Tags

,

[1st FanFic] I’m Not Who I Was

by : cho soohyun ><

category : romance, tragedy, oneshoot, fanfiction

tags : leeteuk, park jungsoo, lee donghae

warning! buat para bini Leeteuk oppa, kalau baca ini, mianhaeee ><

ini ff pertama, jadi mianhae yaa kalo jelek atau geje..hhehe

mohon kritik dan saran dari para reader J

leeteuk pov’s

Aku ingin kembali padanya, aku ingin kembali padanya, aku ingin kembali padanya! tapi bagaimana? Dia tidak mungkin mau menerimaku lagi, tidak mungkin, tidak mungkin! AAAARRRGGGHHHH!!

#flashback starts *still leeteuk pov’s*

“baiklah ‘teuk, kau harus bekerja pada orang ini. Ingat! jangan buat malu dan kecewa!”, kata-kata pria itu, huh, seenaknya saja memerintahku, dia belum tau aku siapa. oh ya, aku Park Jungsoo, panggil saja leeteuk, atau yaa kalian bisa memanggilku Erica, ya! E.R.I.C.A. jelas bukan? jangan terkejut, kelainan ini sudah aku alami sejak duduk dibangku SMA, jadi beginilah aku, terdampar disebuah cafe karena orantuaku tidak mengizinkanku pulang atau lebih tepatnya aku diusir..hhaha, wajar saja, mereka itu orang kaya, mana mau mereka menerima anak sepertiku.

Aku menyusuri jalanan pusat kota Seoul malam ini, aku ingin berjalan kaki karena sudah lama aku tidak melakukannya, para ahjumma yang aku layani selalu menyuruhku naik mobil, katanya biar aku tidak capek..hhaha senangnyaa..

Sepanjang jalan, banyak sekali namja yang menggodaku, yaa aku tau aku cantik..

*sesampainya dirumah pelanggan

tok..tok..tok..

“wah, akhirnya kau datang Erica! kajja! masuklah” aku pun masuk, ahjumma ini baik. aku melihat sekeliling, rumah yang begitu indah, cantik.

“Erica..ayo!temani aku malam ini, aku kesepian”

aku pun menghampirinya diruang tamu, ya tidak seperti yang kalian bayangkan, aku ini hanya bertugas sebagai penemani karaoke! hhaha..

“Erica, suaramu bagus sekali, tetapi, masih suara namja yaa..hhaha” ahjumma itu tertawa, aku juga ikut tertawa karena itu. Setelah puas bernyanyi dia membayarku dan mempersilahkan aku pulang.

Beberapa langkah keluar dari rumah itu, tiba-tiba..

BUK!

ada yang memukul bahuku, dan membiusku menggunakan sapu tangan, dengan sisa kesadaranku, aku masih berusaha mendengar yang mereka bicarakan

“Pak, sudah kami dapatkan..baiklah…akan kami bawa dia!” orang itu berbicara lewat telepon, tapi siapa? apa yang orang itu inginkan dariku? aku pun mulai tidak sadar. gelap.

*pagi hari

aku mengerjapkan mataku, pusing masih aku rasakan. aarrgg sakit sekali kepala ini. Tapi…kenapa aku disini?! Ini kamarku! kamar dirumahku! Andwae! ini pasti ada hubungannya dengan Appa!

aku langsung berlari kebawah dengan kesadaran yang telah kembali

“APPAA!Dimana kau?!” aku marah, apa yang dia inginkan kali ini?

tidak ada jawaban, kemana mereka? kemana isi rumah ini? apa Appa telah memecat semua pelayan yang ada? mana Umma? aku menuju ruang makan, aku terkejut melihat mereka semua berkumpul disana, Appa, Umma, Hyung dan Dongsaeng-ku ada disitu, lengkap, jarang terjadi.

Aku lihat Dongsaeng-ku, dia terlihat sangat senang, ia hendak memanggilku, tapi tangannya ditahan oleh Hyung-ku.

“oppaa..” dongsaeng-ku menangis, hyung-ku menatapku tajam. Ada apa ini?

