.

“Kita bertanding, kalau kalah, harus mendengarkan perkataan orang yang menang sampai habis, araseo?”

Tanpa menunggu persetujuanku lagi, dia sudah memulai permainan. Curang!

Aku yang memang tidak terlalu mahir bermain game pun kewalahan! Bagaimana bisa dia mengajakku bertanding permainan namja seperti ini?! Kalau dia mengajakku bertanding bermain Dinner Dash atau mainan yeoja lainnya aku bisa! Tapi disela-sela permainan dia mengucapkan sesuatu.

“Angel-ah, kau mau tau kan arti ‘saranghae’ itu?”

“Aish oppa! Aku sedang fokus! Diam dulu!” aku yang sudah terbawa permainan ini pun memilih untuk tetap berkonsentrasi. Kyuhyun oppa yang juga masih berkonsentrasi dengan game-nya itu tetap ingin melanjutkan pembicaraan rupanya.

“I Love You” ucapnya tiba-tiba.

Aku yang sedang serius bermain pun berhenti. Aku melihat kearahnya yang masih menatap layar PSP-nya itu tanpa bergeming sedikitpun.

“Arti ‘saranghae’ itu ‘I love you’, jadi kau tau sendiri maksudku tadi.” Dia masih serius menatap layar PSP-nya itu, dan aku yang terkejut mendengar pernyataanya itu hanya dapat menatapnya tidak percaya.

Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan kami, suara dari PSP yang aku pegang, menunjukkan kalau aku kalah.

“Wah, Angel Kim! Kau kalah! Hahha..” aku tidak memerdulikan ledekannya kali ini, yang aku pedulikan hanya telingaku. Ya! Bagaimana tidak! Aku pasti sedang bermimpi ketika dia mengatakan hal itu tadi!

Kyuhyun pun menyadari tatapanku. Dia yang tadi melihat PSP-nya ditanganku pun langsung tersenyum kearahku.

“Sudah mengerti kan sekarang, Ms. Kim?” Kyuhyun oppa mengusap rambutku lembut. Aku masih menatapnya tidak percaya.

Kyuhyun yang melihat tidak ada ekspresi apa-apa dariku pun hanya menghela nafas dan kembali tersenyum kearahku. Tangannya sudah berhasil menggenggam tanganku yang sedari tadi menggenggam PSP-nya.

“Apa perlu aku perjelas lagi? Aish, kau ini memang babo”

Aku pun langsung merengut, namja ini memang tidak pernah serius!

Menyadari perubahan ekspresiku, Kyuhyun oppa lebih mengeratkan genggamannya dan menatapku serius. Tatapanya yang ini dapat membuatku kehilangan akal!

“Kali ini aku serius, sesuai dengan perjanjian tadi siapa yang kalah harus mendengarkan perkataan yang menang sampai habis,” dia menghela nafas sebentar, seperti sedang menghilangkan kegugupannya, dan kembali melanjutkan perkataannya,

“Because I have met you, and because I have gotten to know someone like you, I’m happy. Mm… aku tidak tau harus berkata apa lagi setelah ini, karena aku memang tidak romantis seperti Donghae hyung dan Siwon hyung. Dan aku juga tidak tau kenapa aku harus mencintaimu, lebih tepatnya lagi, alasanku untuk mencintaimu tidak jelas. Kau bahkan pernah memukulku waktu pertama kali kita bertemu kan?”

Aku pun tersenyum mengingat kejadian itu, memalukan sekali dia masih mengingatnya.

“Jadi, yaa.. kau tau lah apa yang akan aku katakan selanjutnya kan?” Kyuhyun oppa melepaskan genggaman tangannya, dan mulai mengacak-acak rambutnya, terlihat sekali bingungnya. Yaa..sebenarnya aku juga bingung, hhehe..

“Ya! Angel Kim! Kenapa kau masih melamun?! Aish, jebaaaall Angel-ah, aku sudah berusaha mengatakan itu tadi!”

Dia mengacak rambutku sekarang. Ya! Cho Kyuhyun! Jangan buat jantungku keluar saking gugupnya!

Aku pun hanya tersenyum menanggapi perlakuannya ini.

“Aku..masih belum mengerti oppa, aku kan babo seperti katamu,”

Sudah kuduga, dia pasti langsung mengacak rambutnya frustasi lagi, hhe, lucu sekali dia.

Tapi tiba-tiba dia menatapku tajam, dan langsung memelukku erat. Aku jadi linglung sendiri dibuatnya, sebentar romantis, tiba-tiba gugup, dan langsung memelukku!

“Op..oppaa.. wae?” tanyaku gugup.

“Ya! Dengarkan! Ucapanku yang di kamar tadi untuk diriku sendiri, aku merasa bodoh karena tidak bisa mengatakannya dengan benar padamu, dan malah membuatmu sakit hati. Mianhaeyo, aku tidak bermaksud seperti itu Angel-ah..” ucapnya lembut.

“Jadi, aku ulangi untuk yang ketiga! Saranghamnida Angel Kim, I love you”

Angel pov end

Kyuhyun pov

Setelah aku mengucapkannya, aku makin mempererat pelukanku.

“Jeongmal saranghae Angel-ah.. be mine, okay?” Tanyaku tepat ditelinganya.

“ne..” jawabnya pelan tapi tetap terdengar olehku.

“jinja?”

“ne oppa, aku serius,” aku pun melepaskan pelukanku dan menatap wajahnya, ingin melihat ekspresinya ketika mengatakan itu tadi.

Senyum yang begitu aku puja selama ini pun terlukis diwajah malaikatnya, begitu indah sehingga aku juga ikut tersenyum.

“Katakan sekali lagi oppaaa,” rengeknya. Aku hanya menurutinya kali ini.

“Saranghaeyo Angel Kim, saranghaeyo Angel Kim, saranghaeyo Angel Kim, saranghaeyo Angel Kim, saranghaeyo Angel Kim. Kau suka?”

Angel mengangguk. Ia terlihat sangat senang.

Aku pun kembali menggenggam tangannya.

“Gomawo, sudah sabar menghadapiku selama ini”

Dia tetap tersenyum, dan mengusap pipiku.

“and thank you, for you last word for me oppa, saranghaeyo, yongwonhi”

THE END

haiiaaaa –a

maaf banget chingu kalo ff nya kurang gimanaa gitu 😀

ada yang mau after story-nya? diusahain deh 🙂

gomawo chingudeul udah baca 🙂

Advertisements