Tags

,

annyeooooong ><

ini songfic pertama πŸ˜€

moga nggak jelek yaaa..hehhe

ini semua Yesung oppa yang lagi ngomong (Yesung POV)

trus kata-kata cetak miring berarti flashback-nya Yesung oppa, kalau cetak miring yang di tengah itu lagunya *?

emang ini songfic nggak ada dijadwal sih, tapi lagi mood buat yang kayak ginian..mianhaee πŸ™‚

hope you enjoy it chinguu~ :*

 

Why did I end up falling for you?
No matter how much time has passed,
I thought that you would always be here
But you have chosen a different road

Di sinilah aku sekarang. Hanya memandangimu yang sedang tersenyum bahagia.

Aku tidak tahu kalau akan seperti ini. Melihatmu berdiri di sana, ada dua rasa di hatiku sekarang. Sakit dan bahagia.

Why wasn’t I able to convey to you?
My feelings that were growing everyday and night
The words begin to overflow
But I know they won’t reach you now

Aku tahu aku terlalu banyak berkhayal, tanpa berusaha banyak untukmu.

Aku tahu, tidak banyak yang aku berikan untukmu, sampai saat ini, aku tidak mencegah keputusanmu.

From the first day that I met you
I felt like I knew you
And the two of us melded together so naturally

Memandangmu sekarang, aku ingat waktu pertama kali kita bertemu di universitas.

“annyeonghaseyo, chonun Shim Charin imnida, semoga bisa berteman”

Kau mengulurkan tanganmu untuk berjabat denganku. Tanganku seakan menggapainya dengan pikiran sendiri, dengan cepat aku meraih tanganmu.

“annyeong, Kim Jong Woon imnida. kau bisa memanggilku Yesung”

Kita berdua larut dalam obrolan kita. seperti dua orang yang sudah mengenal lama, dan saat itu juga kau resmi menjadi sahabatku.

Wherever we would go, it would be together
It was so natural for you to be with me
We became adults together
But you chose a different road

Kemanapun kau pergi, pasti ada aku disampingmu. Sangat canggung jika kita berdua tidak bersama.

Teman-teman kita yang lain malah menyangka kau dan aku sudah berpacaran, dan kau selalu menyangkal.

Kau tidak tahu kan kalau aku mengiyakan pernyataan teman-teman kita?

Tapi aku terlalu takut, terlalu pengecut untuk mengatakannya. Kau terlalu sempurna untuk menjadi wanitaku.

Angan-angan itu, mungkin harus aku lupakan.

Why did I end up falling for you?
No matter how much time has passed,
I thought that you would always be here (but not anymore)

Mengapa aku harus mencintaimu waktu itu. Aku juga tidak tahu, semua mengalir begitu saja saat kau bersamaku.

Angan-angan itu, angan untuk selalu disampingmu sudah sirna seiring berjalannya waktu.

Today, the day that holds a special meaning
The day that you stood with a smile of happiness
Praying to God in your beautiful appearance

Kau sudah memasuki ruangan ini. Bersama pendampingmu. Menuju dia yang telah menunggumu.

Kau nampak begitu cantik dengan gaun itu.

With the person next to you who isn’t me
The image of you receiving blessings
How could I just stand aside and watch

 

Kau akan menjadi miliknya, seutuhnya milik seorang Kim Kibum. Akuntan muda yang begitu kau kagumi ketika kuliah.

Kalian berjanji untuk setia, dan aku ada di sana.

So why did I end up falling for you?
We can’t go back to that time, or how we were (I’ve thought it through)

Tidak seperti di drama-drama yang ada. Aku tidak akan berteriak “tidak” untuk membatalkan acara sakral bagimu ini.

Semua percuma. Kau tidak akan pernah tahu perasaanku, yang kau tahu hanya kita selalu bersama, sebagai sahabat.

Why wasn’t I able to take your hand?
No matter how much time passes
You always should’ve been by my side
Now it will never come true

Bayang-bayang itu datang lagi, bersamaan dengan kau menghadap dia yang akan menjadi milikmu

“Yesung-ah, kau mau tahu tidak pernikahan seperti apa yang aku inginkan?”

Kau bertanya kepadaku tentang hal itu. Hal yang selama ini aku impikan bersamamu. Aku pun mengangguk, dan senyum yang aku cintai itu pun tergambar di wajahmu.

“aku ingin pernikahan yang sederhana Woon-ah, namun dipenuhi oleh bunga! Apalagi kelopak bunga mawar! Pasti sangat indah Woon-ah!”

Kau bercerita dengan semangat, membuatku ingin sekali mengatakan “aku akan mewujudkannya”, dan sekali lagi, aku memang laki-laki pengecut yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Sampai saat kita sudah meraih gelar pertama untuk kuliah. Kita tidak pernah bertemu lagi. Kau tahu? Aku merindukanmu setengah mati.

Satu tahun berlalu. Untuk pertama kalinya kau menghubungiku lagi dan meminta untuk bertemu di taman tempat biasa kita bersama.

“Woon-ah, aku… akan menikah minggu ini. Datanglah”

Kau menyerahkan sebuah kertas dengan ukiran indah, memajangkan fotomu bersamanya.

Tidak ada kata apa-apa yang keluar, hanya sebuah senyuman dari bibirku, yang aku harap tidak terkesan menyakitkan.

“Chukkaeyo chingu, aku harap kau bahagia, aku akan datang. Yaksok”

Aku pun beranjak dari tempat duduk di taman itu. Meninggalkanmu.

Memilikimu, hanya mimpiku sekarang.

Aku kembali pada kenyataan sekarang. Mencoba untuk menerima semuanya dan tidak menyalahkan sifat pengecutku waktu itu. Aku harap aku bisa.

But, even though I say that I need you close to me
I just pray that you will be happy forever
No matter how lonely that makes me (or how sad)


Sekarang kami -para tamu- sudah berada di tangga tempat kau mengadakan acara sakralmu, pernikahanmu.

Aku adalah pria paling beruntung di dunia karena pernah mengenalmu, bahkan mencintaimu walaupun tidak bisa bersamamu.

Sesuai harapanmu waktu itu. Kelopak bunga mawar mewarnai langkahmu bersamanya menuju lantai bawah tangga, tempat acaramu dengan teman-temanmu berada.

Wajah bahagia itu, memang bukan milikku.

Tapi aku berharap, wajah bahagia itu akan selalu menjadi keseharianmu bersamanya.

Shim Charin, aku tidak menyesal pernah mencintaimu.

Berbahagialah.

***

akhirnyaaaaa ><

selesai juga ni songfic πŸ˜€

special buat caca deh, maaf kalo jelek trus nggak sesuai dengan keinginan ya cacay :*

buat yang baca, komen sama saran diharapkan πŸ™‚

gomawo chinguu~ :*

Advertisements