“Jungsoo..duduklah” umma menyediakan kursi sebelahnya untukku.

“Appa! apa yang kau inginkan?!” aku masih bingung, jujur saja aku marah, mereka melepas semua aksesoris wanitaku.

Appa terlihat menghela nafas, ia lalu mulai berbicara

“Appa ingin kau menikah, rekan kerja Appa memiliki anak gadis yang baik, kau harus menikah dengannya!” mata Appa menatapku serius, mengerikan.

“Kenapa?! Aku ini bukan namja lagi Appa! Aku tidak mau!” aku mulai berdiri meninggalkan ruang makan tersebut, namun Appa menahanku, dan PLAK!

“Kau telah membuat malu keluarga! rekan Appa telah banyak mengetahui kalau kau itu bukan namja normal! mereka menertawakan Appa dan Umma mu! Hyung dan Dongsaenmu menjadi bahan olokan! Kau lupa kita ini Keluarga terpandang di Korea hah?!” Appa marah, dan satu tamparan lagi mendarat diwajahku yang mulus ini, Appa mencengkram kerah bajuku, matanya sedikit berair, ingin menangis. Umma hanya menangis, lalu meninggalkan kami semua kekamarnya.

“Appa ingin kau menikah, agar mereka semua percaya, dan perusahaan kita dapat bertahan, agar keluarga kita tetap bisa hidup” Hyungku mulai angkat bicara. Appa masih menatapku tajam, lalu dia melepaskan cengkramannya dikerah bajuku.

“Appa mohon nak, Appa mohon, kita sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi, rekan-rekan Appa adalah orang-orang yang perfeksionis, mereka tidak ingin ada cacat sedikitpun diberbagai bidang, bahkan keluarga. jadi tolonglah Appa nak, tolonglah kitaa..” Appa menangis? Appa menangis karena aku? andwae, tidak pernah dia begini. Anak macam apa aku ini?

“Baiklah Appa, aku mau”

Appa mendongakkan kepalanya yang tadi tertunduk, dia memelukku erat, hyung dan dongsaen-ku juga memelukku, dan umma masih di dalam kamar, dia juga pasti mendengar pembicaraan kami.

*2 minggu kemudian

Disinilah aku, disebuah gereja yang akan menjadi tempatku menikah, aah sedikit ragu, apakah aku bisa menghilangkan kebiasaanku itu? dan bagaimana jika para ahjumma yang pernah aku temani tau? mereka pasti berkata macam-macam kepada istriku nanti.

oh ya, aku belum memperkenalkan calon istriku, namanya Lee YooMi, dia sangat cantik, baik, yaah sempurna untuk dijadikan istri tetapi aku tidak tertarik padanya, yah karena aku ini masih ingin kembali kekehidupanku yang dulu. tetapi calon istriku ini mempunyai satu kekurangan, she’s blind! ya! buta! kasihan sekali dia.

Aku pun bersiap-siap di altar, menunggu calon istri ku, dia diiringi oleh Appaku, cantik sekali.

Semua berjalan lancar, pesta telah dilaksanakan, aku pun selalu menuntunnya kemana dia ingin pergi, dia mulai memanggilku “oppa” aaah aku ingin dipanggil “noona”

malam pertama, aku tidak melakukannya, aku selalu berkata padanya kalau aku itu sedang capek karena mengurusi perusahaan Appa, untungnya dia mau mengerti.

Appa sangat bangga padaku, dia berhasil mendapatkan kehormatannya kembali dihadapan rekan-rekannya. aku pun turut senang, Umma pun sangat bahagia sekarang, Hyung dan Dongsaenku juga sudah mendapatkan teman mereka kembali.

Aku kembali kerumah, YooMi telah menunggu diruang makan.

“Oppaa.. ayo makan, aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu oppa” dia menghampiriku, lancar sekali jalannya?

“kauu…bisa melihatku?” ya, babo kau erica eh jungsoo! dia akan tersinggung!

“hha..oppa bingung ya? oppa itu punya wangi yang khas, aura oppa juga sangat tajam, jadi aku dapat merasakan oppa ada dimana, dan juga aku ini istrimu oppaa..” YooMi melepaskan dasiku, dan merapikan bajuku yang kerahnya kusut, dia lalu memelukku.. “Saranghae Oppa..”

aku merasakan jantungku berdebar cepat, aku dihargai. dia sangat menyayangiku, aku sangat bahagia.

“Na do saranghae jagiya..” aku pun balas memeluknya dan mencium keningnya lembut, dia tersenyum, sangat manis. lalu dia menarik tanganku menuju meja makan dan menyiapkan semuanya dengan baik. senangnya aku mempunyai istri sepertinya..perasaan ini..apa namanya? apakah aku mulai mencintainya sungguhan? apa aku sudah bisa normal dan mencintainya sepenuh hati? ah, bingung.

*3 bulan kemudian

kalian tau? aku akan menjadi Appa! YA! seorang AYAH! aku bingung, bagaimana harus mengahadapinya? aku belum siap! tapi kenapa waktu itu aku melakukannya? aish..babo kau jungsoo!

sedangkan istriku, dia pastinya sangat senang..dia sudah menyiapkan banyak nama untuk anak kami kelak walaupun dia belum tau namja atau yeoja kah anak kami, dan yang lebih nekatnya lagi, dia ingin melaksanakan operasi mata agar dapat melihat lagi, ya, ada seseorang yang mendonorkan untuknya, aku sempat melarang karena berbahaya untuknya, tapi dia bersikukuh dan memelas kepadaku..apa daya, melihat wanita cantik seperti dia berlutut dihadapanmu siapa yang tahan. akhirnya aku izinkan dia melakukannya minggu depan.

Aku pun segera pergi ke kantor, tepat aku ingin menghidupkan mobil, seorang “yeoja” berdiri didepan mobilku, dan lama kelamaan mereka muncul berlima, apa yang ingin mereka lakukan? aku pun turun dari mobil dan menghampiri mereka

“Hei, apa yang kalian lakukan disini?”

“Apa tidak boleh mengunjungi teman lama? kami ini sangat merindukanmu..waah kau sudah menjadi namja lagi rupanya..hahhaha”  sial, mereka mengolok-olokku.

“hhaha…kenapa kau jadi begini, apa kau sudah tidak laku lagi? atauu.. kau tidak suka lagi dengan pekerjaanmu? haah kami tau ini berat, tapi ayo ikut kami, kami akan membuatmu sadar lagi Erica” salah satu dari mereka menarikku dan membawaku ketempat itu lagi.

@cafe

“wah..wah..wah..Erica, ada apa dengan penampilanmu ha? kau seperti seorang namja saja..hahhaha” kata salah seorang ahjumma yang waktu itu aku temani menyanyi, sepertinya dia mabuk, mabuk di pagi hari? orang ini gila!

kemudian teman-temanku membawaku ke ruang ganti, mereka menyuruhku memakai pakaian itu lagi, kerlapkerlip pakaian itu membuatku tergoda, namun aku sadar aku tidak boleh kembali kedunia ini, apa kata Appa dan keluargaku nanti?

“sudah, pakai saja, aku tau kau ingin memakainya, bagus bukan?” Sherlene -salah satu teman “yeoja”ku- pun menyerahkan baju itu kepadaku, tanpa pikir panjang aku memakainya. Sherlene terlihat puas, aku pun senang, kemudian kami keluar ruang ganti. Sherlene pun mengambil mic dan mulai berbicara

“Annyeooong…hari ini kita kedatangan teman lamaa..langsung saja yaaa.. Ericaaa”

tepuk tangan riuh menyambutku, sunggung aku merindukan saat” ini, aku pun melambaikan tanganku kearah semua pengunjung, aku ingin terus ada disini.

Leeteuk Pov’s end

YooMi Pov’s

Aku sangat senang, beberapa hari lagi aku akan dapat melihat. Aku dapat melihat suamiku, Park Jungsoo. Ah, dia pasti sangat tampan.

Hari sudah menunjukkan pukul 10 malam, suamiku belum juga pulang, apakah pekerjaannya sangat berat?

tok..tok..tok..

aku langsung menuju pintu, berharap itu suamiku, tapi aku salah, ternyata oppa ku yang datang, Lee Donghae.

“annyeong oppa..masuk dulu oppa”

“wah, rumahmu bagus YooMi, tapi mana suamimu?oppa baru sekali bertemu dengannya”

aku menyodorkan kopi untuk oppa ku ini, dia sepertinya sangat capek.

“ah, dia sedang sibuk oppa, jadi belum pulang, ohya, ada apa oppa kesini?”

“hha..oppa lupa, oppa hanya ingin menjaga kalian, Appa yang suruh, kau kan sedang hamil, kau juga akan melaksanakan operasi matamu, jadi aku akan menjagamu, tenang saja, apartemen oppa dekat dengan rumahmu, jadi dapat mengawasi kalian kalau ada apa-apa”

oppa memang baik, setelah menghabiskan kopinya, ia pun beranjak pulang, dan aku masih menunggu suamiku.

*pagi hari

aku membuka kedua mataku, suamiku sudah ada di depan cermin, memakai jas dan dasinya. Aku terkejut melihatnya yang sudah ada dirumah.

“jagiya..kenapa semalam pulang sangat malam? apa kau sudah makan?” aku menghampirinya, mencoba meraba-dinding agar tidak jatuh, aku mulai meraih kerahnya untuk memasanginya dasi, tapi kali ini dia menepis tanganku.

“jangan sentuh aku lagi, ohya, aku akan sangat sibuk beberapa hari kedepan, tidak usah menungguku! araseo?”

aku bingung, ada apa dengannya?

“ada apa oppa? apa aku melakukan kesalahan? kenapa oppa jadi dingin kepadaku?” aku benar-benar tidak menyangka, dia bisa sedingin ini terhadapku, padahal aku sedang mengandung anaknya.

“Jangan cerewet!” dia mendorongku, aku mundur beberapa langkah karena dorongannya, aku menangis..ya..menangis.. ada apa dengan suamiku? ada apa dengan Jungsoo ku?

YooMi Pov’s end

Leeteuk Pov’s

Ah, senangnya, kembali kekehidupan semula tanpa ada yang mengetahui dan melarang.hhaha aku merasa hidup kembali!

oh iya, aku lupa! besok YooMi akan melakukan operasi mata, ah, aku malas menemaninya, besok aku juga ada acara, mereka masih ingin mengajakku bersenang-senang, pokoknya setiap hari penuh dengan pesta!

Leeteuk Pov’s end

YooMi Pov’s

Hari ini aku operasi mata, Donghae Oppa yang menemaniku, suamiku? dia sibuk, bahkan dia membentakku lagi ketika aku meneleponnya untuk menemani. Donghae Oppa sepertinya agak marah, dapat ditebak dari nada bicaranya yang agak tinggi

“aish, sudahlah, kau pergi denganku saja, dia tidak tau diri!”

“oppaa..dia sibuk..” aku mencoba menenangkan oppa-ku ini walaupun aku juga sedih.

**

Operasi berjalan dengan lancar, dokter bilang, aku hanya menunggu beberapa hari untuk dapat melihat. Bahagia sekali rasanya, tidak sabar untuk dapat melihat dunia ini, melihat oppa ku dan tentunya suamiku.

*5 hari kemudian

Jungsoo Oppa tidak pernah pulang, telepon dariku tidak pernah diangkat, dan terakhir kali, dia mengangkat teleponku, tapi cacian yang aku dapat, dia menghinaku, dia bilang gadis buta sepertiku tidak usah ikut campur orang normal. Sakit? Iya! Kata-katanya sangat menusuk hatiku, aku hanya ingin tau keadaannya, kemana perginya Jungsoo-ku?

“oppaa.. aku ingin ke minimarket, gula dirumah sudah habis” aku meminta izin pada Donghae oppa untuk keluar

“Ah, aniyo! aku akan menemanimu, lagi pula ini pertama kalinya kau keluar rumah kan?” Donghae oppa segera mengambil jaketnya, dan mengandeng tanganku.

Dalam perjalanan ke minimarket, Donghae oppa hanya dapat menggelengkan kepala karena tingkahku yang seperti anak kecil..hha, ya karena sudah lama aku tidak melihat keindahan kota Seoul ini.

Setelah mendapatkan keperluan dapur, aku pun meminta Donghae Oppa untuk mengajakku berkeliling daerah sekitar rumahku, maklum, pertama kali keluar.

Selama diperjalanan, aku melihat sekumpulan “yeoja” yang bernyanyi-nyanyi, mereka terlihat senang sekali, tapi, aku merasakan hal yang aneh pada salah satu “yeoja” disana. Tidak kusengaja, entah angin apa yang membuat aku ingin melangkahkan kakiku menghampirinya.

YooMi Pov’s End

Leeteuk Pov’s

Hari ini kami keluar café! Ya, aku sangat senang karena kami dapat bermain-main ke jalan, walau harus mendapatkan banyak tatapan ngeri ataupun meremehkan dari orang lain.

Saat kami sedang bernyanyi-nyanyi dipinggir jalan, ada seorang yeoja berjalan kearahku, dan betapa terkejutnya aku ketika melihat siapa yang ada dihadapanku sekarang, YooMi! Ini YooMi! Astaga, aku lupa kalau dia telah menjalankan operasi mata dan dapat melihat kembali! Ottokhe?!

Aku berdiri mematung melihatnya, teman-temanku masih sibuk bernyanyi, YooMi terus menatapku, dia kelihatan tidak yakin ingin menyapaku, terlihat dari wajahnya yang kaku.

“YooMi-ah! Kenapa kau disana?” Suara itu, sepertinya aku kenal, Donghae! Oppa-nya YooMi! Dia berlari kearah YooMi, dan ketika melihatku..

“Jungsoo Hyung?!” Donghae terkejut melihatku! Apa yang harus aku lakukan?!

Mata YooMi membulat, dia terkejut. Dia melihat kearah Oppa-nya sebentar dan langsung menatapku lagi.

“Op..pa? Park Jungsoo? Suamiku?” Dia berkata pelan. Dapat aku lihat butiran bening yang mulai muncul dipinggir matanya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.

“Hei Erica! Ericaaaaa! Jungsoo! Ada apa kau mematung disana?! Cepat kemari! Banyak namja tampan disini!” Sherlene memanggilku, aku menoleh sekilas kearahnya yang sudah jauh dariku dan melihat kembali ekspresi YooMi. Tangisnya semakin pecah, dia diam ditempat.

Tiba-tiba..

DUAGH!

“APA YANG LAKUKAN?!” Donghae memukulku tepat dipipi. Dia terus memukulku tanpa henti. Dapat kudengar suara jeritan teman-temanku dari kejauhan, mereka ingin menghampiriku namun Donghae telah membentak mereka duluan, mereka semua lari, meninggalkanku.

“JELASKAN PADAKU HYUNG! APA YANG KAU LAKUKAN?! KENAPA KAU LAKUKAN INI PADA YOOMI!? JAWAB AKU HYUNG!” emosi Donghae tidak dapat dibendung, dapat aku lihat dari cengkramannya yang kuat dan urat lehernya yang terlihat mengencang. Aku tak dapat berkata apa-apa lagi. Aku tak tau harus berkata apa. Aku hanya melihat YooMi yang menutup mulutnya sambil menangis, dan tanpa dia sadari dia berjalan mundur, lupa bahwa ini ada dipinggir jalan.

“YOOMIIIIII!!” Aku berteriak dicengkraman Donghae, Donghae menoleh kearah YooMi yang sudah terkulai lemas, bersimbah darah.

Leeteuk Pov’s End

YooMi Pov’s

Andwae! Dia pasti bukan suamiku, bukan Jungsoo-ku! Andwae!

Aku menangis, sedih. Aku melihat Donghae Oppa memukulnya berkali-kali, aku tak sanggup melerainya, aku sudah tidak dapat berkata-kata. Tanpa aku sadari tangisanku semakin menjadi, dan tiba-tiba suara Jungsoo Oppa mengembalikan kesadaranku, aku menoleh kearah kanan, tepat sebuah truk besar dengan kecepatan tinggi menabrakku. Gelap. Aku tidak dapat membuka mataku, apa yang terjadi? Donghae Oppa, Jungsoo Oppa, tolong aku..

#flashback end

@Rumah sakit Seoul

Leeteuk Pov’s

Disinilah aku, tidak berani memasuki ruang rawat inap istriku, Park YooMi. Aku selalu duduk di depan ruang rawat itu dengan menggunakan jaket yang menutupi kepalaku, agar Donghae tidak mengenaliku, dan aku dapat mencuri waktu untuk melihat YooMi. Aku menyesal, sangat menyesal! Babo kau Jungsoo! Kau kehilangan kepercayaan Donghae, kau kehilangan anakmu dirahim YooMi, dan yang pasti YooMi tak akan pernah memaafkanmu!

Donghae baru saja keluar, dari hasil curi dengar tadi, klien kantornya ingin mengadakan pertemuan, sepertinya akan lama. Ini kesempatanku untuk bertemu YooMi.

Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa Donghae telah benar-benar pergi dengan melihat setiap sudut ruangan dekat ruangan YooMi. Aman.

Aku menghampiri YooMi, Istriku. Kali ini tidak ada pernak-pernik yeoja padaku, aku kembali menjadi namja, tak aku pedulikan lagi ejekan teman-temanku. Aku hanya membutuhkan YooMi. Ditubuh YooMi dipasang banyak sekali alat bantu, aku tidak tau apa namanya, yang jelas itu pasti sangat menyakitkan.

“Jagiya.. aku datang..Jungsoo-mu datang jagiya..” aku menggenggam tangannya, erat. Penyesalan berkecamuk dalam dadaku.

“Jagiya.. bangunlaah, kau pasti ingin melihat wajahku kan? Aku merindukanmu jagiya..mianhae..jeongmal mianhae..aku membuatmu terluka..aku telah membuatmu malu dengan menikahi seorang namja tidak normal sepertiku, tapi aku sudah berubah jagi..aku namja sekarang, dan akan selamanya namja, kau harus bangun jagi..aku tidak bisa menjalani ini tanpamu, aku mohon jagi…saranghae..saranghae..” aku menangis sambil menggenggam tangannya erat, aku tidak mau menyesal lagi, aku tidak ingin melepaskannya.

Tidak ada reaksi sama sekali dari YooMi, dia tetap memejamkan matanya, aku tau sangat sulit untuk menyembuhkan orang yang koma, tapi apakah aku benar-benar akan kehilangannya? Aku ingin kembali padanya, aku ingin kembali padanya, aku ingin kembali padanya! tapi bagaimana? Dia tidak mungkin mau menerimaku lagi, tidak mungkin, tidak mungkin!

Aku menangis semakin menjadi dengan tetap menggenggam tangannya. Tiba-tiba ada suara yang menyadarkanku.

“YooMi..Oppa pu..” kata-kata Donghae terputus ketika melihatku. Tanpa pikir panjang dia segera menghampiriku yang terkejut melihat kehadirannya. Dengan cepat dia mengcengkram lagi kerah bajuku, namun kali ini tanpa pukulan.

“Apa yang kau inginkan ha? Ingin menyakiti YooMi lagi? Atau kau ingin menghibur YooMi dengan rombonganmu itu?” Donghae berkata pelan, aku tidak dapat menyembunyikan penyesalanku. Aku berlutut dikakinya.

“Aku mohon Donghae-ya..izinkan aku kembali padanya, aku berjanji tidak akan menyakitinya lagi..” aku berdiri sekarang dan menatap matanya mantap

“Donghae-ya, kau lihat sendiri sekarang, aku bukan seorang yeoja lagi, aku namja, untuk selamanya aku namja asalkan YooMi bersamaku, aku mohon Donghae-ya..aku mohon..”

“TIDAK AKAN!” emosi Donghae kembali memuncak, dia muak melihatku, dicengkramnya lagi kerah bajuku, belum sempat dia melayangkan pukulannya, suara yang aku rindukan, aku mendengarnya!

“Op..ppaa.. Op..paa” YooMi sadar! Aku dan Donghae langsung berlari menghampirinya.

“YooMi-ya..Oppa disini! Ah, Dokter!” Donghae dengan cepat menghubungi dokter yang merawat YooMi, sedangkan aku, menggenggam tangan YooMi lagi.

“Jagi-ya..kau sadar, ini aku, Jungsoo-mu..aku telah berubah, aku mohon cepatlah sembuh YooMi-ah..”

Dokter telah datang dan memisahkan aku dengan YooMi, dengan cepat mereka memeriksa kesehatan YooMi.

*seminggu kemudian

Aku melihat YooMi ditaman rumah sakit, sendirian. Aku berniat untuk mengagetkannya dengan datang tiba-tiba dan membawa sebuket bunga, aku harap dia suka.

“dar! Jagiyaa..kenapa kau sendirian? Aku bawakan bunga untukmu, kau sukakan?”

“Ah Oppa! Mengagetkanku saja, aku suka bunganya Oppa! Gomawo”

Dia tersenyum, YooMi-ku tersenyum. Aku tidak mau kehilangan kesepatan. Aku pun berlutut dihadapannya dengan sebuah kotak kecil berisi cincin ditanganku.

“YooMi-ah, jagiya.. maukah kau menerimaku lagi sebagai suamimu? Aku berjanji, Jungsoo dihadapanmu ini bukanlah Jungsoo yang dulu, Jungsoo dihadapanmu sekarang akan menjadi Jungsoo, namja paling beruntung yang memiliki istri sehebat Park YooMi, aku tidak akan pernah menyakitimu lagi YooMi, kau maukan menerimaku lagi?”

Kening YooMi berkerut, ya Tuhan, apa yang dipikirkannya? Jangan sampai dia menolakku dan menghinaku, aku tidak ingin kehilangan dia Tuhan, aku mohon.

“Lagi? Kenapa ‘lagi’ Oppa? Oppa kan memang selalu menjadi suami-ku, Park Jungsoo-ku, tentu saja aku akan menerima Oppa”

Oh Tuhan, bersyukur aku padamu. YooMi masih menerimaku! Bahagia! Aku bahagia! Dengan segala kebahagiaan yang ada, aku peluk YooMi, erat. Terdengar suara tepuk tangan dari seseorang, Donghae.

“Hyung, chukkaeyo.. mianhae kalau aku sempat menolak keinginanmu untuk kembali pada YooMi, tapi melihat YooMi begitu mencintaimu, aku juga ikut luluh Hyung”

Aku memeluk Donghae, bersamaan dengan aku memeluk YooMi. Kami menangis bahagia ditaman itu. Donghae melepas pelukanku, dan berjalan menjauhi kami, membiarkan aku dan YooMi berdua.

Aku memeluk YooMi erat. Akan kupegang janjiku padanya, tidak ada lagi masa lalu suram bagiku, yang ada hanyalah YooMi, Park YooMi, masa depanku. Kucium keningnya, dan dia pun tersenyum.

“Jeongmal saranghae jagiya..”

“ Na do jeongmal saranghae oppa..”

Aaaahhh selesaaaaaiiiiiii *tiuptiup terompet* ><

Mianhae yaa kalo kepanjangan..hhehe

FF pertama ini mungkin bakal jadi inspirasi untuk bisa buat FF selanjutnya J

Mohon partisipasinya yaa lewat kritik sama saran J

Kamsahamnidaa J

Advertisements